<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dipta Jurnal &#187; Arkeologi</title>
	<atom:link href="http://dipta-jurnal.net/category/arkeologi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dipta-jurnal.net</link>
	<description>The Personal Blog of Dipta</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Aug 2010 01:25:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
		<item>
		<title>Teka-Teki Tengkorak Starchild</title>
		<link>http://dipta-jurnal.net/teka-teki-tengkorak-starchild.html</link>
		<comments>http://dipta-jurnal.net/teka-teki-tengkorak-starchild.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Jun 2010 20:20:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dipta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arkeologi]]></category>
		<category><![CDATA[Fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[Prasejarah]]></category>
		<category><![CDATA[DNA]]></category>
		<category><![CDATA[Karbon-14]]></category>
		<category><![CDATA[penanggalan radiokarbon]]></category>
		<category><![CDATA[Starchild]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dipta-jurnal.net/?p=487</guid>
		<description><![CDATA[Sejarah tengkorak Starchild bermula di tahun 1930 ketika seorang gadis remaja menemukan mereka di sebuah bekas tambang yang telah ditinggalkan. Bekas tambang yang terletak di dekat Chihuahua, Meksiko ini menyimpan kerangka-kerangka aneh yang terkubur sangat dangkal bersama dengan beberapa tulang-belulang manusia normal lainnya. Merasa tertarik dengan beberapa tengkorak disana, remaja tersebut akhirnya menggali dan membawa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 191px"><img src="http://lh6.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/TB5yv2HE9uI/AAAAAAAAANw/V6HOO-nOPv4/1929695_f260.jpg" alt="" width="181" height="161" /><p class="wp-caption-text">Tengkorak manusia? Alien? atau keduanya?</p></div>
<p style="text-align: justify;">Sejarah tengkorak Starchild bermula di tahun 1930 ketika seorang gadis remaja menemukan mereka di sebuah bekas tambang yang telah ditinggalkan. Bekas tambang yang terletak di dekat Chihuahua, Meksiko ini menyimpan kerangka-kerangka aneh yang terkubur sangat dangkal bersama dengan beberapa tulang-belulang manusia normal lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Merasa tertarik dengan beberapa tengkorak disana, remaja tersebut akhirnya menggali dan membawa beberapa pulang ke rumahnya di El Paso. Tengkorak-tengkorak tersebut kemudian ia simpan di dalam sebuah kardus sebagai suvenir hingga kematiannya di awal 1990-an.<span id="more-487"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Di tahun 1998, tengkorak tersebut berpindah tangan dari pewarisnya Ray dan Melanie Young ke Lloyd Pye. Di tangan Pye yang merupakan seorang peneliti di bidang ilmu pengetahuan alternatif, tengkorak-tengkorak tersebut diteliti. Pengujian dengan penanggalan <strong>karbon-14</strong> telah dilakukan beberapa tahun terkahir ini untuk membuktikan apakah tengkorak-tengkorak tersebut merupakan tengkorak manusia atau hibrid (alien).</p>
<p style="text-align: justify;">Didanai oleh pribadi dan beberapa pendukungnya, Llyod Pye melakukan pengujian termasuk dengan metode-metode diantaranya CAT Scan, sinar-X, penanggalan radiokarbon, scan tulang, analisis scanning elektron mikroskopis, dan analisis DNA mitokondria. Menariknya, menurut Pye, hasil-hasil tes tersebut menunjukkan bahwa tengkorak ini berusia sekitar 900 tahun dan bukanlah berasal dari manusia-manusia yang cacat.</p>
<p style="text-align: justify;">Analisa terhadap DNA Starchild sebelumnya pernah dilakukan musim panas tahun 2003 di Trace Genetics, sebuah laboratorium modern yang secara khusus digunakan untuk menganalisa DNA dari peninggalan-peninggalan kuno dan memfokuskan  pada silsilah keturunan, forensik, diagnostik molekuler dan genetika populasi. Laboratorium ini dipilih karena reputasinya yang kerap mempelopori metode-metode baru serta menetapkan standar industri baru dalam teknologi analisis DNA kuno.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter" src="http://lh6.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/TB5ywHGXv9I/AAAAAAAAAN0/vM3CpSvw35g/starchild_skull.jpg" alt="" width="394" height="141" /></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam penelitian ini, dua jenis DNA pada tengkorak Starchild diteliti dan dipelajari. Pertama adalah DNA Ibu (DNA Mitokondria) dan kedua adalah DNA nuklir yang seluruhnya merupakan paket genom yang berasal dari kedua orang tua. DNA Mitokondria ditemukan dengan mudah, dan terbukti ibu dari tengkorak-tengkorak ini berasal dari manusia.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun enam upaya pada DNA nuklir gagal dan tidak bisa pulih. Menurut Lloyd Pye, ini merupakan indikasi kuat bahwa ayah mereka bukan berasal dari manusia. Untuk masuk ke detail lebih lanjut dan melihat warisan genetik dari kedua orang tua, pengujian lainnya diperlukan untuk memulihkan seluruh genom tengkorak.</p>
<p style="text-align: justify;">Langkah selanjutnya dalam proses tes DNA akan memerlukan teknologi baru yang dikembangkan oleh <a href="http://http://en.wikipedia.org/wiki/Roche_Applied_Science" target="_blank">Roche Applied Science </a>bernama <em>Genome Sequencer System</em>. Langkah ini memungkinkan untuk mengurutkan kembali keseluruhan genom dasar yang dihubungkan melalui ikatan hidrogen (pasangan basa) yang umumnya pada kebanyakan manusia berjumlah sekitar 3 miliar. Alat yang disebut <em>Genome Sequencer System</em> tersebut diklaim dapat memulihkan urutan genom Starchild dan membandingkannya dengan genom lain, seperti genom pada manusia, simpanse, atau neanderthal.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://lh3.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/TB5yxf4vXCI/AAAAAAAAAN8/wpdDuI9GOPw/starchild.jpg" alt="" width="422" height="208" /></p>
<p style="text-align: justify;">Semua itu merupakan langkah yang diperlukan untuk mengindetifikasi lebih lanjut asal muasal tengkorak-tengkorak Starchild. Namun tampaknya hal tersebut akan terbentur oleh masalah biaya, dimana sekitar $200.000 harus dikeluarkan untuk melakukannya. Maka dari itu, Llyod Pye bersama beberapa orang antusias lainnya mempersilakan bagi Anda yang ingin memberikan donasi untuk membantu pelaksanaan proyek ini dalam Starchild Project yang beralamat di <a href="http://www.starchildproject.com" target="_blank">starchildproject.com</a>.(<strong>Dipta</strong>)</p>
<p style="text-align: center;"><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="440" height="278" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/evXAdsj95Ro&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="440" height="278" src="http://www.youtube.com/v/evXAdsj95Ro&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;"></embed></object></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Definisi :</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Genom</strong> : Dalam genetika, adalah keseluruhan bahan genetik yang membawa semua informasi pendukung kehidupan pada suatu makhluk hidup, baik yang merupakan gen atau bukan. Pada semua makhluk hidup, genom mencakup semua informasi genetik  yang dibawa DNA, baik di inti sel  (nukleus), mitokondria, maupun plastida. (Sumber : id.wikipedia.org)</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Karbon-14 (radiokarbon)</strong> : Adalah isotop radioaktif karbon dengan inti yang mengandung 6 proton dan 8 neutron. Keberadaannya dalam bahan organik adalah dasar dari metode penanggalan radiokarbon untuk memperkirakan umur pada sampel-sampel arkeologi, geologi, dan hidrogeologi. Karbon-14 ditemukan pada tanggal 27 Februari 1940 oleh Martin Kamen  dan Sam Ruben dari Laboratorium Radiasi Universitas California, Berkeley, meskipun keberadaannya telah diduga sebelumnya oleh Franz Kurie  pada tahun 1934. (Sumber : id.wikipedia.org)</p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dipta-jurnal.net/teka-teki-tengkorak-starchild.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keajaiban Arkeologi : Karnak</title>
		<link>http://dipta-jurnal.net/keajaiban-arkeologi-karnak.html</link>
		<comments>http://dipta-jurnal.net/keajaiban-arkeologi-karnak.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Dec 2009 20:18:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dipta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arkeologi]]></category>
		<category><![CDATA[Prasejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Amnehotep]]></category>
		<category><![CDATA[Amon-Ra]]></category>
		<category><![CDATA[Fir'aun]]></category>
		<category><![CDATA[Karnak]]></category>
		<category><![CDATA[Mesir Kuno]]></category>
		<category><![CDATA[Nubia]]></category>
		<category><![CDATA[Ramses]]></category>
		<category><![CDATA[Seti]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Nil]]></category>
		<category><![CDATA[Tutankhamun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dipta-jurnal.net/?p=386</guid>
		<description><![CDATA[Di tepi sungai Nil, diantara kota kuno Luxor dan Thebes, terletak sisa-sisa Karnak. Karnak disebut-sebut sebagai salah satu kompleks kuil paling megah yang pernah dibangun. Di Mesir Kuno, nama Karnak memiliki arti &#8220;Tempat yang paling terpilih&#8221;, dan itu menjadikannya sebagai pusat keagamaan selama periode yang dikenal sebagai Kerajaan Baru (sekitar 1550 SM). Didedikasikan kepada Dewa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div class="wp-caption alignright" style="width: 221px"><img src="http://lh3.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S-IppBd4ZAI/AAAAAAAAAGc/5gxP2ex3nj0/118382722_d964f01fe0.jpg" alt="" width="211" height="249" /><p class="wp-caption-text">Pilar-Pilar Raksasa Karnak</p></div>
<p style="text-align: justify;">Di tepi sungai Nil, diantara kota kuno Luxor dan Thebes, terletak sisa-sisa <strong>Karnak</strong>. Karnak disebut-sebut sebagai salah satu kompleks kuil paling megah yang pernah dibangun. Di Mesir Kuno, nama Karnak memiliki arti &#8220;Tempat yang paling terpilih&#8221;, dan itu menjadikannya sebagai pusat keagamaan selama periode yang dikenal sebagai Kerajaan Baru (sekitar 1550 SM).</p>
<p style="text-align: justify;">Didedikasikan kepada Dewa Matahari Amon-Ra dan didirikan disekitar 1500 SM, Karnak terdiri dari pilar-pilar besar, menjulang tinggi, dan yang luar biasa ialah Obelisk setinggi 97 meter dengan bobot sekitar 323 ton. Sedangkan aulanya merupakan salah satu ruangan terbesar yang pernah dibangun, dimana luasnya hampir 54.000 meter persegi.</p>
<p style="text-align: justify;">Reruntuhan-reruntuhan bangunan disekitarnya memberi kesan bahwa Karnak telah menjadi tempat yang sakral jauh sebelum berdirinya Kerajaan Baru di Mesir Kuno.</p>
<p style="text-align: justify;">Sisa-sisa kuil yang bertanggal 1971 SM, membuktikan bahwa pendahulu dari para pemuja Amon-Ra juga menemukan area lain yang digunakan sebagai tempat khusus untuk memuja dewa-dewa mereka.<span id="more-386"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Penyembahan Amon-Ra dan pengaruh akan karnak tetap kuat hingga <strong>Akhenaton</strong> memerintah Mesir Kuno pada periode 1379 &#8211; 1362 SM. Raja Akhenaton (disebut juga <strong>Amenhotep IV</strong>), merupakan fir&#8217;aun dinasti ke-18 dan ia merupakan ayah dari Raja muda Tutankahamun/Tutankhamen (Fir&#8217;aun yang terkenal dengan kutukannya itu). Akhenaton merupakan fir&#8217;aun yang membawa perubahan besar bagi sistem kepercayaan Mesir Kuno pada saat itu. Raja ini menganut paham monotheisme, dimana ia hanya memepercayai kepada satu dewa saja. Itu sebabnya ketika ia berkuasa semua patung-patung dewa Mesir Kuno beserta beberapa bangunan yang menggambarkan para dewa dihancurkan kecuali satu dewa tertinggi, Aten/Ra.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain merendahkan dewa-dewa Mesir Kuno, Akhenaton juga memindahkan pusat pemerintahan dari Thebes ke Tel el Amarna. Pada saat itulah Karnak perlahan-lahan mulai tergeser <em>prestise</em>-nya sebagai tempat suci. Kebijakan Akhenaton inilah yang nantinya menimbulkan polemik internal didalam tubuh pemerintahan Mesir Kuno. Para Pendeta Amon yang sangat-sangat kecewa akan kebijakan Akhenaton mulai menebar teror didalam jantung pemerintahan. Ujung-ujungnya, putra Akhenaton yakni Tutankhamun lah yang harus membayar mahal semua kebijakan ayahnya yakni dengan nyawanya. Raja Tutankhamun meninggal secara mendadak disaat usia pemerintahannya yang tergolong singkat. Kemungkinan besar raja muda ini mati diusia 18 tahun akibat dibunuh oleh orang-orang yang tidak suka akan kebijakan ayahnya dulu .</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-389" title="3081468709_0cfc1ec8d7" src="http://lh6.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S-IppWNu1EI/AAAAAAAAAGg/I6znYhTNA_w/3081468709_0cfc1ec8d7.jpg" alt="3081468709_0cfc1ec8d7" width="438" height="298" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="3150961106_4e1209f4b5" src="http://lh5.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S-Ipprx4w6I/AAAAAAAAAGo/zVDyv3b-3sE/3150961106_4e1209f4b5.jpg" alt="3150961106_4e1209f4b5" width="436" height="272" /></p>
<p style="text-align: justify;">Konstruksi aula raksasa Karnak dimulai pada pemerintahan Ramses I (1320 &#8211; 1318 SM). Kemudian dilanjutkan oleh putranya Seti I (1318 &#8211; 1304 SM) dan diselesaikan oleh Ramses II (1304 &#8211; 1237). Ramses II juga memperluas kuil Amon dengan manambahkan serangkaian halaman dan ruang upacara.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada waktu pemerintahan Ramses III (1198 &#8211; 1166 SM), kuil ini semakin dipercantik dengan hiasan taman yang membentang dari delta Sungai Nil hingga Nubia bagian selatan. Sekitar dalapan puluh ribu pelayan dan budak ditunjuk untuk melayani sang dewa Amon-Ra di Karnak, dan terdapat kurang lebih 5000 patung mencerminkan kemuliaan-Nya. Selain itu sejumlah binatang yang dianggap suci turut dipelihara di kompleks tersebut, termasuk ribuan angsa, domba jantan dan lebih dari 421.000 ekor sapi.</p>
<div id="attachment_396" class="wp-caption aligncenter" style="width: 458px"><img class="size-full wp-image-396 " title="3134310357_9a1d433f68" src="http://lh4.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S-Ippp4HuzI/AAAAAAAAAGk/4x0AKX2up-U/3134310357_9a1d433f68.jpg" alt="3134310357_9a1d433f68" width="448" height="252" /><p class="wp-caption-text">Karnak&#39;s Obelisk.</p></div>
<p style="text-align: justify;">Disekitar 1080 SM hingga seterusnya, Mesir Kuno mengalami serangkaian invansi dari Nubia, Libya, Kushites, dan Asyur. Namun banyak penakluk malah menghormati situs suci Karnak, dan beberapa diantaranya, seperti Kushites, bahkan menambahkan beberapa bangunan mereka sendiri. Seluruhnya, situs kuno ini tetap dalam kondisi yang cukup baik hingga hari ini. Ribuan turis yang berkunjung tiap tahunnya bahkan meyakini bahwa Karnak benar-benar merupakan &#8220;Tempat yang paling terpilih&#8221;.(<strong>Dipta</strong>)</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-388" title="3683022753_88d2736515" src="http://lh5.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S-Ir3AbqPDI/AAAAAAAAAGw/x3TZllqpaGM/3683022753_88d2736515.jpg" alt="3683022753_88d2736515" width="432" height="300" /></p>
<p style="text-align: left;">Sumber gambar : <a href="http://flickr.com">Flickr</a></p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dipta-jurnal.net/keajaiban-arkeologi-karnak.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keajaiban Arkeologi : Para Prajurit Terracotta</title>
		<link>http://dipta-jurnal.net/keajaiban-arkeologi-para-prajurit-terracotta.html</link>
		<comments>http://dipta-jurnal.net/keajaiban-arkeologi-para-prajurit-terracotta.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 08:56:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dipta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arkeologi]]></category>
		<category><![CDATA[Cheops]]></category>
		<category><![CDATA[Khufu]]></category>
		<category><![CDATA[Prajurit Terracotta]]></category>
		<category><![CDATA[Qin Shi Huang]]></category>
		<category><![CDATA[Sima Qian]]></category>
		<category><![CDATA[Tembok Besar China]]></category>
		<category><![CDATA[Terracotta Army]]></category>
		<category><![CDATA[Tiongkok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dipta-jurnal.net/?p=343</guid>
		<description><![CDATA[Makam kaisar Tiongkok, Qin Shi Huang, disebut-sebut sebagai salah satu penemuan arkeologi terbesar abad ke-20. Sejarah mencatat, Qin Shi Huang merupakan kaisar pertama Dinasti Qin yang memimpin Tiongkok diantara periode 221 SM &#8211; 210 SM. Salah satu karya monumentalnya selain penyempurnaan konstruksi bangunan Tembok Besar China ialah pembangunan makam agungnya sendiri. Berbeda dengan Fir&#8217;aun Mesir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_350" class="wp-caption alignleft" style="width: 271px"><img class="size-medium wp-image-350 " title="525707929_f210d52fd0" src="http://lh4.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S-I1llLP6AI/AAAAAAAAAHw/umY8MrlfBoM/525707929_f210d52fd0.jpg" alt="525707929_f210d52fd0" width="261" height="167" /><p class="wp-caption-text">Makam Kaisar Tiongkok, Qin Shi Huang Di.</p></div>
<p style="text-align: justify;">Makam kaisar Tiongkok, <strong>Qin Shi Huang</strong>, disebut-sebut sebagai salah satu penemuan arkeologi terbesar abad ke-20. Sejarah mencatat, Qin Shi Huang merupakan kaisar pertama <strong>Dinasti Qin</strong> yang memimpin Tiongkok diantara periode 221 SM &#8211; 210 SM. Salah satu karya monumentalnya selain penyempurnaan konstruksi bangunan <strong>Tembok Besar China</strong> ialah pembangunan makam agungnya sendiri. Berbeda dengan Fir&#8217;aun Mesir Kuno, <strong>Cheops</strong> (Khufu) yang memilih untuk membangun sebuah Piramida Agung di Giza sebagai tempat peristirahatan terakhirnya, Kaisar Qin Shi Huang lebih memilih menjadikan makamnya bak sebuah Istana dengan penjagaan ribuan patung prajuritnya.<span id="more-343"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Makam sang kaisar memang begitu mempesona. Terdapat kurang lebih 8000 patung yang menggambarkan sosok para prajurit beserta kuda-kuda perang berdiri berjejer disepanjang makam. Yang lebih menarik lagi, semua patung-patung tersebut tidaklah sama antara satu dengan yang lainnya baik itu bentuk pakaian, mimik wajah, model rambut, hingga persenjataan yang mereka bawa. Selain itu, mereka juga dibedakan oleh pangkat kemiliterannya seperti Jendral, perwira, hingga para prajurit biasa. Patung prajurit yang memiliki ukuran tubuh paling tinggi ialah yang berpangkat jendral.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-345 aligncenter" title="3698163813_f676bba7ca" src="http://lh5.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S-I1lehB0aI/AAAAAAAAAHo/I9P-JI7HJLM/149257473_ee3eb3a245.jpg" alt="3698163813_f676bba7ca" width="470" height="338" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-346 aligncenter" title="149257473_ee3eb3a245" src="http://lh4.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S-I1lW7Qv1I/AAAAAAAAAHs/rUTM_vPqueo/503483747_ad55c45b60.jpg" alt="149257473_ee3eb3a245" width="468" height="312" /></p>
<p style="text-align: justify;">Patung-patung yang disebut sebagai<strong> Prajurit Terracotta</strong> ini keselururuhan terbuat dari tanah liat yang dibentuk didalam cetakan. Tingginya pun bervariasi antara 183 &#8211; 195 cm. Untuk bagian kepala, dibuat secara terpisah dari bagian badan agar memiliki bentuk dan mimik wajah yang berbeda satu sama lain. Sementara bagian-bagian wajah seperti bibir, mata, dan telinga ditambahkan secara manual dan bentuknya disempurnakan oleh polesan tangan si pematung. Patung yang telah jadi kemudian dibakar agar dihasilkan konstruksi yang lebih keras dan kokoh. Untuk tahap akhir, dilakukan pengecatan walaupun kebanyakan patung kini catnya telah memudar.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-347 aligncenter" title="untitled-2" src="http://lh4.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S-I1z0G20ZI/AAAAAAAAAH8/g8XzEpzxqqs/untitled-2.jpg" alt="untitled-2" width="469" height="299" /></p>
<p style="text-align: justify;">Sejak ditemukan oleh beberapa petani lokal diwilayah Xi&#8217;an, Propinsi Shaanxi, China ditahun 1974 silam, hingga kini masih terus dilakukan penggalian di sana. Para Arkelog memperkirakan masih banyak patung dan artifak-artifak lainnya yang masih terpendam. Mereka juga belum dapat memastikan berapa jumlah angka-angka penemuan ini akan terus bertambah. Kalkulasi terbaru menyebutkan, terdapat lebih dari 8000 patung prajurit, 130 kereta perang beserta 520 kudanya, serta 150 pasukan berkuda yang terdapat di tiga terowongan utama makam. Sungguh merupakan pemandangan yang menakjubkan mengingat baru satu persen dari keseluruhan bagian makam yang telah digali!</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-351 aligncenter" title="2589550866_e7c3279c4d" src="http://lh4.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S-I1ly1-k2I/AAAAAAAAAH4/qfYqnvKPhEg/Capture.JPG" alt="2589550866_e7c3279c4d" width="471" height="324" /></p>
<p style="text-align: justify;">Tidak semua harta benda dan perhiasan sang kaisar telah ditemukan. Konon, masih banyak harta benda berharga Kaisar Qin Shi Huang yang tersimpan disuatu bagian makam, dimana ditempat itu terpasang perangkap-perangkap yang dapat menembakkan anak panah secara otomatis kepada siapapun yang berani mengusiknya. Bahkan diyakini para pekerja yang memasang perangkap-perangkap tersebut turut dikuburkan hidup-hidup agar kerahasiannya tetap terjaga. Terdengar cukup menakutkan, bukan?</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-356 aligncenter" title="untitled2" src="http://lh4.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S-I6cf_otAI/AAAAAAAAAII/VH83JOlc1Lg/hhh.JPG" alt="untitled2" width="473" height="308" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-349 aligncenter" title="503483747_ad55c45b60" src="http://lh5.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S-I6cUJlbmI/AAAAAAAAAIE/YB8GJoMnPQk/61756809_5fb46a9ccc.jpg" alt="503483747_ad55c45b60" width="471" height="358" /></p>
<p style="text-align: justify;">Menurut sejarawan <strong>Sima Qian</strong> (145 &#8211; 90 SM), pembangunan makam agung kaisar Qin Shi Huang dimulai disekitar 246 SM &#8211; disaat usia sang Kaisar baru menginjak 13 tahun &#8211; dengan memperkerjakan kurang lebih 700.000 pekerja. Namun apa tujuan Kaisar Qin Shi Huang membangun semua ini?</p>
<p style="text-align: justify;">Faktanya, makam ini didirikan sebagai gambaran akan sebuah istana bawah tanah yang begitu besar dan mewah. Bahkan dikatakan ia adalah istana bawah tanah dengan struktur paling rumit dalam kemegahan dan fasilitasnya. Tiruan sungai yang terbuat dari air raksa serta langit-langit dengan hiasaan mutiara turut mempercantik istana. Kepercayaan di lingkungan kerajaan menyebutkan bahwa Kaisar Qin Shi Huang akan terus memimpin kerajaan dikehidupan berikutnya (alam baka/akhirat). Untuk itu ia membutuhkan sebuah istana sebagai pusat kerajaan, lengkap beserta para bala tentaranya dan pegawai-pegawai pemerintahan.(<strong>Dipta</strong>)</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-344 aligncenter" title="1802725006_97b809db4c" src="http://lh6.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S-I1lyIAlEI/AAAAAAAAAH0/B6ov1fCaWWU/1802725006_97b809db4c.jpg" alt="1802725006_97b809db4c" width="479" height="317" /></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sumber Gambar : </strong><a href="http://www.flickr.com/photos/damgaard/" target="_blank">1</a> | <a href="http://www.flickr.com/photos/purplecloud/" target="_blank">2</a> | <a href="http://www.flickr.com/photos/mseguias/" target="_blank">3</a> | <a href="http://www.flickr.com/photos/59303791@N00/" target="_blank">4</a> | <a href="http://www.flickr.com/photos/chicagolove/" target="_blank">5</a></p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dipta-jurnal.net/keajaiban-arkeologi-para-prajurit-terracotta.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Monumen Bawah Laut Yonaguni</title>
		<link>http://dipta-jurnal.net/monumen-bawah-laut-yonaguni.html</link>
		<comments>http://dipta-jurnal.net/monumen-bawah-laut-yonaguni.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Aug 2009 22:04:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dipta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arkeologi]]></category>
		<category><![CDATA[Prasejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Skeptisme]]></category>
		<category><![CDATA[Atlantis]]></category>
		<category><![CDATA[geologi]]></category>
		<category><![CDATA[Gomora]]></category>
		<category><![CDATA[Inca]]></category>
		<category><![CDATA[Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Lemuria]]></category>
		<category><![CDATA[Machu Picchu]]></category>
		<category><![CDATA[Sodom]]></category>
		<category><![CDATA[Taiwan]]></category>
		<category><![CDATA[Tiahuanaco]]></category>
		<category><![CDATA[Yonaguni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dipta-jurnal.net/?p=268</guid>
		<description><![CDATA[Pulau Yonaguni, Jepang Terletak kurang lebih 125 kilometer di timur pesisir pantai Taiwan, Yonaguni merupakan sebuah pulau cantik nan eksotis. Lebih dari itu, pantai Yonaguni selalu menjadi magnet bagi para penyelam karena selain terkenal dengan keindahan bawah laut serta populasi hiu hammerhead-nya, ia juga menyimpan keajaiban bawah laut yang mungkin tidak bisa ditemui di tempat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp" style="text-align: justify;">
<dl class="wp-caption alignleft" style="width: 260px;">
<dt class="wp-caption-dt"><img class=" " title="yonaguni_mapa(1)" src="http://lh3.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S_j-0wAX94I/AAAAAAAAAKQ/OeDvESOLXss/yaeyama.jpg" alt="yonaguni_mapa(1)" width="250" height="165" /></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Pulau Yonaguni, Jepang</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Terletak kurang lebih 125 kilometer di timur pesisir pantai Taiwan, Yonaguni merupakan sebuah pulau cantik nan eksotis. Lebih dari itu, pantai Yonaguni selalu menjadi magnet bagi para penyelam karena selain terkenal dengan keindahan bawah laut serta populasi hiu hammerhead-nya, ia juga menyimpan keajaiban bawah laut yang mungkin tidak bisa ditemui di tempat lain oleh para pecinta <em>diving</em>. Ya, dibawah laut pantai ini terdapat suatu bentuk formasi batu raksasa yang begitu luar biasa indah. Khalayak ramai menyebutnya sebagai <strong>Monumen Yonaguni</strong>.<span id="more-268"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Namun dibalik keindahannya, ternyata monumen Yonaguni lebih banyak menyimpan misteri<a href="http://www.dipta-jurnal.net" target="_blank">. </a>Sejak ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang penyelam berkebangsaan Jepang, Kihaciro Aratake di tahun 1987, hingga kini monumen batu yang terkubur pada kedalaman 30 meter tersebut begitu banyak menimbulkan perdebatan. Banyak ahli arkeologi dan geologi mengganggapnya sebagai formasi batu yang terbentuk melalui proses alam, namun tak sedikit pula yang menggapnya sebagai buah tangan manusia. Namun kalau boleh jujur, sulit rasanya mempercayai monumen Yonaguni terbentuk melalui proses alam mengingat kesempurnaan presisi disetiap susunan batu hingga membentuk suatu mahakarya seperti ini. Ciptaan manusia kalau menurut pendapat saya pribadi.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class=" " title="2614515679_765d0e1dcb" src="http://lh6.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S_j-GmcrvZI/AAAAAAAAAKE/V_ActnzIOOk/2614515679_765d0e1dcb.jpg" alt="2614515679_765d0e1dcb" width="300" height="400" /><p class="wp-caption-text">Tangga?</p></div>
<div id="attachment_275" class="wp-caption aligncenter" style="width: 321px"><img class="size-full wp-image-275 " title="untitled-12" src="http://lh6.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S_j-0zTy91I/AAAAAAAAAKU/w_vgtMqLJiA/untitled-12.jpg" alt="untitled-12" width="311" height="261" /><p class="wp-caption-text">Yonaguni symbol</p></div>
<p style="text-align: justify;">Jikalau benar buatan manusia, lalu peradaban manakah yang menciptakannya? Kemungkinan besar, inilah bangunan yang menjadi saksi bisu akan kejayaan peradaban Lemuria yang hilang ditelan masa itu. Peradaban Mu atau yang lebih dikenal dengan sebutan <strong>Lemuria</strong>, merupakan salah satu peradaban hilang yang begitu terkenal selain <a href="http://dipta-jurnal.net/atlantis-ditemukan-google-ocean.html" target="_blank">Atlantis</a>, Sodom-Gomora, Troya, dan <a href="http://dipta-jurnal.net/benarkan-manusia-dan-dinosaurus-pernah-hidup-bersama-bag-1.html" target="_blank">Tiahuanaco</a>. Menurut arkeolog David H Childress, sejarah peradaban ini hanya diketahui oleh beberapa orang tertentu saja. Peradaban Lemuria mungkin telah ada sejak 78.000 tahun yang lalu dan diperkirakan terletak di samudera Pasifik. Sama halnya dengan Atlantis dan Sodom-Gomora, banyak yang mengatakan peradaban Lemuria hancur oleh bencana alam sekitar 26.000 tahun yang lalu. Namun tak sedikit pula yang berpendapat ia adalah salah satu &#8220;korban&#8221; akhir zaman es  sekitar 10.000 tahun yang lalu atau pada awal kala Holosen (akhir Pleistosen).</p>
<p style="text-align: justify;">Namun karena masih sangat minimnya catatan arkeologi akan peradaban Lemuria sehingga banyak yang mengatakannya hanya sebatas legenda, serta adanya beberapa kontradiksi sejarah membuat banyak yang meyakini bangunan monolit bawah laut Yonaguni terbentuk melalui proses geologi yang sebetulnya sulit untuk dijelaskan.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="1413045983_4fe60d2350" src="http://lh5.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S_j-GSdPUKI/AAAAAAAAAKA/v6TiLp1D0fA/1413045983_4fe60d2350.jpg" alt="1413045983_4fe60d2350" width="448" height="274" /></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter" title="2615345342_f32bea974a" src="http://lh3.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S_j-F617HYI/AAAAAAAAAJ8/M7cWmjV3NWo/728487440_042e3230b5.jpg" alt="2615345342_f32bea974a" width="446" height="300" /><br />
Terlepas dari perdebatan diatas, saya melihat bangunan ini memiliki banyak kesamaan dalam segi arsitektur dengan beberapa situs peninggalan sejarah di Amerika Latin<a href="http://dipta-jurnal.net/monumen-bawah-laut-yonaguni.html/trackback/" target="_blank">.</a> Monumen Yonaguni sekilas mengingatkan saya akan Machu Picchu, yang sering disebut sebagai kota hilang pada sejarah kerajaan Inca di Peru. Apakah ini merupakan bentuk akulturasi dalam bentuk arsitektur bangunan monolit Amerika Latin &#8211; Lemuria? Sepertinya demikian dan itu sering kita temukan pada bangunan peninggalan sejarah diseluruh dunia.(<strong>Dipta</strong>)</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-273" title="yonag" src="http://lh6.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S_j-HEwpRaI/AAAAAAAAAKM/00CXujDbt6k/2615345342_f32bea974a.jpg" alt="yonag" width="448" height="337" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-274" title="728487440_042e3230b5" src="http://lh4.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S_j-G1ZAMaI/AAAAAAAAAKI/o3CZPhNZCU0/2615345254_840629914b.jpg" alt="728487440_042e3230b5" width="447" height="311" /></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Sumber Gambar : <a href="http://flickr.com/photos/21812746@N00/" target="_blank">1</a>|<a href="http://flickr.com/photos/8772408@N06/" target="_blank">2</a>|<a href="http://www.flickr.com/photos/sarmoung/" target="_blank">3</a></p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dipta-jurnal.net/monumen-bawah-laut-yonaguni.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>38</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siapa Yang Menembak Neanderthal?</title>
		<link>http://dipta-jurnal.net/siapa-yang-menembak-neanderthal.html</link>
		<comments>http://dipta-jurnal.net/siapa-yang-menembak-neanderthal.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Jul 2009 16:09:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dipta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arkeologi]]></category>
		<category><![CDATA[Prasejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Skeptisme]]></category>
		<category><![CDATA[bubuk mesiu]]></category>
		<category><![CDATA[Homo Heildelbergensis]]></category>
		<category><![CDATA[Manusia Purba]]></category>
		<category><![CDATA[misteri prasejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Neanderthal]]></category>
		<category><![CDATA[senjata api]]></category>
		<category><![CDATA[skeptis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dipta-jurnal.net/?p=253</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu tengkorak &#8220;berlubang tembak&#8221; -lubang kecil disebelah kiri tengkorak- yang tersimpan di British Museum. Sesuatu yang sangat menarik tersimpan di Museum Paleontologi Moskow, Rusia. Jika kawan-kawan menganggap sesuatu yang menarik tersebut merupakan peninggalan purbakala berupa arca, menhir, dolmen, atau sejenisnya itu salah, sebab yang saya maksudkan disini hanyalah sebuah tengkorak Neanderthal. Lalu, apa yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp" style="text-align: justify;">
<dl id="attachment_255" class="wp-caption alignright" style="width: 250px;">
<dt class="wp-caption-dt"><img class="size-full wp-image-255  " title="6592_med" src="http://lh3.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S_kKjC89OqI/AAAAAAAAAKc/P4RWe1k8c10/kabwe_skull.jpg" alt="6592_med" width="240" height="200" /></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Salah satu tengkorak &#8220;berlubang tembak&#8221; -lubang kecil disebelah kiri tengkorak- yang tersimpan di British Museum.</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Sesuatu yang sangat menarik tersimpan di Museum Paleontologi Moskow, Rusia. Jika kawan-kawan menganggap sesuatu yang menarik tersebut merupakan peninggalan purbakala berupa arca, menhir, dolmen, atau sejenisnya itu salah, sebab yang saya maksudkan disini hanyalah sebuah tengkorak <a href="http://dipta-jurnal.net/meluruskan-mitos-neanderthal.html" target="_blank">Neanderthal</a>. Lalu, apa yang menarik dari sebuah tengkorak Neanderthal? Mungkin bagi kebanyakan orang dan para pengunjung Meseum menggapnya hanya sesuatu yang biasa saja. Namun, tengkorak tersebut sebenarnya menyimpan sebuah misteri prasejarah yang membingungkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tengkorak ini merupakan tengkorak Neanderthal biasa, tidak ada yang aneh dari bentuknya. Namun apabila kita cermati lebih teliti, ia memiliki keganjilan. Jika kita perhatikan pada gambar, tengkorak ini memiliki lubang kecil yang terletak tepat dibelakang telinga.<span id="more-253"></span> Lubang dengan diameter kecil yang menurut para ahli tidak mungkin terbentuk akibat hantaman proyektil semacam anak panah maupun mata tombak. Proyektil yang dikenal dapat meninggalkan lubang bulat mulus semacam ini tanpa menimbulkan retakan pada tengkorak hanyalah sebuah peluru dari senapan / senjata api yang ditembakkan dengan kecepatan tinggi<a href="http://www.dipta-jurnal.net" target="_self">.</a> Yang lebih menarik lagi, menurut penelitian yang dilakukan oleh beberapa ahli forensik terhadap kerangka menunjukkan bahwa kemungkinan besar lubang terbentuk pada saat si Neanderthal masih hidup.</p>
<p style="text-align: justify;">Lubang serupa juga terdapat di sebuah tengkorak sejenis Neanderthal yang ditemukan pada 17 Juni 1921 di wilayah Rhodesia, Zambia oleh seorang buruh tambang bernama Tom Zwiglaar di sebuah gua batu gamping<a href="http://dipta-jurnal.net/siapa-yang-menembak-neanderthal.html" target="_blank">.</a> Tengkorak yang kemudian teridentifikasi sebagai jenis <em>Homo Heidelbergensis</em> itu kini tersimpan di British Museum, London dan diperkirakan berasal dari 40.000 &#8211; 38.000 tahun yang lalu.<em> Homo Heildelbergensis</em> diketahui sebagai nenek moyang Neanderthal yang menetap di Eropa.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya benda macam apakah yang menembus kepala makhluk-makhluk ini? Apakah benar-benar peluru yang ditembakkan dari sebuah benda semacam senjata api?</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak banyak teori ataupun hipotesa yang diajukan oleh beberapa paleontolog sebagai upaya untuk sedikit membuka tabir misteri. Pernyataan ahli forensik mengatakan bahwa lubang seperti ini hanya dapat terbentuk dari sebuah peluru yang dilesahkan dengan kecepatan tinggi merupakan satu-satunya jawaban yang ditawarkan kepada kita. Pernyataan tersebut tentunya juga turut merubah paradigma kita akan kehidupan prasejarah. Apakah manusia purba sudah dapat menciptakan peralatan sejenis senapan dan telah mampu memproduksi bubuk mesiu? Jikalau tidak, lalu siapa yang &#8220;bermain&#8221; senapan seperti ini di kala puluhan ribu tahun silam?</p>
<p style="text-align: justify;">Namun bagi orang-orang yang skeptis, tidak ada senjata api pada masa prasejarah dan tidak mungkin pula manusia-manusia purba dapat menciptakannya. Bagi mereka, lubang pada tengkorak terbentuk tak lain karena suatu penyakit, barangkali abses atau sejenisnya yang timbul akibat infeksi bakteri.(<strong>Dipta</strong>)</p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dipta-jurnal.net/siapa-yang-menembak-neanderthal.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>39</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fir&#8217;aun Manakah Yang Tenggelam di Laut Merah?</title>
		<link>http://dipta-jurnal.net/firaun-manakah-yang-tenggelam-di-laut-merah.html</link>
		<comments>http://dipta-jurnal.net/firaun-manakah-yang-tenggelam-di-laut-merah.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2009 19:10:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dipta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arkeologi]]></category>
		<category><![CDATA[Prasejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Skeptisme]]></category>
		<category><![CDATA[Amenhotep]]></category>
		<category><![CDATA[Bani Israel]]></category>
		<category><![CDATA[Fir'aun]]></category>
		<category><![CDATA[Hatshepsut]]></category>
		<category><![CDATA[Laut Merah]]></category>
		<category><![CDATA[mukjizat]]></category>
		<category><![CDATA[Musa]]></category>
		<category><![CDATA[Piramida]]></category>
		<category><![CDATA[Remesses]]></category>
		<category><![CDATA[Seti]]></category>
		<category><![CDATA[Thutmose]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dipta-jurnal.net/?p=156</guid>
		<description><![CDATA[Kisah mengenai Mukjizat Nabi Musa (Moses) yang membelah Laut Merah dengan tongkatnya untuk menghindari kejaran Fir&#8217;aun dan bala tentaranya tentunya sudah tak asing lagi ditelinga kita. Di kitab suci Al-Qur&#8217;an dan Alkitab, kronlogi pengejaran dikisahkan begitu gamblang walaupun terdapat sedikit perberbedaan kisah diatara keduanya. Namun yang pasti, kedua kitab suci tersebut mengisahkan kepada kita mengenai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_163" class="wp-caption alignright" style="width: 185px"><strong><strong><img class="size-medium wp-image-163 " title="tut-relief" src="http://lh4.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S_kelL1m8qI/AAAAAAAAAK4/oArqFDNvpMI/ramses1-1.jpg" alt="Relief Ramesses II, Fir'aun yang kerap digambarkan sebagai sosok yang kerap menyiksa para budak pekerja" width="175" height="175" /></strong></strong><p class="wp-caption-text">Relief Ramesses II</p></div>
<p style="text-align: justify;">Kisah mengenai Mukjizat Nabi Musa (Moses) yang membelah Laut Merah dengan tongkatnya untuk menghindari kejaran Fir&#8217;aun dan bala tentaranya tentunya sudah tak asing lagi ditelinga kita. Di kitab suci Al-Qur&#8217;an dan Alkitab, kronlogi pengejaran dikisahkan begitu gamblang walaupun terdapat sedikit perberbedaan kisah diatara keduanya. Namun yang pasti, kedua kitab suci tersebut mengisahkan kepada kita mengenai akhir yang menggembirakan bagi Musa beserta Kaum Bani Israel karena dapat meloloskan diri dari kejaran Fir&#8217;aun beserta bala tentaranya. Dan bagi sang Fir&#8217;aun, ia justru menemui ajalnya setelah tenggelam bersama pasukannya di Laut Merah.</p>
<p style="text-align: justify;">Walaupun Al-Quran dan Alkitab sudah cukup jelas mengisahkan kronologi peristiwa itu terjadi, namun masih terdapat teka-teki mengenai siapa sebenarnya Fir&#8217;aun yang memimpin pengejaran terhadap Musa beserta kaum Bani Israel? Al-Quran dan Alkitab tidak menyebutkan secara mendetail siapakah Fir&#8217;aun yang dimaksud.<span id="more-156"></span></p>
<p>Fir&#8217;aun (Pharaoh) merupakan gelar yang diberikan kepada raja-raja Mesir kuno. Asal usuI istilah Fir&#8217;aun sebetulnya merujuk kepada nama istana tempat berdiamnya seorang raja, namun lama &#8211; kelamaan digunakan sebagai gelar raja-raja Mesir kuno. Banyak Fir&#8217;aun yang telah memimpin peradaban yang terkenal dengan penginggalan Piramida Khufu-nya itu, mulai dari <strong>Raja Menes</strong> -sekitar 3000 SM, pendiri kerajaan, pemersatu Mesir hulu dan hilir  &#8211; hingga Mesir jatuh dibawah kepemimpinan raja-raja dari Persia.</p>
<p>Sejauh ini telah banyak studi yang dilakukan untuk mengidentifikasi siapakah Fir&#8217;aun yang sedang berkuasa saat peristiwa keluarnya Musa beserta Bani Israel dari tanah Mesir. Berikut beberapa kandidatnya :</p>
<ul>
<li><strong>Ahmose I</strong> (1550 SM &#8211; 1525 SM)</li>
<li><strong>Thutmose I</strong> (1506 SM &#8211; 1493 SM)</li>
<li><strong>Thutmose II</strong> (1494 SM &#8211; 1479 SM)</li>
<li><strong>Thutmose III</strong> (1479 SM &#8211; 1425 SM)</li>
<li><strong>Amenhotep II</strong> (1427 SM &#8211; 1401 SM)</li>
<li><strong>Amenhotep IV</strong>(1352 SM – 1336 SM)</li>
<li><strong>Horemheb</strong> (sekitar 1319 SM &#8211; 1292 SM)</li>
<li><strong>Ramesses I</strong> (sekitar 1292 SM &#8211; 1290 SM)</li>
<li><strong>Seti I</strong> (sekitar 1290 SM &#8211; 1279 SM)</li>
<li><strong>Ramesses II</strong> (1279 SM &#8211; 1213 SM)</li>
<li><strong>Merneptah</strong> (1213 SM &#8211; 1203 SM)</li>
<li><strong>Amenmesse</strong> (1203 SM &#8211; 1199 SM)</li>
<li><strong>Setnakhte</strong> (1190 SM &#8211; 1186 SM)</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Dari daftar beberapa Fir&#8217;aun diatas, nama <strong>Ramesses II</strong> selama ini memang kerap diidentifikasikan sebagai Fir&#8217;aun yang sedang berkuasa pada saat itu. Ia  merupakan sosok Fir&#8217;aun terbesar dan terkuat yang pernah memimpin peradaban Mesir kuno. Ramesses II juga merupakan salah satu Fir&#8217;aun yang paling lama berkuasa, yakni 66 tahun lamanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sifatnya yang kadang tirani terhadap masyarakat kelas bawah, membuat sejarawan banyak yang berspekulasi dengan menyebutkan ia sebagai raja yang memperbudak Bani Israel. Walaupun demikian, tidak ada bukti arkeologi yang benar-benar memperkuat dugaan tersebut. Selain itu periode masa hidupnya juga dikatakan tidak cocok dengan kemungkinan terjadinya peristiwa keluaran.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian menilik ke <strong>Raja Merneptah</strong> &#8211; putra Ramesses II &#8211; yang berkuasa setelah Ramesses II mangkat, ia juga bukan merupakan Fir&#8217;aun yang dimaksud mengingat pada masa pemerintahannya, Merneptah pernah mengatakan bahwa Bangsa Israel telah tiba di tanah Kana&#8217;an. Itu artinya, peristiwa keluarnya Musa beserta Bani Israel telah lama terjadi sebelum ia berkuasa.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu bagaimana dengan <strong>Seti I</strong>, ayah dari Ramesses II ? Bagaimanapun juga, ahli sejarah Alkitab mengatakan peristiwa keluaran ini terjadi disekitar 1400 SM, itu jauh dari masa pemerintahan Seti I.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa Sejarawan yang menggunakan metode penelitian dengan cara mencocokkan kronologi di dalam catatan-catatan peninggalan Mesir Kuno dengan perkiraan waktu keluaran pada kitab suci menyimpulkan, kemungkinan peristiwa itu terjadi saat Mesir kuno dibawah pimpinan Raja-raja Dinasti ke-18.</p>
<p style="text-align: justify;">Dinasti ke-18 mencakup beberapa raja, yakni Thutmose I (1506 SM &#8211; 1493 SM), Thutmose II (1494 SM &#8211; 1479 SM), diselingi oleh kepempinan Fir&#8217;aun wanita yaitu Ratu Hatsepsut (1479 SM -1458 SM) kemudian Thutmose III (1479 SM &#8211; 1425 SM).</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Benarkan Thutmose II Fir&#8217;aun yang tenggelam di Laut Merah?</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<div id="attachment_161" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><strong><strong><img class="size-medium wp-image-161 " title="tut-relief" src="http://lh4.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S_kek_RrudI/AAAAAAAAAK0/XeZB1hDb69Y/Thutmose%20II%20Relief.jpg" alt="Relief Thutmose II" width="200" height="300" /></strong></strong><p class="wp-caption-text">Relief Thutmose II</p></div>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong>Menurut studi yang dilakukan oleh Sejarawan Alan Gardiner, setelah kematian Thutmose I dan masa persinggahannya selama 40 tahun di Madyan / Midian, Musa memutuskan untuk kembali ke tanah Mesir tempat beliau dibesarkan. Allah menugaskan Musa untuk menyampaikan ajaran agama yang hakiki kepada Fir&#8217;aun. Pada saat itu, Mesir dipimpin oleh Raja Thutmose II yang memperistri Ratu Hatshepsut.</p>
<p style="text-align: justify;">Thutmose II, menurut sejarah bukanlah sosok Fir&#8217;aun yang hebat, sebaliknya istrinya Hatshepsut yang banyak berperan penting bagi kemajuan kerajaan. Walaupun bukan merupakan sosok pemimpin yang dikatakan berpengaruh, Gardiner tetap meyakini Thutmose II merupakan kandidat terkuat fir&#8217;aun yang melakukan pengejaran terhadap Musa beserta kaum Bani Israel. Hal itu dikarenakan banyaknya kecocokan dengan studi sejarah yang ia lakukan.</p>
<p style="text-align: justify;">Garnier juga menambahakan bahwa di pusara tempat berdiamnya mummi Thutmose II, hampir tidak ditemukan ornamen-ornamen dan benda-benda berharga &#8220;semewah&#8221; pusara raja-raja Mesir kuno yang lainnya. Ada kesan bahwa raja ini tidak begitu disukai dan dihormati oleh rakyatnya, sehingga mereka tak peduli dengan kematian sang Raja. Selain itu, kematiannya yang mendadak juga menjadi salah satu alasannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Penelitian terhadap Mummi Thutmose II yang ditemukan di situs Deir el-Bahri pada tahun 1881 mengungkapkan bahwa terdapat banyak bekas cidera di tubuhnya, dan Mummi-nya ditemukan tidak dalam kondisi yang bagus. Hal ini mungkin menandakan Thutmose II mati secara tidak wajar. Apakah cidera di tubuhnya itu akibat hempasan kekuatan gelombang Laut Merah yang secara tiba-tiba tertutup kembali? Wallahu &#8216;alam Bishawab</p>
<p style="text-align: justify;">Al-Quran sendiri mengisahkan detik-detik terakhir kehidupan Sang Fir&#8217;aun :</p>
<blockquote><p><em>Dan Kami memungkinkan Bani Israel melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir&#8217;aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir&#8217;aun itu telah hampir tenggelam berkatalah ia ;&#8221; Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israel, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)&#8221;. ( QS Yunus 90).</em></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Dari ayat diatas kita dapat mengetahui bahwa Fir&#8217;aun mencoba memohon kepada Allah agar ia diselamatkan ketika air mengenggelamkan raganya. Namun sangatlah jelas bahwasannya tindakan Fir&#8217;aun hanyalah suatu kebohongan semata sebagai alasan untuk menyelamatkan dirinya sendiri dari maut.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah sang Fir&#8217;aun tewas pada periode pemerintahannya yang tergolong singkat, besar kemungkinan jalannya roda pemerintahan diambil alih sementara oleh sang Ratu yang tak lain ialah Hatshepsut sebelum akhirnya Thutmose III naik tahta.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika benar Thutmose II merupakan Fir&#8217;aun yang dimaksud, ada suatu kemungkinan kronologi sejarahnya menjadi demikian :</p>
<p style="text-align: justify;">Pertama, Musa dibesarkan dilingkungan kerajaan Mesir saat Thutmose I berkuasa, dan istri Thutmose I yang menemukan bayi Musa saat hanyut di Sungai Nil.</p>
<p style="text-align: justify;">Kedua,  selang puluhan tahun setelah Musa melarikan diri dari tanah Mesir karena ancaman hukuman mati akibat peristiwa terbunuhnya seorang prajurit kerajaan olehnya, ia kembali untuk menyampaikan ajaran Allah kepada Fir&#8217;aun. Namun pada saat itu mungkin Thutmose I telah meninggal dan digantikan putranya Thutmose II.</p>
<div id="attachment_162" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-162 " title="totmes2_1" src="http://lh3.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S_kelaCAFTI/AAAAAAAAAK8/6IgkxJz0SNQ/s576/totmes2_1.jpg" alt="Mummi Thutmose II" width="300" height="242" /><p class="wp-caption-text">Mummi Thutmose II</p></div>
<p style="text-align: justify;"><strong>Mengapa Thutmose II Diyakini Sebagai Firaun Yang Tenggelam di Laut Merah Sedangkan Mummi-nya Sendiri Berhasil Ditemukan?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pertanyaan diatas memang kerap ditanyakan. Mereka yang bertanya kebanyakan beranggapan bahwa Jasad Fir&#8217;aun tidak mungkin berhasil ditemukan apalagi dalam bentuk Mummi, sebab telah tenggelam di Laut Merah bersama bala tentaranya.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi kawan-kawan muslim, Al-Quran mengisahkan kepada kita sebagai berikut :</p>
<blockquote><p><em>Apakah sekarang (kamu baru percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesunguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuatan Kami.</em> ( QS Yunus 91-92).</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Tentunya ayat diatas sudah cukup menjelaskan mengapa Allah dengan sengaja menyelamatkan jasad sang Fir&#8217;aun.(<strong>Dipta</strong>)</p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dipta-jurnal.net/firaun-manakah-yang-tenggelam-di-laut-merah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
