Benarkah Manusia dan Dinosaurus Pernah Hidup Bersama? (Bag 1)
June 28, 2009 | Penulis : Dipta | Dibaca : 4,970 kali
Belakangan ini saya begitu tertarik untuk mencari informasi dan membaca artikel mengenai aritafak-artifak berbentuk dinosaurus peninggalan peradaban-peradaban kuno di seluruh dunia. Jujur, saya takjub sekaligus heran dengan peradaban-peradaban masa silam yang menciptakan maha karya tersebut.
Seperti yang kita ketahui, Dinosaurus punah sekitar 65 juta tahun silam. Sebagai perbandingannya, hominid tertua yang meyerupai manusia (genus Homo) yaitu dari genus Australopithecus diperkirakan muncul di bumi sekitar 4 – 3 juta tahun silam. Hal itu menandakan Dinosaurus dan manusia tidak pernah hidup secara berdampingan sebelumnya.
Namun menariknya, beberapa skeptisme sejarah dengan berani membantah fakta tersebut dengan mengatakan bahwa manusia dan dinosaurus pernah hidup secara berdampingan. Apakah pendapat tersebut hanyalah suatu omong kosong belaka tanpa ada suatu bukti yang dapat memperkuatnya? Tentunya tidak, karena para skeptisme sejarah mengatakan mereka memiliki banyak bukti yang dapat memperkuat pendapat mereka.
Orang-orang yang skeptis kepada sejarah berpendapat bahwa sejarah masih terlalu kabur. Beberapa dari mereka seakan enggan menerima ilmu sejarah masa kini sebagai kebenaran yang hakiki. Dari latar belakang inilah kemudian muncul istilah sejarah Alternatif. Kebanyakan ilmuwan menggap sejarah alternatif sebagai sesuatu yang eksentrik, tidak masuk akal, terlalu kompulsif, dan utopis.
Tentunya ‘sarkasme’ dari para sejarawan ini tidak terlalu digubris oleh para penganut sejarah alternatif, karena mereka sangat asyik dalam dunia mereka sendiri. Banyak teori dan pendapat telah lahir dari para “sejarawan alternatif” ini, salah satunya ialah teori mengenai manusia dan dinosaurus yang pernah hidup bersama.
Teori ini lahir sebagai representasi mereka terhadap beberapa fosil dan artifak yang mengindikasikan bahwa manusia dan dinosaurus pernah hidup secara berdampingan pada masa silam. Sebelumnya, saya pernah menulis artikel mengenai relief Stegosaurus di Candi Angkor. Relief itu ternyata merupakan satu dari sekian banyak bukti yang digunakan untuk memperkuat teori dan pendapat mereka. Dan dibawah ini, saya akan mencoba untuk menguraikan bukti lain yang sering mereka gunakan.
Batu Ica Peru
Suatu desa bernama Ica di dataran tandus Nazca, Peru, banyak ditemukan artifak-artifak berbentuk batu dengan berbagai macam lukisan yang diukir di permukaannya. Artifak-artifak yang ditemukan dalam jumlah besar ini telah berumur ribuan tahun lamanya. Ukiran pada batu-batu tersebut sangat beragam, mulai dari gambaran kehidupan bermasyarakat hingga kegiatan-kegiatan yang umumnya dilakukan manusia modern seperti pengamatan bintang dengan teleskop, prosesi bedah tubuh manusia, dll. Tampaknya, perdaban yang menghuni daerah ini merupakan salah satu peradaban dengan penguasaan ilmu pengetahuan yang maju pada masa silam.
Salah satu lukisan yang menarik pada batu-batu Ica ialah lukisan manusia dan dinosaurus yang hidup berdampingan. Dinosaurus-dinosaurus digambarkan begitu jinak, seakan-akan mereka merupakan hewan peliharaan. Beraneka ragam spesies dinosaurus dapat kita lihat dengan jelas di batu-batu tersebut, diantaranya sosok T-Rex yang sedang mengejar manusia (gbr.1) . Beberapa gambaran lain memperlihatkan bagaimana dengan santainya manusia menunggangi seekor Triceratops (gbr.2). Triceratops, dinosaurus yang terkenal dengan tiga buah tanduk dikepalanya ditunggangi bak seekor kuda oleh manusia.
gbr.1
gbr.2
Saya pernah membaca suatu pendapat dari ilmuwan prasejarah yang mengatakan bahwa manusia purba / prasejarah menuangkan kreatifitasnya dalam seni pahat, lukisan, maupun ukiran berdasarkan gambaran-gambaran yang mereka lihat dalam kehidupannya. Mengapa demikian? karena mereka belum mampu untuk berpikir dan berimajinasi secara abstrak. Apapun yang mereka tuangkan dalam karya mereka itu merupakan suatu gambaran yang nyata. Tanpa ada objek yang nyata yang pernah mereka lihat, maka mereka tidak akan mampu untuk menggambarkannya. Berdasarkan pendapat tersebut, lalu bagaimanakah cara untuk menjelaskan lukisan dinosaurus di batu-batu Ica?
T-Rex dari Peradaban Pra Kolombia Kuno
Tyrannosaurus merupakan genus dari dinosaurus theropoda, salah satu spesies yang terkenal dari genus ini ialah T-Rex. T-Rex merupakan salah satu spesies dinosaurus karnivora. Huruf ‘T’ pada kata T-Rex memiliki kepanjangan Tyrannosaurus yang memiliki arti Tryrant Lizard, atau kalau diterjemahkan ke bahasa indonesia kurang lebih berarti “Kadal yang kejam”. Sedangkan kata “Rex” berarti Raja dalam bahasa latin.
Predator mematikan ini dulu hidup disepanjang wilayah yang kini membentuk daratan Amerika Utara. Fosilnya ditemukan pada lapisan kira-kira 68 – 65 juta tahun silam.
Di Museum La Paz, Bolivia tersimpan peninggalan-peninggalan sejarah peradaban kuno yang pernah mendiami wilayah Amerika Latin. Museum yang juga menyimpan beberapa artifak perunggu dan mummi suku Inca kuno ini juga mengoleksi artifak-artifak aneh dari peradaban pra Kolombia lainnya. Artifak itu beberapa diantaranya berbentuk gambaran T-Rex serta beberapa spesies dinosaurus lainnya.

Kiri Artifak berbentuk T-Rex di Museum La Paz dan perbandingannya

saya tidak tahu peradaban manakah yang membuat artifak-artifak ini. Nanti jikalau mendapat informasi terbaru pasti saya akan tulis di blog ini. Namun menurut beberapa pendapat, artifak-artifak tersebut merupakan peninggalan peradaban Tiahuanaco. Tiahuanaco merupakan salah satu peradaban tertua di muka bumi. Tahun periode eksisnya peradaban ini pun masih sulit diketahui karena sedikitnya informasi yang mereka tinggalkan untuk kita. Salah satu karya arsitektur yang terkenal dari peradaban Tiahuanco ialah Gerbang Monolitas Matahari yang tersohor itu. Jika kawan-kawan ingin membaca artikel mengenai Tiahuanco, silakan kunjungi blog saya yang lama.
Bersambung dulu ya, lain waktu saya teruskan dengan artifak-artifak dinosaurus lainnya.(Dipta)



artefaknya bentuknya lucu mas Dipt
horeee… comment kedua
postingan yang keren…
ternyata kehdupan masa lalu menyimpan beragam misteri. Salut Blognya Mas
KEREEEN… Semangat lg blognya…. :senyum:
apapun kalau soal masa lalu suka… banget
hmm…mungkin orang-orang purba dah tahu arkeologi
Salut dah buat blognya…
Ternyata orang purba gak kalah ma orang jaman modern ya???
keren sob tapi bole nanya ga? aga OOT si tp penasaran aja
nabi adam sama dinosaurus duluan mana yah?
THX b4..
penggemasr pra-sejarah nih…mantap ceritanya gan..
gan mu nanya yang masalah Tiahuanco ,kok saya gak bisa buka yah ,gak ketemu di blog yang lama uhuhu ,saya demen nh yang bgenean seru bacanya hhehehe
katanya dinosaurus ga pernah ada yaa?? fosil yang ada ktnya hanya bagian kecil aja yang dibuat bagian besarnya hanya dengan perkiraan ilmuwan…
Untung dinosaurus udah nggak ada, coba kalau masih ada, dia mau tinggal dimana ? jakarta sudah sempit, toh paling jadi kejar-kejaran sama KAMTIP !!!
sumpeh lo, manusia “kuda-kudaan” dengan dinosaurus
dalam agama saya, diterangkan bahwa ada generasi-generasi manusia sebelum ADAM AS.
tapi karena selalu menumpahkan darah dan tidak mau bersilaturahmi, maka dibinasakan. kalo ga salah namanya BANI JAN.
yang jelas, generasi ADAM AS ga pernah hidup bareng dinosaur.
KAYAKNYA C….
——————————————————–
pertanyaan :
-KENAPA DINOSAURUS PUNAH?
jika karena hujan meteor, kemungkinan manusia juga punah (kalo pernah hidup bersama)
atau peristiwa banjir Nabi NUH AS, kan ga mungkin dinosaurus di masukan ke prahu.
———————————————
nice blog, sm spt sy skr jg sedang tertarik mengenai hidup manusia n dino yang berdampingan. referensi yang cukup detil dapat dilihat di answersingenesis.org. disana bnk artikel yang menguatkan manusia mang hidup berdampingan dengan dino. termasuk nabi adam (menurut alkitab kristen manusia dan hewan diciptakan pada hari yang sama termasuk dinosaurus)
kemungkinan ilmuwan jaman dulu sudah memukan fosil-fosil sekaligus membuat illustrasi bagaimana bentuk sebenarnya.. dan bisa jadi beberapa fosil yang mereka termukan di ketemukan lagi oleh ilmuwan jaman sekarang setelah memerapa masa terlewati akhirnya terkubur lagi…

kira-kira ada gak bukti yang seperti itu