<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dipta Jurnal &#187; Prasejarah</title>
	<atom:link href="http://dipta-jurnal.net/category/prasejarah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dipta-jurnal.net</link>
	<description>The Personal Blog of Dipta</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Aug 2010 01:25:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
		<item>
		<title>Teka-Teki Tengkorak Starchild</title>
		<link>http://dipta-jurnal.net/teka-teki-tengkorak-starchild.html</link>
		<comments>http://dipta-jurnal.net/teka-teki-tengkorak-starchild.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Jun 2010 20:20:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dipta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arkeologi]]></category>
		<category><![CDATA[Fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[Prasejarah]]></category>
		<category><![CDATA[DNA]]></category>
		<category><![CDATA[Karbon-14]]></category>
		<category><![CDATA[penanggalan radiokarbon]]></category>
		<category><![CDATA[Starchild]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dipta-jurnal.net/?p=487</guid>
		<description><![CDATA[Sejarah tengkorak Starchild bermula di tahun 1930 ketika seorang gadis remaja menemukan mereka di sebuah bekas tambang yang telah ditinggalkan. Bekas tambang yang terletak di dekat Chihuahua, Meksiko ini menyimpan kerangka-kerangka aneh yang terkubur sangat dangkal bersama dengan beberapa tulang-belulang manusia normal lainnya. Merasa tertarik dengan beberapa tengkorak disana, remaja tersebut akhirnya menggali dan membawa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 191px"><img src="http://lh6.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/TB5yv2HE9uI/AAAAAAAAANw/V6HOO-nOPv4/1929695_f260.jpg" alt="" width="181" height="161" /><p class="wp-caption-text">Tengkorak manusia? Alien? atau keduanya?</p></div>
<p style="text-align: justify;">Sejarah tengkorak Starchild bermula di tahun 1930 ketika seorang gadis remaja menemukan mereka di sebuah bekas tambang yang telah ditinggalkan. Bekas tambang yang terletak di dekat Chihuahua, Meksiko ini menyimpan kerangka-kerangka aneh yang terkubur sangat dangkal bersama dengan beberapa tulang-belulang manusia normal lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Merasa tertarik dengan beberapa tengkorak disana, remaja tersebut akhirnya menggali dan membawa beberapa pulang ke rumahnya di El Paso. Tengkorak-tengkorak tersebut kemudian ia simpan di dalam sebuah kardus sebagai suvenir hingga kematiannya di awal 1990-an.<span id="more-487"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Di tahun 1998, tengkorak tersebut berpindah tangan dari pewarisnya Ray dan Melanie Young ke Lloyd Pye. Di tangan Pye yang merupakan seorang peneliti di bidang ilmu pengetahuan alternatif, tengkorak-tengkorak tersebut diteliti. Pengujian dengan penanggalan <strong>karbon-14</strong> telah dilakukan beberapa tahun terkahir ini untuk membuktikan apakah tengkorak-tengkorak tersebut merupakan tengkorak manusia atau hibrid (alien).</p>
<p style="text-align: justify;">Didanai oleh pribadi dan beberapa pendukungnya, Llyod Pye melakukan pengujian termasuk dengan metode-metode diantaranya CAT Scan, sinar-X, penanggalan radiokarbon, scan tulang, analisis scanning elektron mikroskopis, dan analisis DNA mitokondria. Menariknya, menurut Pye, hasil-hasil tes tersebut menunjukkan bahwa tengkorak ini berusia sekitar 900 tahun dan bukanlah berasal dari manusia-manusia yang cacat.</p>
<p style="text-align: justify;">Analisa terhadap DNA Starchild sebelumnya pernah dilakukan musim panas tahun 2003 di Trace Genetics, sebuah laboratorium modern yang secara khusus digunakan untuk menganalisa DNA dari peninggalan-peninggalan kuno dan memfokuskan  pada silsilah keturunan, forensik, diagnostik molekuler dan genetika populasi. Laboratorium ini dipilih karena reputasinya yang kerap mempelopori metode-metode baru serta menetapkan standar industri baru dalam teknologi analisis DNA kuno.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter" src="http://lh6.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/TB5ywHGXv9I/AAAAAAAAAN0/vM3CpSvw35g/starchild_skull.jpg" alt="" width="394" height="141" /></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam penelitian ini, dua jenis DNA pada tengkorak Starchild diteliti dan dipelajari. Pertama adalah DNA Ibu (DNA Mitokondria) dan kedua adalah DNA nuklir yang seluruhnya merupakan paket genom yang berasal dari kedua orang tua. DNA Mitokondria ditemukan dengan mudah, dan terbukti ibu dari tengkorak-tengkorak ini berasal dari manusia.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun enam upaya pada DNA nuklir gagal dan tidak bisa pulih. Menurut Lloyd Pye, ini merupakan indikasi kuat bahwa ayah mereka bukan berasal dari manusia. Untuk masuk ke detail lebih lanjut dan melihat warisan genetik dari kedua orang tua, pengujian lainnya diperlukan untuk memulihkan seluruh genom tengkorak.</p>
<p style="text-align: justify;">Langkah selanjutnya dalam proses tes DNA akan memerlukan teknologi baru yang dikembangkan oleh <a href="http://http://en.wikipedia.org/wiki/Roche_Applied_Science" target="_blank">Roche Applied Science </a>bernama <em>Genome Sequencer System</em>. Langkah ini memungkinkan untuk mengurutkan kembali keseluruhan genom dasar yang dihubungkan melalui ikatan hidrogen (pasangan basa) yang umumnya pada kebanyakan manusia berjumlah sekitar 3 miliar. Alat yang disebut <em>Genome Sequencer System</em> tersebut diklaim dapat memulihkan urutan genom Starchild dan membandingkannya dengan genom lain, seperti genom pada manusia, simpanse, atau neanderthal.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://lh3.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/TB5yxf4vXCI/AAAAAAAAAN8/wpdDuI9GOPw/starchild.jpg" alt="" width="422" height="208" /></p>
<p style="text-align: justify;">Semua itu merupakan langkah yang diperlukan untuk mengindetifikasi lebih lanjut asal muasal tengkorak-tengkorak Starchild. Namun tampaknya hal tersebut akan terbentur oleh masalah biaya, dimana sekitar $200.000 harus dikeluarkan untuk melakukannya. Maka dari itu, Llyod Pye bersama beberapa orang antusias lainnya mempersilakan bagi Anda yang ingin memberikan donasi untuk membantu pelaksanaan proyek ini dalam Starchild Project yang beralamat di <a href="http://www.starchildproject.com" target="_blank">starchildproject.com</a>.(<strong>Dipta</strong>)</p>
<p style="text-align: center;"><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="440" height="278" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/evXAdsj95Ro&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="440" height="278" src="http://www.youtube.com/v/evXAdsj95Ro&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;"></embed></object></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Definisi :</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Genom</strong> : Dalam genetika, adalah keseluruhan bahan genetik yang membawa semua informasi pendukung kehidupan pada suatu makhluk hidup, baik yang merupakan gen atau bukan. Pada semua makhluk hidup, genom mencakup semua informasi genetik  yang dibawa DNA, baik di inti sel  (nukleus), mitokondria, maupun plastida. (Sumber : id.wikipedia.org)</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Karbon-14 (radiokarbon)</strong> : Adalah isotop radioaktif karbon dengan inti yang mengandung 6 proton dan 8 neutron. Keberadaannya dalam bahan organik adalah dasar dari metode penanggalan radiokarbon untuk memperkirakan umur pada sampel-sampel arkeologi, geologi, dan hidrogeologi. Karbon-14 ditemukan pada tanggal 27 Februari 1940 oleh Martin Kamen  dan Sam Ruben dari Laboratorium Radiasi Universitas California, Berkeley, meskipun keberadaannya telah diduga sebelumnya oleh Franz Kurie  pada tahun 1934. (Sumber : id.wikipedia.org)</p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dipta-jurnal.net/teka-teki-tengkorak-starchild.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keajaiban Arkeologi : Karnak</title>
		<link>http://dipta-jurnal.net/keajaiban-arkeologi-karnak.html</link>
		<comments>http://dipta-jurnal.net/keajaiban-arkeologi-karnak.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Dec 2009 20:18:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dipta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arkeologi]]></category>
		<category><![CDATA[Prasejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Amnehotep]]></category>
		<category><![CDATA[Amon-Ra]]></category>
		<category><![CDATA[Fir'aun]]></category>
		<category><![CDATA[Karnak]]></category>
		<category><![CDATA[Mesir Kuno]]></category>
		<category><![CDATA[Nubia]]></category>
		<category><![CDATA[Ramses]]></category>
		<category><![CDATA[Seti]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Nil]]></category>
		<category><![CDATA[Tutankhamun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dipta-jurnal.net/?p=386</guid>
		<description><![CDATA[Di tepi sungai Nil, diantara kota kuno Luxor dan Thebes, terletak sisa-sisa Karnak. Karnak disebut-sebut sebagai salah satu kompleks kuil paling megah yang pernah dibangun. Di Mesir Kuno, nama Karnak memiliki arti &#8220;Tempat yang paling terpilih&#8221;, dan itu menjadikannya sebagai pusat keagamaan selama periode yang dikenal sebagai Kerajaan Baru (sekitar 1550 SM). Didedikasikan kepada Dewa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div class="wp-caption alignright" style="width: 221px"><img src="http://lh3.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S-IppBd4ZAI/AAAAAAAAAGc/5gxP2ex3nj0/118382722_d964f01fe0.jpg" alt="" width="211" height="249" /><p class="wp-caption-text">Pilar-Pilar Raksasa Karnak</p></div>
<p style="text-align: justify;">Di tepi sungai Nil, diantara kota kuno Luxor dan Thebes, terletak sisa-sisa <strong>Karnak</strong>. Karnak disebut-sebut sebagai salah satu kompleks kuil paling megah yang pernah dibangun. Di Mesir Kuno, nama Karnak memiliki arti &#8220;Tempat yang paling terpilih&#8221;, dan itu menjadikannya sebagai pusat keagamaan selama periode yang dikenal sebagai Kerajaan Baru (sekitar 1550 SM).</p>
<p style="text-align: justify;">Didedikasikan kepada Dewa Matahari Amon-Ra dan didirikan disekitar 1500 SM, Karnak terdiri dari pilar-pilar besar, menjulang tinggi, dan yang luar biasa ialah Obelisk setinggi 97 meter dengan bobot sekitar 323 ton. Sedangkan aulanya merupakan salah satu ruangan terbesar yang pernah dibangun, dimana luasnya hampir 54.000 meter persegi.</p>
<p style="text-align: justify;">Reruntuhan-reruntuhan bangunan disekitarnya memberi kesan bahwa Karnak telah menjadi tempat yang sakral jauh sebelum berdirinya Kerajaan Baru di Mesir Kuno.</p>
<p style="text-align: justify;">Sisa-sisa kuil yang bertanggal 1971 SM, membuktikan bahwa pendahulu dari para pemuja Amon-Ra juga menemukan area lain yang digunakan sebagai tempat khusus untuk memuja dewa-dewa mereka.<span id="more-386"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Penyembahan Amon-Ra dan pengaruh akan karnak tetap kuat hingga <strong>Akhenaton</strong> memerintah Mesir Kuno pada periode 1379 &#8211; 1362 SM. Raja Akhenaton (disebut juga <strong>Amenhotep IV</strong>), merupakan fir&#8217;aun dinasti ke-18 dan ia merupakan ayah dari Raja muda Tutankahamun/Tutankhamen (Fir&#8217;aun yang terkenal dengan kutukannya itu). Akhenaton merupakan fir&#8217;aun yang membawa perubahan besar bagi sistem kepercayaan Mesir Kuno pada saat itu. Raja ini menganut paham monotheisme, dimana ia hanya memepercayai kepada satu dewa saja. Itu sebabnya ketika ia berkuasa semua patung-patung dewa Mesir Kuno beserta beberapa bangunan yang menggambarkan para dewa dihancurkan kecuali satu dewa tertinggi, Aten/Ra.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain merendahkan dewa-dewa Mesir Kuno, Akhenaton juga memindahkan pusat pemerintahan dari Thebes ke Tel el Amarna. Pada saat itulah Karnak perlahan-lahan mulai tergeser <em>prestise</em>-nya sebagai tempat suci. Kebijakan Akhenaton inilah yang nantinya menimbulkan polemik internal didalam tubuh pemerintahan Mesir Kuno. Para Pendeta Amon yang sangat-sangat kecewa akan kebijakan Akhenaton mulai menebar teror didalam jantung pemerintahan. Ujung-ujungnya, putra Akhenaton yakni Tutankhamun lah yang harus membayar mahal semua kebijakan ayahnya yakni dengan nyawanya. Raja Tutankhamun meninggal secara mendadak disaat usia pemerintahannya yang tergolong singkat. Kemungkinan besar raja muda ini mati diusia 18 tahun akibat dibunuh oleh orang-orang yang tidak suka akan kebijakan ayahnya dulu .</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-389" title="3081468709_0cfc1ec8d7" src="http://lh6.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S-IppWNu1EI/AAAAAAAAAGg/I6znYhTNA_w/3081468709_0cfc1ec8d7.jpg" alt="3081468709_0cfc1ec8d7" width="438" height="298" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="3150961106_4e1209f4b5" src="http://lh5.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S-Ipprx4w6I/AAAAAAAAAGo/zVDyv3b-3sE/3150961106_4e1209f4b5.jpg" alt="3150961106_4e1209f4b5" width="436" height="272" /></p>
<p style="text-align: justify;">Konstruksi aula raksasa Karnak dimulai pada pemerintahan Ramses I (1320 &#8211; 1318 SM). Kemudian dilanjutkan oleh putranya Seti I (1318 &#8211; 1304 SM) dan diselesaikan oleh Ramses II (1304 &#8211; 1237). Ramses II juga memperluas kuil Amon dengan manambahkan serangkaian halaman dan ruang upacara.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada waktu pemerintahan Ramses III (1198 &#8211; 1166 SM), kuil ini semakin dipercantik dengan hiasan taman yang membentang dari delta Sungai Nil hingga Nubia bagian selatan. Sekitar dalapan puluh ribu pelayan dan budak ditunjuk untuk melayani sang dewa Amon-Ra di Karnak, dan terdapat kurang lebih 5000 patung mencerminkan kemuliaan-Nya. Selain itu sejumlah binatang yang dianggap suci turut dipelihara di kompleks tersebut, termasuk ribuan angsa, domba jantan dan lebih dari 421.000 ekor sapi.</p>
<div id="attachment_396" class="wp-caption aligncenter" style="width: 458px"><img class="size-full wp-image-396 " title="3134310357_9a1d433f68" src="http://lh4.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S-Ippp4HuzI/AAAAAAAAAGk/4x0AKX2up-U/3134310357_9a1d433f68.jpg" alt="3134310357_9a1d433f68" width="448" height="252" /><p class="wp-caption-text">Karnak&#39;s Obelisk.</p></div>
<p style="text-align: justify;">Disekitar 1080 SM hingga seterusnya, Mesir Kuno mengalami serangkaian invansi dari Nubia, Libya, Kushites, dan Asyur. Namun banyak penakluk malah menghormati situs suci Karnak, dan beberapa diantaranya, seperti Kushites, bahkan menambahkan beberapa bangunan mereka sendiri. Seluruhnya, situs kuno ini tetap dalam kondisi yang cukup baik hingga hari ini. Ribuan turis yang berkunjung tiap tahunnya bahkan meyakini bahwa Karnak benar-benar merupakan &#8220;Tempat yang paling terpilih&#8221;.(<strong>Dipta</strong>)</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-388" title="3683022753_88d2736515" src="http://lh5.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S-Ir3AbqPDI/AAAAAAAAAGw/x3TZllqpaGM/3683022753_88d2736515.jpg" alt="3683022753_88d2736515" width="432" height="300" /></p>
<p style="text-align: left;">Sumber gambar : <a href="http://flickr.com">Flickr</a></p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dipta-jurnal.net/keajaiban-arkeologi-karnak.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hewan-Hewan Prasejarah Yang Mempesona (Bag 2)</title>
		<link>http://dipta-jurnal.net/hewan-hewan-prasejarah-yang-mempesona-bag-2.html</link>
		<comments>http://dipta-jurnal.net/hewan-hewan-prasejarah-yang-mempesona-bag-2.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 01:41:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dipta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Prasejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Amphicoelias]]></category>
		<category><![CDATA[argentinosaurus]]></category>
		<category><![CDATA[Deinocheirus]]></category>
		<category><![CDATA[Deinotherium]]></category>
		<category><![CDATA[Epidexipteryx]]></category>
		<category><![CDATA[Longisquama]]></category>
		<category><![CDATA[Microraptor]]></category>
		<category><![CDATA[paus biru]]></category>
		<category><![CDATA[Pterodaustro]]></category>
		<category><![CDATA[Sharovipteryx]]></category>
		<category><![CDATA[Therizinosauridae]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dipta-jurnal.net/?p=367</guid>
		<description><![CDATA[Artikel ini saya tulis sebagai kelanjutkan dari artikel sebelumnya (dengan judul yang sama). Karena cukup menarik perhatian pengunjung, terbukti dari jumlah pembacanya yang melebihi artikel lainnya, maka saya lanjutkan saja ke artikel keduanya. Selamat membaca. Deinotherium Deinotherium merupakan salah satu mamalia darat terbesar yang pernah menginjakkan kakinya di Bumi. Makhluk prasejarah yang hidup di kala [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Artikel ini saya tulis sebagai kelanjutkan dari artikel sebelumnya (dengan judul yang sama). Karena cukup menarik perhatian pengunjung, terbukti dari jumlah pembacanya yang melebihi artikel lainnya, maka saya lanjutkan saja ke artikel keduanya. Selamat membaca.</p>
<h2 style="text-align: justify;"><span style="color: #888888;"><strong>Deinotherium</strong></span></h2>
<p><span style="color: #888888;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong><img class="size-medium wp-image-368 alignnone" title="deinotherium_small-tm" src="http://lh4.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S-ItFP5twbI/AAAAAAAAAHI/5mJUHNgPu_w/deinotherium_small-tm.jpg" alt="deinotherium_small-tm" width="332" height="244" /><br />
</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Deinotherium</strong></em> merupakan salah satu mamalia darat terbesar yang pernah menginjakkan kakinya di Bumi. Makhluk prasejarah yang hidup di kala Miosen tengah hingga awal Pleistosen ini pada umumnya memiliki tinggi 3,5 &#8211; 4,5 meter (ukuran <em>Deinotherium</em> dewasa) dengan berat berkisar antara 5 &#8211; 14 ton. <span id="more-367"></span><em>Deinotherium</em> yang merupakan kerabat dekat gajah modern pada dahulu kala hidup tersebar di beberapa wilayah Asia, afrika, dan Eropa. Bentuk fisiknya tidak jauh berbeda dengan gajah modern, hanya saja ia memiliki belalai yang lebih pendek dan gading yang terletak di rahang bagian bawah. Gading ini mungkin digunakan sebagai alat untuk menggali tanah untuk mendapatkan akses ke akar-akaran dan sayuran. Genus<em> Deinotherium</em> memiliki tiga spesies yang telah dikenali, dan semuanya memiliki ukuran yang besar. Spesies itu diataranya <em>Deinotherium giganteus</em>, <em>Deinotherium indicum</em>, dan <em>Deinotherium bozasi</em>.</p>
<h2 style="text-align: justify;"><span style="color: #888888;"><strong>Therizinosauridae</strong></span></h2>
<p><span style="color: #888888;"><strong><em><br />
</em></strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em><img class="alignnone size-medium wp-image-375" title="therizinosaurusJC" src="http://lh5.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S-ItiqYwZvI/AAAAAAAAAHg/VsYXmkG9FuE/s512/therizinosaurusJC.jpg" alt="therizinosaurusJC" width="292" height="328" /><br />
</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>Therizinosauridae</em></strong> merupakan Dinosaurus dari keluarga Theropoda yang hidup pada akhir periode  Cretaceous (99.6 – 65.5 juta tahun silam). Tidak seperti kebanyakan Theropoda yang merupakan karnivora, <em>Therizinosauridae</em> adalah herbivora (walaupun beberapa diantaranya diketahui sebagai omnivora). Perlu digaris bawahi, <em>Therizinosauridae</em> merupakan nama dari suatu familia dalam klasifikasi ilmiah. Nama ini pertama kali digunakan oleh Evgeny Maleev pada tahun 1954 untuk memasukkan <em>Therizinosaurus cheloniformis</em> &#8211; jenis Theropoda yang masih memiliki banyak teka-teki &#8211; kedalam suatu familia bersama dengan <em>Segnosaurus</em> dan <em>Nothronychus</em>. keluarga <em>Therizinosauridae</em> memiliki bentuk fisik yang eksentrik. Pada umumnya mereka berleher panjang dan memiliki bulu. Selain itu cakar-cakar mereka juga cukup besar, mungkin ada yang lebih dari satu meter panjangnya.<em><strong> </strong></em></p>
<h2 style="text-align: justify;"><span style="color: #888888;"><strong>Epidexipteryx</strong></span></h2>
<p><span style="color: #888888;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong><img class="alignnone size-full wp-image-371" title="dinocomp-tm" src="http://lh4.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S-ItFt7vFUI/AAAAAAAAAHM/3eY9ZqKEU-M/dinocomp-tm.jpg" alt="dinocomp-tm" width="400" height="218" /><br />
</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong> </strong></em><em><strong>Epidexipteryx</strong></em> adalah genus Dinosaurus maniraptorian kecil. Hewan prasejarah yang hidup di wilayah China sekitar 152 &#8211; 168 juta tahun silam ini merupakan salah satu Dinosaurus terkecil yang pernah ada. Ukuran dewasanya hanya mencapai 10 inci (kurang lebih seukuran burung merpati). Salah satu daya tarik dari <em>Epidexipteryx</em> ialah empat bulu panjang yang tumbuh di bagian ekornya. Tidak seperti bulu yang biasa kita temui pada hewan-hewan kelas aves, struktur bulu pada <em>Epidexipteryx</em> ini layaknya seperti satu lembaran pita yang berdiri tegak memanjang ke atas. Namun karena kurangnya remiges (bulu sayap) membuat hewan ini tidak dapat terbang.</p>
<h2 style="text-align: justify;"><span style="color: #888888;"><strong>Longisquama insignis</strong></span></h2>
<p><span style="color: #888888;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em><img class="alignnone size-full wp-image-372" title="longisquama-tm" src="http://lh4.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S-ItFmd71GI/AAAAAAAAAHQ/zPIzWv4MTyE/longisquama-tm.jpg" alt="longisquama-tm" /><br />
</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em> </em></strong>Hidup pada pertengahan hingga akhir periode Triassic (230 &#8211; 225 juta tahun silam), <strong><em>Longisquama insignis</em></strong> merupakan kadal purba yang begitu menarik karena ia memiliki serangkaian &#8220;bulu&#8221; panjang yang berdiri tegak disepanjang punggungnya. Struktur &#8220;bulu&#8221; tersebut hingga kini masih menjadi bahan perdebatan dikalangan para peneliti. Beberapa peneliti meyakini bahwa struktur panjang yang tumbuh di punggung <em>Longisquama</em> bukanlah sejenis bulu, melainkan sisik yang umumnya dapat kita temukan pada reptil seperti Iguana. Bedanya sisik pada <em>Lingisquama</em> lebih panjang dan berbentuk sedikit janggal. Namun menurut pendapat ahli paleontologi, N. Frasher didalam bukunya <strong>Dawn of The Dinosaurs: Life in the Triassic</strong>, struktur memanjang tersebut bukanlah bagian dari tubuhnya. Struktur ini kemungkinan hanyalah sejenis tumbuhan pakis yang ikut menjadi fosil bersamanya lalu kemudian disalahtafsirkan. Pendapat Frasher mungkin diperkuat oleh fakta struktur fosil yang ditemukan pada beberapa hewan memang sering tidak ada kaitannya dengan fosil hewan tersebut.</p>
<h2 style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;"><span style="color: #888888;"><strong>Sharovipteryx</strong></span></span></h2>
<p><span style="color: #000000;"><span style="color: #888888;"><strong><br />
</strong></span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong><img title="dinocomp-tm" src="http://lh5.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S-ItiupIikI/AAAAAAAAAHc/E90-gnC9g2M/sharovipteryx_bw-tm.jpg" alt="dinocomp-tm" /></strong></em></p>
<div style="text-align: justify;"><strong><em>Sharovipteryx</em></strong> merupakan reptil yang hidup sejaman dengan <em>Longisquama</em>, yakni pada pertengahan hingga akhir Triassic. Makhluk purba yang memiliki panjang tubuh sekitar delapan inci dengan berat 7,5 gram ini sangat unik karena ia memiliki ukuran kaki belakang yang sangat lebar dibanding kaki depannya. Kaki belakang yang begitu lebar, ditambah dengan adanya membran yang tumbuh diantaranya membuat ia seolah-olah memiliki sayap yang dapat digunakan untuk terbang. Walaupun pada kenyataannya hewan ini memang tidak dapat terbang layaknya burung, namun bukan berarti bentangan selaput sayap pada kakinya itu menjadi tidak berguna. Penelitian terbaru menyebutkan berkat selaput sayap ini <em>Sharovipteryx</em> dapat lebih gesit pada saat meluncur dari suatu tempat ke tempat lainnya dikarenakan mekanisme kerjanya yang sangat mirip dengan <em>delta wing</em> pada pesawat tempur modern. Beberapa peneliti menganggap hewan ini mungkin memiliki hubungan yang erat dengan <em>pterosaurus</em> mengingat meraka sama-sama memiliki membran penerbangan yang tumbuh diantara kedua kakinya, walaupun hal ini masih sangat kontroversial.</div>
<h2 style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;"><span style="color: #888888;"><strong>Pterodaustro</strong></span></span></h2>
<p><span style="color: #000000;"><span style="color: #888888;"><strong><br />
</strong></span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong><img class="alignnone size-medium wp-image-377" title="picture-1-139-tm" src="http://lh6.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S-ItilFdEDI/AAAAAAAAAHY/Kj6EjX2b5ss/picture-1-139-tm.jpg" alt="picture-1-139-tm" /><br />
</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Pterodaustro</strong></em> memiliki tengkorak yang sangat panjang, yakni sekitar 29 cm. Moncongnya mendominasi 85% dari total panjang tengkorak. Keanehan bentuk fisiknya yang lain yaitu set gigi yang tidak biasa. Gigi yang tumbuh dirahang bagian bawah bagaikan ribuan sekat bulu yang kemungkinan ia gunakan sebagai alat untuk menyaring plankton, ganggang, maupun makhkluk kecil lainnya dari air. Gigi yang jumlahnya ribuan tersebut tumbuh dalam dua alur panjang yang sejajar dengan tepi rahang. Panjangnya sekitar 3 cm dengan lebar antara 0,2 &#8211; 0, 3 milimeter. Awalnya diduga struktur ini bukanlah gigi, namun setelah dilakukan beberapa penelitian dugaan tersebut akhirnya luntur. Struktur itu benar-benar merupakan gigi normal karena terdapat enamel, dentin dan pulpa.</p>
<h2 style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;"><span style="color: #888888;"><strong>Deinocheirus</strong></span></span></h2>
<p><span style="color: #000000;"><span style="color: #888888;"><strong><br />
</strong></span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong><img class="alignnone size-full wp-image-374" title="deinoe1-tm" src="http://lh6.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S-Ir3svRMHI/AAAAAAAAAG8/5dvJHuBlML8/deinoe1-tm.jpg" alt="deinoe1-tm" /><br />
</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;">Satu-satunya fosil yang ditemukan dari Dinosaurus ini hanyalah sepasang lengan dan beberapa bagian tulang belakang. Kemungkinan <em><strong>Deinocheirus</strong></em> merupakan kerabat dari <em>Ornithomimosaur</em>, setidaknya itulah anggapan para ahli paleontologi. Ia merupakan genus dari Dinosaurus Theropoda besar yang hidup pada periode Cretaceous akhir dan populasinya tersebar di selatan Mongolia. Lengannya mungkin terlalu panjang untuk tubuhnya dan cakar tangannya itu semakin mengindikasikan bahwa dirinya merupakan salah satu Dinosaurus yang mematikan. Namun sebenarnya, kegunaan &#8220;senjata&#8221; tersebut masih banyak diperdebatkan. Beberapa peneliti mengatakan cakar itu digunakan sebagai alat utama untuk berburu. Beberapa lainnya mengatakan cakar terlalu tumpul, sehingga hanya digunakan sebagai senjata defensif. Bahkan ada pendapat yang mengatakan bahwa Deinocheirus menggunakan lengannya yang besar untuk memanjat pohon, meskipun hipotesis ini secara luas diabaikan.<strong><em> </em></strong></p>
<h2 style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;"><strong><span style="color: #888888;">Microraptor</span></strong></span></h2>
<p><span style="color: #000000;"><strong><span style="color: #888888;"><br />
</span></strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em><img class="alignnone size-medium wp-image-378" title="microraptor_3_-tm" src="http://lh4.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S-ItF1saJfI/AAAAAAAAAHU/dxJH6dYZRqM/microraptor_3_-tm.jpg" alt="microraptor_3_-tm" width="328" height="339" /><br />
</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em> </em></strong>Genus <strong><em>Microraptor</em></strong> merupakan salah satu jajaran Dinosaurus kecil. Mereka hidup sekitar 120 juta tahun yang lalu dan populasinya tersebar di beberapa wilayah China. Jenis ini umumnya memiliki empat buah sayap dengan satu ekor yang memanjang. Kendati memiliki dua pasang sayap, <em>Microraptor</em> tidak dapat terbang. sebaliknya, ia mungkin hanya meluncur dari suatu tempat ke tempat lainnya seperti seekor tupai terbang. Sebagian kalangan evolusionis menganggap hewan ini merupakan makluk peralihan dinosaurus ke burung, dimana dengan kemampuan meluncurnya itu dapat berkembang menjadi sistem penerbangan. Beberapa peneliti berpendapat, hewan ini kemungkinan banyak menghabiskan hidupnya di pepohonan, merujuk fakta bahwa sayap <em>Microraptor </em>menghalangi kemampuan mereka untuk berjalan di atas tanah.</p>
<h2 style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;"><span style="color: #888888;"><strong>Amphicoelias fragillimus</strong></span></span></h2>
<p><span style="color: #000000;"><span style="color: #888888;"><strong><br />
</strong></span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong><img class="size-full wp-image-370 alignnone" title="800px-human-amphicoelias_size_comparison-tm" src="http://lh5.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S-Ir3X95uDI/AAAAAAAAAG4/3jJrGIxeLVk/800px-human-amphicoelias_size_comparison-tm.jpg" alt="800px-human-amphicoelias_size_comparison-tm" /><br />
</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;">Fosil yang sukar dipahami ini ditemukan oleh ahli paleontologi terkenal Edward Drinker Cope. Cope telah banyak menemukan fosil-fosil prasejarah, namun yang satu ini  ialah yang paling aneh. Bagaimana tidak? satu-satunya fosil aneh tersebut ialah potongan tulang belakang yang memiliki panjang keseluruahan diperkirakan 40 &#8211; 60 meter! Apabila ukuran ini benar-benar valid, itu menjadikan <em><strong>Amphicoelias fragillimus</strong></em> mungkin merupakan makhluk terpanjang dan terberat yang pernah ada (bersaing dengan paus biru dan  Argentinosaurus). Namun sekali lagi, fosil tersebut masih banyak menjadi perdebatan karena sulitnya untuk mengidentifikasi dari penemuan fosilnya yang sangat-sangat  minim. Apakah makhluk ini merupakan hewan terbesar yang pernah berjalan di bumi? ataukah hanya kesalah pahaman dan hanya sekedar tipuan?(<strong>Dipta</strong>)</p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dipta-jurnal.net/hewan-hewan-prasejarah-yang-mempesona-bag-2.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Monumen Bawah Laut Yonaguni</title>
		<link>http://dipta-jurnal.net/monumen-bawah-laut-yonaguni.html</link>
		<comments>http://dipta-jurnal.net/monumen-bawah-laut-yonaguni.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Aug 2009 22:04:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dipta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arkeologi]]></category>
		<category><![CDATA[Prasejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Skeptisme]]></category>
		<category><![CDATA[Atlantis]]></category>
		<category><![CDATA[geologi]]></category>
		<category><![CDATA[Gomora]]></category>
		<category><![CDATA[Inca]]></category>
		<category><![CDATA[Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Lemuria]]></category>
		<category><![CDATA[Machu Picchu]]></category>
		<category><![CDATA[Sodom]]></category>
		<category><![CDATA[Taiwan]]></category>
		<category><![CDATA[Tiahuanaco]]></category>
		<category><![CDATA[Yonaguni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dipta-jurnal.net/?p=268</guid>
		<description><![CDATA[Pulau Yonaguni, Jepang Terletak kurang lebih 125 kilometer di timur pesisir pantai Taiwan, Yonaguni merupakan sebuah pulau cantik nan eksotis. Lebih dari itu, pantai Yonaguni selalu menjadi magnet bagi para penyelam karena selain terkenal dengan keindahan bawah laut serta populasi hiu hammerhead-nya, ia juga menyimpan keajaiban bawah laut yang mungkin tidak bisa ditemui di tempat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp" style="text-align: justify;">
<dl class="wp-caption alignleft" style="width: 260px;">
<dt class="wp-caption-dt"><img class=" " title="yonaguni_mapa(1)" src="http://lh3.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S_j-0wAX94I/AAAAAAAAAKQ/OeDvESOLXss/yaeyama.jpg" alt="yonaguni_mapa(1)" width="250" height="165" /></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Pulau Yonaguni, Jepang</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Terletak kurang lebih 125 kilometer di timur pesisir pantai Taiwan, Yonaguni merupakan sebuah pulau cantik nan eksotis. Lebih dari itu, pantai Yonaguni selalu menjadi magnet bagi para penyelam karena selain terkenal dengan keindahan bawah laut serta populasi hiu hammerhead-nya, ia juga menyimpan keajaiban bawah laut yang mungkin tidak bisa ditemui di tempat lain oleh para pecinta <em>diving</em>. Ya, dibawah laut pantai ini terdapat suatu bentuk formasi batu raksasa yang begitu luar biasa indah. Khalayak ramai menyebutnya sebagai <strong>Monumen Yonaguni</strong>.<span id="more-268"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Namun dibalik keindahannya, ternyata monumen Yonaguni lebih banyak menyimpan misteri<a href="http://www.dipta-jurnal.net" target="_blank">. </a>Sejak ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang penyelam berkebangsaan Jepang, Kihaciro Aratake di tahun 1987, hingga kini monumen batu yang terkubur pada kedalaman 30 meter tersebut begitu banyak menimbulkan perdebatan. Banyak ahli arkeologi dan geologi mengganggapnya sebagai formasi batu yang terbentuk melalui proses alam, namun tak sedikit pula yang menggapnya sebagai buah tangan manusia. Namun kalau boleh jujur, sulit rasanya mempercayai monumen Yonaguni terbentuk melalui proses alam mengingat kesempurnaan presisi disetiap susunan batu hingga membentuk suatu mahakarya seperti ini. Ciptaan manusia kalau menurut pendapat saya pribadi.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class=" " title="2614515679_765d0e1dcb" src="http://lh6.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S_j-GmcrvZI/AAAAAAAAAKE/V_ActnzIOOk/2614515679_765d0e1dcb.jpg" alt="2614515679_765d0e1dcb" width="300" height="400" /><p class="wp-caption-text">Tangga?</p></div>
<div id="attachment_275" class="wp-caption aligncenter" style="width: 321px"><img class="size-full wp-image-275 " title="untitled-12" src="http://lh6.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S_j-0zTy91I/AAAAAAAAAKU/w_vgtMqLJiA/untitled-12.jpg" alt="untitled-12" width="311" height="261" /><p class="wp-caption-text">Yonaguni symbol</p></div>
<p style="text-align: justify;">Jikalau benar buatan manusia, lalu peradaban manakah yang menciptakannya? Kemungkinan besar, inilah bangunan yang menjadi saksi bisu akan kejayaan peradaban Lemuria yang hilang ditelan masa itu. Peradaban Mu atau yang lebih dikenal dengan sebutan <strong>Lemuria</strong>, merupakan salah satu peradaban hilang yang begitu terkenal selain <a href="http://dipta-jurnal.net/atlantis-ditemukan-google-ocean.html" target="_blank">Atlantis</a>, Sodom-Gomora, Troya, dan <a href="http://dipta-jurnal.net/benarkan-manusia-dan-dinosaurus-pernah-hidup-bersama-bag-1.html" target="_blank">Tiahuanaco</a>. Menurut arkeolog David H Childress, sejarah peradaban ini hanya diketahui oleh beberapa orang tertentu saja. Peradaban Lemuria mungkin telah ada sejak 78.000 tahun yang lalu dan diperkirakan terletak di samudera Pasifik. Sama halnya dengan Atlantis dan Sodom-Gomora, banyak yang mengatakan peradaban Lemuria hancur oleh bencana alam sekitar 26.000 tahun yang lalu. Namun tak sedikit pula yang berpendapat ia adalah salah satu &#8220;korban&#8221; akhir zaman es  sekitar 10.000 tahun yang lalu atau pada awal kala Holosen (akhir Pleistosen).</p>
<p style="text-align: justify;">Namun karena masih sangat minimnya catatan arkeologi akan peradaban Lemuria sehingga banyak yang mengatakannya hanya sebatas legenda, serta adanya beberapa kontradiksi sejarah membuat banyak yang meyakini bangunan monolit bawah laut Yonaguni terbentuk melalui proses geologi yang sebetulnya sulit untuk dijelaskan.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="1413045983_4fe60d2350" src="http://lh5.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S_j-GSdPUKI/AAAAAAAAAKA/v6TiLp1D0fA/1413045983_4fe60d2350.jpg" alt="1413045983_4fe60d2350" width="448" height="274" /></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter" title="2615345342_f32bea974a" src="http://lh3.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S_j-F617HYI/AAAAAAAAAJ8/M7cWmjV3NWo/728487440_042e3230b5.jpg" alt="2615345342_f32bea974a" width="446" height="300" /><br />
Terlepas dari perdebatan diatas, saya melihat bangunan ini memiliki banyak kesamaan dalam segi arsitektur dengan beberapa situs peninggalan sejarah di Amerika Latin<a href="http://dipta-jurnal.net/monumen-bawah-laut-yonaguni.html/trackback/" target="_blank">.</a> Monumen Yonaguni sekilas mengingatkan saya akan Machu Picchu, yang sering disebut sebagai kota hilang pada sejarah kerajaan Inca di Peru. Apakah ini merupakan bentuk akulturasi dalam bentuk arsitektur bangunan monolit Amerika Latin &#8211; Lemuria? Sepertinya demikian dan itu sering kita temukan pada bangunan peninggalan sejarah diseluruh dunia.(<strong>Dipta</strong>)</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-273" title="yonag" src="http://lh6.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S_j-HEwpRaI/AAAAAAAAAKM/00CXujDbt6k/2615345342_f32bea974a.jpg" alt="yonag" width="448" height="337" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-274" title="728487440_042e3230b5" src="http://lh4.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S_j-G1ZAMaI/AAAAAAAAAKI/o3CZPhNZCU0/2615345254_840629914b.jpg" alt="728487440_042e3230b5" width="447" height="311" /></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Sumber Gambar : <a href="http://flickr.com/photos/21812746@N00/" target="_blank">1</a>|<a href="http://flickr.com/photos/8772408@N06/" target="_blank">2</a>|<a href="http://www.flickr.com/photos/sarmoung/" target="_blank">3</a></p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dipta-jurnal.net/monumen-bawah-laut-yonaguni.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>38</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siapa Yang Menembak Neanderthal?</title>
		<link>http://dipta-jurnal.net/siapa-yang-menembak-neanderthal.html</link>
		<comments>http://dipta-jurnal.net/siapa-yang-menembak-neanderthal.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Jul 2009 16:09:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dipta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arkeologi]]></category>
		<category><![CDATA[Prasejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Skeptisme]]></category>
		<category><![CDATA[bubuk mesiu]]></category>
		<category><![CDATA[Homo Heildelbergensis]]></category>
		<category><![CDATA[Manusia Purba]]></category>
		<category><![CDATA[misteri prasejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Neanderthal]]></category>
		<category><![CDATA[senjata api]]></category>
		<category><![CDATA[skeptis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dipta-jurnal.net/?p=253</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu tengkorak &#8220;berlubang tembak&#8221; -lubang kecil disebelah kiri tengkorak- yang tersimpan di British Museum. Sesuatu yang sangat menarik tersimpan di Museum Paleontologi Moskow, Rusia. Jika kawan-kawan menganggap sesuatu yang menarik tersebut merupakan peninggalan purbakala berupa arca, menhir, dolmen, atau sejenisnya itu salah, sebab yang saya maksudkan disini hanyalah sebuah tengkorak Neanderthal. Lalu, apa yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp" style="text-align: justify;">
<dl id="attachment_255" class="wp-caption alignright" style="width: 250px;">
<dt class="wp-caption-dt"><img class="size-full wp-image-255  " title="6592_med" src="http://lh3.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S_kKjC89OqI/AAAAAAAAAKc/P4RWe1k8c10/kabwe_skull.jpg" alt="6592_med" width="240" height="200" /></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Salah satu tengkorak &#8220;berlubang tembak&#8221; -lubang kecil disebelah kiri tengkorak- yang tersimpan di British Museum.</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Sesuatu yang sangat menarik tersimpan di Museum Paleontologi Moskow, Rusia. Jika kawan-kawan menganggap sesuatu yang menarik tersebut merupakan peninggalan purbakala berupa arca, menhir, dolmen, atau sejenisnya itu salah, sebab yang saya maksudkan disini hanyalah sebuah tengkorak <a href="http://dipta-jurnal.net/meluruskan-mitos-neanderthal.html" target="_blank">Neanderthal</a>. Lalu, apa yang menarik dari sebuah tengkorak Neanderthal? Mungkin bagi kebanyakan orang dan para pengunjung Meseum menggapnya hanya sesuatu yang biasa saja. Namun, tengkorak tersebut sebenarnya menyimpan sebuah misteri prasejarah yang membingungkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tengkorak ini merupakan tengkorak Neanderthal biasa, tidak ada yang aneh dari bentuknya. Namun apabila kita cermati lebih teliti, ia memiliki keganjilan. Jika kita perhatikan pada gambar, tengkorak ini memiliki lubang kecil yang terletak tepat dibelakang telinga.<span id="more-253"></span> Lubang dengan diameter kecil yang menurut para ahli tidak mungkin terbentuk akibat hantaman proyektil semacam anak panah maupun mata tombak. Proyektil yang dikenal dapat meninggalkan lubang bulat mulus semacam ini tanpa menimbulkan retakan pada tengkorak hanyalah sebuah peluru dari senapan / senjata api yang ditembakkan dengan kecepatan tinggi<a href="http://www.dipta-jurnal.net" target="_self">.</a> Yang lebih menarik lagi, menurut penelitian yang dilakukan oleh beberapa ahli forensik terhadap kerangka menunjukkan bahwa kemungkinan besar lubang terbentuk pada saat si Neanderthal masih hidup.</p>
<p style="text-align: justify;">Lubang serupa juga terdapat di sebuah tengkorak sejenis Neanderthal yang ditemukan pada 17 Juni 1921 di wilayah Rhodesia, Zambia oleh seorang buruh tambang bernama Tom Zwiglaar di sebuah gua batu gamping<a href="http://dipta-jurnal.net/siapa-yang-menembak-neanderthal.html" target="_blank">.</a> Tengkorak yang kemudian teridentifikasi sebagai jenis <em>Homo Heidelbergensis</em> itu kini tersimpan di British Museum, London dan diperkirakan berasal dari 40.000 &#8211; 38.000 tahun yang lalu.<em> Homo Heildelbergensis</em> diketahui sebagai nenek moyang Neanderthal yang menetap di Eropa.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya benda macam apakah yang menembus kepala makhluk-makhluk ini? Apakah benar-benar peluru yang ditembakkan dari sebuah benda semacam senjata api?</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak banyak teori ataupun hipotesa yang diajukan oleh beberapa paleontolog sebagai upaya untuk sedikit membuka tabir misteri. Pernyataan ahli forensik mengatakan bahwa lubang seperti ini hanya dapat terbentuk dari sebuah peluru yang dilesahkan dengan kecepatan tinggi merupakan satu-satunya jawaban yang ditawarkan kepada kita. Pernyataan tersebut tentunya juga turut merubah paradigma kita akan kehidupan prasejarah. Apakah manusia purba sudah dapat menciptakan peralatan sejenis senapan dan telah mampu memproduksi bubuk mesiu? Jikalau tidak, lalu siapa yang &#8220;bermain&#8221; senapan seperti ini di kala puluhan ribu tahun silam?</p>
<p style="text-align: justify;">Namun bagi orang-orang yang skeptis, tidak ada senjata api pada masa prasejarah dan tidak mungkin pula manusia-manusia purba dapat menciptakannya. Bagi mereka, lubang pada tengkorak terbentuk tak lain karena suatu penyakit, barangkali abses atau sejenisnya yang timbul akibat infeksi bakteri.(<strong>Dipta</strong>)</p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dipta-jurnal.net/siapa-yang-menembak-neanderthal.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>39</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fir&#8217;aun Manakah Yang Tenggelam di Laut Merah?</title>
		<link>http://dipta-jurnal.net/firaun-manakah-yang-tenggelam-di-laut-merah.html</link>
		<comments>http://dipta-jurnal.net/firaun-manakah-yang-tenggelam-di-laut-merah.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2009 19:10:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dipta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arkeologi]]></category>
		<category><![CDATA[Prasejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Skeptisme]]></category>
		<category><![CDATA[Amenhotep]]></category>
		<category><![CDATA[Bani Israel]]></category>
		<category><![CDATA[Fir'aun]]></category>
		<category><![CDATA[Hatshepsut]]></category>
		<category><![CDATA[Laut Merah]]></category>
		<category><![CDATA[mukjizat]]></category>
		<category><![CDATA[Musa]]></category>
		<category><![CDATA[Piramida]]></category>
		<category><![CDATA[Remesses]]></category>
		<category><![CDATA[Seti]]></category>
		<category><![CDATA[Thutmose]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dipta-jurnal.net/?p=156</guid>
		<description><![CDATA[Kisah mengenai Mukjizat Nabi Musa (Moses) yang membelah Laut Merah dengan tongkatnya untuk menghindari kejaran Fir&#8217;aun dan bala tentaranya tentunya sudah tak asing lagi ditelinga kita. Di kitab suci Al-Qur&#8217;an dan Alkitab, kronlogi pengejaran dikisahkan begitu gamblang walaupun terdapat sedikit perberbedaan kisah diatara keduanya. Namun yang pasti, kedua kitab suci tersebut mengisahkan kepada kita mengenai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_163" class="wp-caption alignright" style="width: 185px"><strong><strong><img class="size-medium wp-image-163 " title="tut-relief" src="http://lh4.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S_kelL1m8qI/AAAAAAAAAK4/oArqFDNvpMI/ramses1-1.jpg" alt="Relief Ramesses II, Fir'aun yang kerap digambarkan sebagai sosok yang kerap menyiksa para budak pekerja" width="175" height="175" /></strong></strong><p class="wp-caption-text">Relief Ramesses II</p></div>
<p style="text-align: justify;">Kisah mengenai Mukjizat Nabi Musa (Moses) yang membelah Laut Merah dengan tongkatnya untuk menghindari kejaran Fir&#8217;aun dan bala tentaranya tentunya sudah tak asing lagi ditelinga kita. Di kitab suci Al-Qur&#8217;an dan Alkitab, kronlogi pengejaran dikisahkan begitu gamblang walaupun terdapat sedikit perberbedaan kisah diatara keduanya. Namun yang pasti, kedua kitab suci tersebut mengisahkan kepada kita mengenai akhir yang menggembirakan bagi Musa beserta Kaum Bani Israel karena dapat meloloskan diri dari kejaran Fir&#8217;aun beserta bala tentaranya. Dan bagi sang Fir&#8217;aun, ia justru menemui ajalnya setelah tenggelam bersama pasukannya di Laut Merah.</p>
<p style="text-align: justify;">Walaupun Al-Quran dan Alkitab sudah cukup jelas mengisahkan kronologi peristiwa itu terjadi, namun masih terdapat teka-teki mengenai siapa sebenarnya Fir&#8217;aun yang memimpin pengejaran terhadap Musa beserta kaum Bani Israel? Al-Quran dan Alkitab tidak menyebutkan secara mendetail siapakah Fir&#8217;aun yang dimaksud.<span id="more-156"></span></p>
<p>Fir&#8217;aun (Pharaoh) merupakan gelar yang diberikan kepada raja-raja Mesir kuno. Asal usuI istilah Fir&#8217;aun sebetulnya merujuk kepada nama istana tempat berdiamnya seorang raja, namun lama &#8211; kelamaan digunakan sebagai gelar raja-raja Mesir kuno. Banyak Fir&#8217;aun yang telah memimpin peradaban yang terkenal dengan penginggalan Piramida Khufu-nya itu, mulai dari <strong>Raja Menes</strong> -sekitar 3000 SM, pendiri kerajaan, pemersatu Mesir hulu dan hilir  &#8211; hingga Mesir jatuh dibawah kepemimpinan raja-raja dari Persia.</p>
<p>Sejauh ini telah banyak studi yang dilakukan untuk mengidentifikasi siapakah Fir&#8217;aun yang sedang berkuasa saat peristiwa keluarnya Musa beserta Bani Israel dari tanah Mesir. Berikut beberapa kandidatnya :</p>
<ul>
<li><strong>Ahmose I</strong> (1550 SM &#8211; 1525 SM)</li>
<li><strong>Thutmose I</strong> (1506 SM &#8211; 1493 SM)</li>
<li><strong>Thutmose II</strong> (1494 SM &#8211; 1479 SM)</li>
<li><strong>Thutmose III</strong> (1479 SM &#8211; 1425 SM)</li>
<li><strong>Amenhotep II</strong> (1427 SM &#8211; 1401 SM)</li>
<li><strong>Amenhotep IV</strong>(1352 SM – 1336 SM)</li>
<li><strong>Horemheb</strong> (sekitar 1319 SM &#8211; 1292 SM)</li>
<li><strong>Ramesses I</strong> (sekitar 1292 SM &#8211; 1290 SM)</li>
<li><strong>Seti I</strong> (sekitar 1290 SM &#8211; 1279 SM)</li>
<li><strong>Ramesses II</strong> (1279 SM &#8211; 1213 SM)</li>
<li><strong>Merneptah</strong> (1213 SM &#8211; 1203 SM)</li>
<li><strong>Amenmesse</strong> (1203 SM &#8211; 1199 SM)</li>
<li><strong>Setnakhte</strong> (1190 SM &#8211; 1186 SM)</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Dari daftar beberapa Fir&#8217;aun diatas, nama <strong>Ramesses II</strong> selama ini memang kerap diidentifikasikan sebagai Fir&#8217;aun yang sedang berkuasa pada saat itu. Ia  merupakan sosok Fir&#8217;aun terbesar dan terkuat yang pernah memimpin peradaban Mesir kuno. Ramesses II juga merupakan salah satu Fir&#8217;aun yang paling lama berkuasa, yakni 66 tahun lamanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sifatnya yang kadang tirani terhadap masyarakat kelas bawah, membuat sejarawan banyak yang berspekulasi dengan menyebutkan ia sebagai raja yang memperbudak Bani Israel. Walaupun demikian, tidak ada bukti arkeologi yang benar-benar memperkuat dugaan tersebut. Selain itu periode masa hidupnya juga dikatakan tidak cocok dengan kemungkinan terjadinya peristiwa keluaran.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian menilik ke <strong>Raja Merneptah</strong> &#8211; putra Ramesses II &#8211; yang berkuasa setelah Ramesses II mangkat, ia juga bukan merupakan Fir&#8217;aun yang dimaksud mengingat pada masa pemerintahannya, Merneptah pernah mengatakan bahwa Bangsa Israel telah tiba di tanah Kana&#8217;an. Itu artinya, peristiwa keluarnya Musa beserta Bani Israel telah lama terjadi sebelum ia berkuasa.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu bagaimana dengan <strong>Seti I</strong>, ayah dari Ramesses II ? Bagaimanapun juga, ahli sejarah Alkitab mengatakan peristiwa keluaran ini terjadi disekitar 1400 SM, itu jauh dari masa pemerintahan Seti I.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa Sejarawan yang menggunakan metode penelitian dengan cara mencocokkan kronologi di dalam catatan-catatan peninggalan Mesir Kuno dengan perkiraan waktu keluaran pada kitab suci menyimpulkan, kemungkinan peristiwa itu terjadi saat Mesir kuno dibawah pimpinan Raja-raja Dinasti ke-18.</p>
<p style="text-align: justify;">Dinasti ke-18 mencakup beberapa raja, yakni Thutmose I (1506 SM &#8211; 1493 SM), Thutmose II (1494 SM &#8211; 1479 SM), diselingi oleh kepempinan Fir&#8217;aun wanita yaitu Ratu Hatsepsut (1479 SM -1458 SM) kemudian Thutmose III (1479 SM &#8211; 1425 SM).</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Benarkan Thutmose II Fir&#8217;aun yang tenggelam di Laut Merah?</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<div id="attachment_161" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><strong><strong><img class="size-medium wp-image-161 " title="tut-relief" src="http://lh4.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S_kek_RrudI/AAAAAAAAAK0/XeZB1hDb69Y/Thutmose%20II%20Relief.jpg" alt="Relief Thutmose II" width="200" height="300" /></strong></strong><p class="wp-caption-text">Relief Thutmose II</p></div>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong>Menurut studi yang dilakukan oleh Sejarawan Alan Gardiner, setelah kematian Thutmose I dan masa persinggahannya selama 40 tahun di Madyan / Midian, Musa memutuskan untuk kembali ke tanah Mesir tempat beliau dibesarkan. Allah menugaskan Musa untuk menyampaikan ajaran agama yang hakiki kepada Fir&#8217;aun. Pada saat itu, Mesir dipimpin oleh Raja Thutmose II yang memperistri Ratu Hatshepsut.</p>
<p style="text-align: justify;">Thutmose II, menurut sejarah bukanlah sosok Fir&#8217;aun yang hebat, sebaliknya istrinya Hatshepsut yang banyak berperan penting bagi kemajuan kerajaan. Walaupun bukan merupakan sosok pemimpin yang dikatakan berpengaruh, Gardiner tetap meyakini Thutmose II merupakan kandidat terkuat fir&#8217;aun yang melakukan pengejaran terhadap Musa beserta kaum Bani Israel. Hal itu dikarenakan banyaknya kecocokan dengan studi sejarah yang ia lakukan.</p>
<p style="text-align: justify;">Garnier juga menambahakan bahwa di pusara tempat berdiamnya mummi Thutmose II, hampir tidak ditemukan ornamen-ornamen dan benda-benda berharga &#8220;semewah&#8221; pusara raja-raja Mesir kuno yang lainnya. Ada kesan bahwa raja ini tidak begitu disukai dan dihormati oleh rakyatnya, sehingga mereka tak peduli dengan kematian sang Raja. Selain itu, kematiannya yang mendadak juga menjadi salah satu alasannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Penelitian terhadap Mummi Thutmose II yang ditemukan di situs Deir el-Bahri pada tahun 1881 mengungkapkan bahwa terdapat banyak bekas cidera di tubuhnya, dan Mummi-nya ditemukan tidak dalam kondisi yang bagus. Hal ini mungkin menandakan Thutmose II mati secara tidak wajar. Apakah cidera di tubuhnya itu akibat hempasan kekuatan gelombang Laut Merah yang secara tiba-tiba tertutup kembali? Wallahu &#8216;alam Bishawab</p>
<p style="text-align: justify;">Al-Quran sendiri mengisahkan detik-detik terakhir kehidupan Sang Fir&#8217;aun :</p>
<blockquote><p><em>Dan Kami memungkinkan Bani Israel melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir&#8217;aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir&#8217;aun itu telah hampir tenggelam berkatalah ia ;&#8221; Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israel, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)&#8221;. ( QS Yunus 90).</em></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Dari ayat diatas kita dapat mengetahui bahwa Fir&#8217;aun mencoba memohon kepada Allah agar ia diselamatkan ketika air mengenggelamkan raganya. Namun sangatlah jelas bahwasannya tindakan Fir&#8217;aun hanyalah suatu kebohongan semata sebagai alasan untuk menyelamatkan dirinya sendiri dari maut.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah sang Fir&#8217;aun tewas pada periode pemerintahannya yang tergolong singkat, besar kemungkinan jalannya roda pemerintahan diambil alih sementara oleh sang Ratu yang tak lain ialah Hatshepsut sebelum akhirnya Thutmose III naik tahta.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika benar Thutmose II merupakan Fir&#8217;aun yang dimaksud, ada suatu kemungkinan kronologi sejarahnya menjadi demikian :</p>
<p style="text-align: justify;">Pertama, Musa dibesarkan dilingkungan kerajaan Mesir saat Thutmose I berkuasa, dan istri Thutmose I yang menemukan bayi Musa saat hanyut di Sungai Nil.</p>
<p style="text-align: justify;">Kedua,  selang puluhan tahun setelah Musa melarikan diri dari tanah Mesir karena ancaman hukuman mati akibat peristiwa terbunuhnya seorang prajurit kerajaan olehnya, ia kembali untuk menyampaikan ajaran Allah kepada Fir&#8217;aun. Namun pada saat itu mungkin Thutmose I telah meninggal dan digantikan putranya Thutmose II.</p>
<div id="attachment_162" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-162 " title="totmes2_1" src="http://lh3.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S_kelaCAFTI/AAAAAAAAAK8/6IgkxJz0SNQ/s576/totmes2_1.jpg" alt="Mummi Thutmose II" width="300" height="242" /><p class="wp-caption-text">Mummi Thutmose II</p></div>
<p style="text-align: justify;"><strong>Mengapa Thutmose II Diyakini Sebagai Firaun Yang Tenggelam di Laut Merah Sedangkan Mummi-nya Sendiri Berhasil Ditemukan?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pertanyaan diatas memang kerap ditanyakan. Mereka yang bertanya kebanyakan beranggapan bahwa Jasad Fir&#8217;aun tidak mungkin berhasil ditemukan apalagi dalam bentuk Mummi, sebab telah tenggelam di Laut Merah bersama bala tentaranya.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi kawan-kawan muslim, Al-Quran mengisahkan kepada kita sebagai berikut :</p>
<blockquote><p><em>Apakah sekarang (kamu baru percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesunguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuatan Kami.</em> ( QS Yunus 91-92).</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Tentunya ayat diatas sudah cukup menjelaskan mengapa Allah dengan sengaja menyelamatkan jasad sang Fir&#8217;aun.(<strong>Dipta</strong>)</p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dipta-jurnal.net/firaun-manakah-yang-tenggelam-di-laut-merah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Meluruskan Mitos Neanderthal</title>
		<link>http://dipta-jurnal.net/meluruskan-mitos-neanderthal.html</link>
		<comments>http://dipta-jurnal.net/meluruskan-mitos-neanderthal.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2009 22:22:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dipta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Prasejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Cro-Magnons]]></category>
		<category><![CDATA[Homo Erectus]]></category>
		<category><![CDATA[Homo Sapiens]]></category>
		<category><![CDATA[Manusia Purba]]></category>
		<category><![CDATA[Neanderthal]]></category>
		<category><![CDATA[Pleistosen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dipta-jurnal.net/?p=139</guid>
		<description><![CDATA[Setelah kerangka pertama Neanderthal ditemukan di beberapa wilayah diantaranya Belgia (1829), Gibraltar (1848), dan Jerman (1856), ilmuwan pada masa itu mengklaim bahwa Homo neanderthalensis bukan termasuk subspesies manusia. Mereka mengimajinasikan bahwa Neanderthal merupakan sejenis perimata, mungkin merupakan kerabat dekat Gorila dari pada manusia modern (Homo Sapiens). Neanderthal merupakan penduduk awal benua Eropa. Selain di Eropa, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_140" class="wp-caption alignleft" style="width: 177px"><img class="size-thumbnail wp-image-140" title="neanderthal3-tm" src="http://lh4.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S_kk1GGK_rI/AAAAAAAAALM/CknGISlegWg/neanderthal-615.jpg" alt="neanderthal3-tm" width="167" height="141" /><p class="wp-caption-text">Neanderthal Man</p></div>
<p style="text-align: justify;">Setelah kerangka pertama <strong>Neanderthal</strong> ditemukan di beberapa wilayah diantaranya Belgia (1829), Gibraltar (1848), dan Jerman (1856), ilmuwan pada masa itu mengklaim bahwa  <em>Homo neanderthalensis</em> bukan termasuk subspesies manusia. Mereka mengimajinasikan bahwa Neanderthal merupakan sejenis perimata, mungkin merupakan kerabat dekat Gorila dari pada manusia modern (<em>Homo Sapiens</em>).</p>
<p style="text-align: justify;">Neanderthal merupakan penduduk awal benua Eropa. Selain di Eropa, kerangka Neanderthal juga ditemukan di beberapa wilayah Asia Barat dan Tengah. <span id="more-139"></span></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Neanderthal </strong><strong>merupakan Nenek Moyang <em>Homo Sapiens</em>?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pertanyaan ini masih menjadi perdebatan. Namun, terdapat beberapa jawaban yang cukup memuaskan. Bagaimanapun juga, <em>Homo Sapiens</em> dan Neanderthal merupakan spesies yang berbeda dari genus Homo. Proto-Neanderthal pertamakali muncul sekitar 350.000 tahun yang lalu, dimana pada saat itu mereka hidup pada peroide yang sama dengan nenek moyang kita yaitu <em><strong>Homo Erectus</strong></em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Neanderthal berkelana dan menetap di Eropa sampai 30.000 tahun lalu hingga pada suatu masa populasi mereka secara tiba-tiba menurun drastis . Entahlah, &#8216;katastrofi&#8217; macam apakah yang membuat populasi mereka menyusut begitu cepat tanpa sempat meninggalkan &#8220;surat dari masa silam&#8221; untuk kita gali informasinya. Beberapa teori menyebutkan angka kematian yang lebih besar dari angka kelahiran menjadi penyebab kepunahan spesies ini. Namun secara alami, mereka memiliki banyak waktu untuk berevolusi yaitu lebih dari 300.000 tahun, dan pada masa itu banyak sub-spesies lainnya berkembang.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika<em> Homo Sapiens</em> tiba di Eropa sekitar 40.000 tahun yang lalu, Neanderthal pada saat itu telah mengalami tahap evolusi yang lebih tinggi. Mereka memiliki volume otak diantara 1200 hingga 1700 cc, lebih besar dari pada volume otak manusia Cro-Magnons (Nenek Moyang Bangsa Eropa Modern), bahkan manusia modern (sekitar 1350 cc).</p>
<p style="text-align: justify;">Baiklah kawan-kawan, dari uraian diatas kita bisa menarik kesimpulan bahwa Neanderthal bukanlah nenek moyang Manusia Modern, karena <em>Homo Sapiens</em> dan Neanderthal pernah hidup pada periode waktu yang sama. Setelah kepunahan Neanderthal, manusia modern (<em>Homo Sapiens</em>) menjadi satu-satunya spesies dari genus <em>Homo</em> yang masih bertahan hidup hingga saat ini.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 200px"><img class=" " title="477px-neanderthal_child-tm" src="http://lh3.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S_kk1bCknOI/AAAAAAAAALQ/YUec6LRkN9w/s512/neanderthal%20child2.jpg" alt="477px-neanderthal_child-tm" width="190" height="242" /><p class="wp-caption-text">gambar rekonstruksi wajah seorang bocah Neanderthal yang kerangkanya ditemukan di Gibraltar oleh Anthropological Institute, University of Zürich.</p></div>
<p style="text-align: justify;"><strong>Beberapa Mitos-Mitos Lainnya Mengenai Neanderthal</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Banyak mitos lainnya mengenai manusia purba yang hidup pada periode Pleistosen ini. Dulu ilmuwan beranggapan bahwa Neanderthal merupakan manusia-manusia purba yang menetap di dalam gua dan berkomunikasi menggunakan bahasa tubuh serta hanya mengeluarkan suara menggumam. Namun, penelitian lebih lanjut ternyata membantah semua pendapat itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Faktanya, beberapa Neanderthal memang menggunakan gua sebagai tempat berteduh, namun kebayakan dari mereka telah dapat mendirikan bangunan semacam gubuk untuk mereka tinggali. Gubuk-gubuk itu memiliki konstruksi yang sederhana, mungkin hanya dibuat dengan beberapa batang pohon kecil yang ujung bawahnya ditancapkan dengan kuat dan dalam ke tanah sebagai penyangga. Sedangkan dinding-dinding serta atapnya merupakan perpaduan dari beberapa batang pohon kecil serta kulit binatang.</p>
<div id="attachment_141" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-141 " title="0,1020,684188,00" src="http://lh4.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S_kk1nB4AtI/AAAAAAAAALU/O1E2HaLACEU/0%2C1020%2C684188%2C00.jpg" alt="0,1020,684188,00" width="300" height="191" /><p class="wp-caption-text">Bekas pemukiman Neanderthal ditemukan di wilayah Jerman beberapa waktu yang lalu. Di situs ini, Arkeolog juga menemukan sisa-sisa gubuk Neanderthal yang ditaksir berasal dari 120.000 tahun silam. </p></div>
<p style="text-align: justify;">Neanderthal juga dapat berkomunikasi dengan berbicara layaknya manusia modern. Mereka memiliki bahasa yang diucapkan dengan jelas. Penemuan tulang hyoid Neanderthal di sebuah gua di Israel pada tahun 1983 membuktikan akan hal itu. Tulang hyoid merupakan tulang yang terletak di pangkal lidah. Tulang ini mencerminkan bagaimana kotak suara dibuat dan bagaimana bunyi suara yang dihasilkan. Setelah diteliti, tulang hyoid Neanderthal serupa dengan manusia. Hal itu menandakan bahwa kemampuan beribacara mereka tak jauh dengan kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu Neanderthal juga &#8220;digosipkan&#8221; merupakan makhluk-makhluk yang kejam dan biadab. Sebenarnya sekejam dan sebiadab apakah makhluk ini?</p>
<p style="text-align: justify;">Faktanya Neanderthal tidak sebiadab yang kita duga. Mereka tidak sebiadab kerabat dekatnyanya &#8211; <em>Homo Sapiens</em> &#8211; yang sering membuat kerusakan di muka bumi, baik kerusakan terhadap alam maupun mendzolimi sesama manusia lainnya seperti melakukan praktek korupsi, dll.</p>
<p style="text-align: justify;">Neanderthal bersosialisasi secara baik antar individu dengan individu lainnya. Mereka bukan kanibal, mereka bukan orang-orang tiran. Penelitian menyebutkan bahwa komunitas Neanderthal sangat peduli satu sama lain. Mereka secara suka rela merawat anggota kelompok yang sedang sakit. Beberapa fosil Neanderthal yang berhasil ditemukan memperlihatkan adanya bagian-bagian tubuh yang sembuh dari luka / cidera karena perawatan yang kemungkinan besar dilakukan oleh sesamanya. Selain itu, Neanderthal juga suka bermain dan menikmati musik yang mereka ciptakan sendiri.(<strong>Dipta</strong>)</p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dipta-jurnal.net/meluruskan-mitos-neanderthal.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Piramida Kuno di China</title>
		<link>http://dipta-jurnal.net/piramida-kuno-di-china.html</link>
		<comments>http://dipta-jurnal.net/piramida-kuno-di-china.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Jun 2009 21:28:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dipta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[Prasejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Piramida China]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dipta-jurnal.net/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[Piramida &#8220;tersembunyi&#8221; di China mulai marak diperbincangkan setelah surat kabar harian Amerika Serikat &#8211; Rocky Mountain News, terbitan tanggal 31 Maret 1947 &#8211; menampilkan dengan jelas foto sebuah piramida raksasa yang diambil oleh penerbang Maurice Sheahan pada akhir Perang Dunia ke-2. (gambar kiri) Maurice Sheahan mengambil foto tersebut ketika sedang mengudara di atas wilayah Propinsi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_126" class="wp-caption alignleft" style="width: 264px"><img class="size-full wp-image-126" title="china_old" src="http://lh5.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S_kmm_74h-I/AAAAAAAAALY/kHTGU7i7JiM/china_old.jpg" alt="china_old" width="254" height="181" /><p class="wp-caption-text">Piramida tersembunyi China?</p></div>
<p style="text-align: justify;">Piramida &#8220;tersembunyi&#8221; di China mulai marak diperbincangkan setelah surat kabar harian Amerika Serikat &#8211; Rocky Mountain News, terbitan tanggal 31 Maret 1947 &#8211; menampilkan dengan jelas foto sebuah piramida raksasa yang diambil oleh penerbang Maurice Sheahan pada akhir Perang Dunia ke-2. (gambar kiri)</p>
<p style="text-align: justify;">Maurice Sheahan mengambil foto tersebut ketika sedang mengudara di atas wilayah Propinsi Shensi, China. Sama halnya dengan Piramida di Bosnia, Piramida China sekilas memang terlihat seperti bukit / gunung. Vegetasi liar yang tumbuh di sekujur badan piramida mengaburkan pandangan akan bentuk sesungguhnya dari bangunan ini. <span id="more-125"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Tidak ada yang menyangka sebelumnya jika dibalik selimut lebat vegetasi liar itu tersembunyi khasanah arsitektur masa silam yang tak ternilai harganya. Bangunan inilah yang mungkin menjadi bagian dari kisah legenda piramida putih di China.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="chinesepyr1" src="http://lh6.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S_kmnH3g59I/AAAAAAAAALc/ieeobSlIxM4/chinesepyr1.jpg" alt="chinesepyr1" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="chinesepyr3" src="http://lh3.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S_kmnWsUrDI/AAAAAAAAALg/UqgpBcXUkaA/chinesepyr3.jpg" alt="chinesepyr3" width="517" height="112" /></p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa arkeolog yang pernah mendatangi situs purbakala di propinsi Shensi memperkirakan tinggi salah satu piramida mencapai 300 meter. Piramida-piramida ditaksir telah berusia 4500 tahun, namun menurut catatan dua pedagang Australia di tahun 1912, seorang biksu setempat mengisahkan kepada mereka bahwa piramida telah dibangun 5000 tahun yang lalu. Peneliti Jerman, Hartwig Hausdorf mengatakan terdapat kurang lebih ratusan piramida yang tersebar di daerah Shensi. Ukurannya pun bervariasi, yang terkecil mungkin hanya setinggi 4 &#8211; 5 meter, sedangkan yang terbesar memiliki ukuran yang hampir sama dengan Piramida matahari di situs purbakala Teotihucan, Meksiko.</p>
<p style="text-align: justify;">Informasi mengenai piramida-piramida ini masih sangat sedikit, adanya kewenangan dari penduduk lokal yang menolak penggalian menjadi faktor penghambat penelitian lebih lanjut di situs yang dulunya pernah menjadi jantung dari peradaban China kuno ini.(<strong>Dipta</strong>)</p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dipta-jurnal.net/piramida-kuno-di-china.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Benarkah Manusia dan Dinosaurus Pernah Hidup Bersama? (Bag 1)</title>
		<link>http://dipta-jurnal.net/benarkan-manusia-dan-dinosaurus-pernah-hidup-bersama-bag-1.html</link>
		<comments>http://dipta-jurnal.net/benarkan-manusia-dan-dinosaurus-pernah-hidup-bersama-bag-1.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2009 20:10:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dipta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Prasejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Skeptisme]]></category>
		<category><![CDATA[Dinosaurus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dipta-jurnal.net/?p=97</guid>
		<description><![CDATA[Belakangan ini saya begitu tertarik untuk mencari informasi dan membaca artikel mengenai aritafak-artifak berbentuk dinosaurus peninggalan peradaban-peradaban kuno di seluruh dunia. Jujur, saya takjub sekaligus heran dengan peradaban-peradaban masa silam yang menciptakan maha karya tersebut. Seperti yang kita ketahui, Dinosaurus punah sekitar 65 juta tahun silam. Sebagai perbandingannya, hominid tertua yang meyerupai manusia (genus Homo)  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Belakangan ini saya begitu tertarik untuk mencari informasi dan membaca artikel mengenai aritafak-artifak berbentuk dinosaurus peninggalan peradaban-peradaban kuno di seluruh dunia. Jujur, saya takjub sekaligus heran dengan peradaban-peradaban masa silam yang menciptakan maha karya tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti yang kita ketahui, Dinosaurus punah sekitar 65 juta tahun silam. Sebagai perbandingannya, hominid tertua yang meyerupai manusia (genus <em>Homo</em>)  yaitu dari genus <em>Australopithecus</em> diperkirakan muncul di bumi sekitar 4 &#8211; 3 juta tahun silam. Hal itu menandakan Dinosaurus dan manusia tidak pernah hidup secara berdampingan sebelumnya.<span id="more-97"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Namun menariknya, beberapa skeptisme sejarah dengan berani membantah fakta tersebut dengan mengatakan bahwa manusia dan dinosaurus pernah hidup secara berdampingan. Apakah pendapat tersebut hanyalah suatu omong kosong belaka tanpa ada suatu bukti yang dapat memperkuatnya? Tentunya tidak, karena para skeptisme sejarah mengatakan mereka memiliki banyak bukti yang dapat memperkuat pendapat mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Orang-orang yang skeptis kepada sejarah berpendapat bahwa sejarah masih terlalu kabur. Beberapa dari mereka seakan enggan menerima ilmu sejarah masa kini sebagai kebenaran yang hakiki. Dari latar belakang inilah kemudian muncul istilah  sejarah Alternatif. Kebanyakan ilmuwan menggap sejarah alternatif sebagai sesuatu yang  eksentrik, tidak masuk akal,  terlalu kompulsif,  dan utopis.</p>
<p style="text-align: justify;">Tentunya &#8216;sarkasme&#8217; dari para sejarawan ini tidak terlalu digubris oleh para penganut sejarah alternatif, karena mereka sangat asyik dalam dunia mereka sendiri. Banyak teori dan pendapat telah lahir dari para &#8220;sejarawan alternatif&#8221; ini, salah satunya ialah teori mengenai manusia dan dinosaurus yang pernah hidup bersama.</p>
<p style="text-align: justify;">Teori ini lahir sebagai representasi mereka terhadap beberapa fosil dan artifak yang mengindikasikan bahwa manusia dan dinosaurus pernah hidup secara berdampingan pada masa silam. Sebelumnya, saya pernah menulis artikel mengenai <a href="http://dipta-jurnal.net/relief-stegosaurus-di-kamboja.html" target="_blank">relief Stegosaurus di Candi Angkor</a>. Relief itu ternyata merupakan satu dari sekian banyak bukti yang digunakan untuk memperkuat teori dan pendapat mereka. Dan dibawah ini, saya akan mencoba untuk menguraikan bukti lain yang sering mereka gunakan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Batu Ica Peru</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Suatu desa bernama Ica di dataran tandus Nazca, Peru, banyak ditemukan artifak-artifak berbentuk batu dengan berbagai macam lukisan yang diukir di permukaannya. Artifak-artifak yang ditemukan dalam jumlah besar ini telah berumur ribuan tahun lamanya. Ukiran pada batu-batu tersebut sangat beragam, mulai dari gambaran kehidupan bermasyarakat hingga kegiatan-kegiatan yang umumnya dilakukan manusia modern seperti pengamatan bintang dengan teleskop, prosesi bedah tubuh manusia, dll. Tampaknya, perdaban yang menghuni daerah ini merupakan salah satu peradaban dengan penguasaan ilmu pengetahuan yang maju pada masa silam.</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu lukisan yang menarik pada batu-batu Ica ialah lukisan manusia dan dinosaurus yang hidup berdampingan. Dinosaurus-dinosaurus digambarkan begitu jinak, seakan-akan mereka merupakan hewan peliharaan. Beraneka ragam spesies dinosaurus dapat kita lihat dengan jelas di batu-batu tersebut, diantaranya sosok T-Rex yang sedang mengejar manusia (gbr.1) . Beberapa gambaran lain memperlihatkan bagaimana dengan santainya manusia menunggangi seekor Triceratops (gbr.2). Triceratops, dinosaurus yang terkenal dengan tiga buah tanduk dikepalanya ditunggangi bak seekor kuda oleh manusia.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-99" title="IcaStone1" src="http://lh3.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S_ksWCm1j1I/AAAAAAAAALw/MpqRVSTMvFc/838L.jpg" alt="IcaStone1" width="315" height="315" /><em> gbr.1</em><img class="aligncenter size-full wp-image-100" title="ica_stone_lg" src="http://lh6.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S_ksVxdJCHI/AAAAAAAAALs/pttsGs8b1tk/ica_stone_lg.jpg" alt="ica_stone_lg" width="300" height="231" /></p>
<p style="text-align: center;"><em> gbr.2</em></p>
<p style="text-align: justify;">Saya pernah membaca suatu pendapat dari ilmuwan prasejarah yang mengatakan bahwa manusia purba / prasejarah menuangkan kreatifitasnya dalam seni pahat, lukisan, maupun ukiran berdasarkan gambaran-gambaran yang mereka lihat dalam kehidupannya. Mengapa demikian? karena mereka belum mampu untuk berpikir dan berimajinasi secara abstrak. Apapun yang mereka tuangkan dalam karya mereka itu merupakan suatu gambaran yang nyata. Tanpa ada objek yang nyata yang pernah mereka lihat, maka mereka tidak akan mampu untuk menggambarkannya. Berdasarkan pendapat tersebut, lalu bagaimanakah cara untuk menjelaskan lukisan dinosaurus di batu-batu Ica?</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>T-Rex dari Peradaban Pra Kolombia Kuno</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Tyrannosaurus</em> merupakan genus dari dinosaurus theropoda, salah satu spesies yang terkenal dari genus ini ialah <strong>T-Rex</strong>. T-Rex merupakan salah satu spesies dinosaurus karnivora. Huruf &#8216;T&#8217; pada kata T-Rex memiliki kepanjangan Tyrannosaurus yang memiliki arti <em>Tryrant Lizard</em>, atau kalau diterjemahkan ke bahasa indonesia kurang lebih berarti &#8220;Kadal yang kejam&#8221;. Sedangkan kata &#8220;Rex&#8221; berarti Raja dalam bahasa latin.</p>
<p style="text-align: justify;">Predator mematikan ini dulu hidup disepanjang wilayah yang kini membentuk daratan Amerika Utara. Fosilnya ditemukan pada lapisan kira-kira 68 &#8211; 65 juta tahun silam.</p>
<p style="text-align: justify;">Di Museum La Paz, Bolivia tersimpan peninggalan-peninggalan sejarah peradaban kuno yang pernah mendiami wilayah Amerika Latin. Museum yang juga menyimpan beberapa artifak perunggu dan mummi suku Inca kuno ini juga mengoleksi artifak-artifak aneh dari peradaban pra Kolombia lainnya. Artifak itu beberapa diantaranya berbentuk gambaran T-Rex serta beberapa spesies dinosaurus lainnya.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-102" title="compare" src="http://lh6.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S_ksVhaC72I/AAAAAAAAALo/CeACSRutzhA/compar.jpg" alt="compare" width="309" height="241" /></p>
<p style="text-align: center;"><em>Kiri Artifak berbentuk T-Rex di Museum La Paz dan perbandingannya</em></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-101" title="dinoArt" src="http://lh3.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S_ksVW1MEXI/AAAAAAAAALk/sgLbwCCsFrU/dinos%20copy.jpg" alt="dinoArt" width="304" height="257" /></p>
<p style="text-align: justify;">saya tidak tahu peradaban manakah yang membuat artifak-artifak ini. Nanti jikalau mendapat informasi terbaru pasti saya akan tulis di <a href="http://www.dipta-jurnal.net" target="_blank">blog ini</a>. Namun menurut beberapa pendapat, artifak-artifak tersebut merupakan peninggalan peradaban Tiahuanaco. Tiahuanaco merupakan salah satu peradaban tertua di muka bumi. Tahun periode eksisnya peradaban ini pun masih sulit diketahui karena sedikitnya informasi yang mereka tinggalkan untuk kita. Salah satu karya arsitektur yang terkenal dari peradaban Tiahuanco ialah Gerbang Monolitas Matahari yang tersohor itu. Jika kawan-kawan ingin membaca artikel mengenai Tiahuanco, silakan kunjungi blog saya yang <a href="http://www.ada-1.blogspot.com" target="_blank">lama</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">Bersambung dulu ya, lain waktu saya teruskan dengan artifak-artifak dinosaurus lainnya.(<strong>Dipta</strong>)</p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dipta-jurnal.net/benarkan-manusia-dan-dinosaurus-pernah-hidup-bersama-bag-1.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hewan-Hewan Prasejarah Yang Mempesona</title>
		<link>http://dipta-jurnal.net/hewan-prasejarah-yang-mempesona.html</link>
		<comments>http://dipta-jurnal.net/hewan-prasejarah-yang-mempesona.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2009 21:45:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dipta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Prasejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Fauna]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dipta-jurnal.net/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini merupakan beberapa daftar hewan-hewan prasejarah yang menurut saya sangat menakjubkan dan mempesona Diprotodon Sebelum manusia pertama menginjakkan kaki di Benua Australia sekitar 40.000 tahun lalu, beraneka ragam hewan berkantung berukuran besar pernah hidup di sana. Salah satu yang terbesar ialah Diprotodon. Hewan berkantung yang satu ini diperkirakan ukurannya sebesar seekor Kuda Nil dewasa. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Berikut ini merupakan beberapa daftar hewan-hewan prasejarah yang menurut saya sangat menakjubkan dan mempesona <img src='http://dipta-jurnal.net/wp-content/plugins/kaskus-smiley/14.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' title='&#58;&#68;' /></p>
<h2><span style="color: #888888;"><strong>Diprotodon</strong></span></h2>
<p><span style="color: #888888;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-35" title="diprotodon" src="http://lh4.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S_lFpndY-tI/AAAAAAAAAM0/Y0ySU0w6My4/275px-Diprotodon11122.jpg" alt="diprotodon" width="291" height="171" /></p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum manusia pertama menginjakkan kaki di Benua Australia sekitar 40.000 tahun lalu, beraneka ragam hewan berkantung berukuran besar pernah hidup di sana. Salah satu yang terbesar ialah <strong>Diprotodon</strong>.<span id="more-32"></span> Hewan berkantung yang satu ini diperkirakan ukurannya sebesar seekor Kuda Nil dewasa. Dilihat dari bentuk morfologinya, ia terlihat mirip seperti seekor Wombat &#8211; spesies hewan berkantung Australia &#8211; namun berukuran raksasa. Sama seperti kebanyakan hewan-hewan berkantung lainnya, Diprotodon juga mengkonsumsi dedaunan  sebagai makanan utamanya. Meskipun mereka bukanlah hewan yang memiliki pergerakan gesit seperti Kanguru, namun ukuran badannya yang besar dan kuat membuat para predator sangat sulit untuk menaklukannya.</p>
<h2><span style="color: #888888;"><strong>Moropus</strong></span></h2>
<p><span style="color: #888888;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-39" title="moropus-copy" src="http://lh4.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S_lFqfdhKuI/AAAAAAAAANA/-yzBE2cjj6E/Moropus.jpg" alt="moropus-copy" width="273" height="225" /><br />
Ketika para ilmuwan menemukan fosil <strong>Moropus</strong> untuk pertamakalinya, mereka seakan sulit mempercayai bentuk morfologi dari makhluk yang satu ini. Hewan purba dengan bentuk kepala menyerupai kepala kuda ini benar-benar memiliki bentuk tubuh yang aneh. Para Ilmuwan mendeskripsikannya sebagai &#8220;campuran&#8221; dari tiga binatang, yaitu Kuda, Jerapah kerdil, dan Beruang. Kepalanya yang mirip kuda serta badannya yang menyerupai badan seekor beruang dihubungkan oleh leher yang lumayan panjang bak leher jerapah kerdil. Dengan kuku-kukunya yang panjang nan tajam, serta kemampuan berlari dengan baik tentunya ia memiliki pertahanan diri yang baik untuk menghindari ancaman para predator. Moropus hidup di wilayah Asia selatan dan barat sekitar 12.000 tahun lalu.</p>
<h2><span style="color: #888888;"><strong>Ambulocetus</strong></span></h2>
<p><span style="color: #888888;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-34" title="310889932_6f557c15c3_o" src="http://lh6.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S_lFp_VNmkI/AAAAAAAAAM4/h3ivloIOFPo/119244653.jpg" alt="310889932_6f557c15c3_o" width="387" height="158" /><br />
Inilah salah satu makhluk purba yang banyak diklaim para penganut Neo-Darwinisme sebagai bukti kuat periode transisi spesies makhluk laut ke darat. <strong>Ambulocetus</strong>, hewan purba dengan perawakan mirip campuran nenek moyang paus dan berang-berang hidup di wilayah yang kini disebut sebagai Pakistan modern sekitar 50 juta tahun lalu. Panjang tubuh seekor Ambulotecetus dewasa diperkirakan sekitar 12 kaki. Bentuk kepalanya besar dengan rahang yang panjang. Gigi-gigi tajamnya didesain untuk menangkap dan mencengkram mangsanya. Didalam air, ia dapat bergerak dengan gesit berkat bantuan ekornya yang digunakan sebagai &#8220;motor&#8221; bagi tubuhnya.</p>
<h2><span style="color: #888888;"><strong>Lystrosaurus</strong></span></h2>
<p><span style="color: #888888;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-37" title="lystrosaurus" src="http://lh5.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S_lFqJMHj7I/AAAAAAAAAM8/F6qWoX6iV04/Lystrosaurus.jpg" alt="lystrosaurus" width="300" height="200" /></p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum kemunculan Dinosaurus, kehidupan makhluk di Bumi pernah diramaikan oleh beberapa hewan aneh yang menyerupai reptil. Salah satunya ialah <strong>Lystrosaurus</strong>. Hewan purba yang cukup menarik karena bentuk tubuhnya yang aneh ini hidup di habitat berawa-rawa, namun ia juga tidak masalah jika harus terpaksa mendiami tempat-tempat yang tergolong kering. Lystrosaurus diperkirakan mendiami bumi sekitar 230 juta tahun yang lalu.</p>
<h2><span style="color: #888888;"><strong>Phorusrhacos</strong></span></h2>
<p><span style="color: #888888;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-36" title="evi_phorusrhacos_large" src="http://lh3.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S_lFqqRTzuI/AAAAAAAAANE/b90petFN3BI/Phorusrhacos.jpg" alt="evi_phorusrhacos_large" /></p>
<p style="text-align: justify;">Sekitar 20 juta tahun yang lalu, Amerika selatan merupakan daratan yang memiliki begitu banyak variasi spesies burung dan mamalia. Salah satunya yang cukup terkenal ialah spesies burung karnivora bernama <strong>Phorusrhacos</strong>. Ia adalah spesies burung yang tidak dapat terbang. Tinggi badannya bisa mencapai 10 kaki (3 meter). Meskipun tidak dapat terbang, mereka ialah pelari-pelari cepat. Ini menjadikan Phorusrhacos dapat dengan mudah untuk menangkap mangsanya. Spesies Phorusrhacos diperkirakan eksis hingga 3 juta tahun yang lalu. Para ilmuwan memperkirakan kepunahan Phorusrhacos disebabkan oleh munculnya beberapa predator lain yang bermigrasi dari Amrika Utara ke Selatan setelah keduanya dihubungkan oleh daratan Amerika tengah yang muncul ke daratan.</p>
<h2><span style="color: #888888;"><strong>Mammoth</strong></span></h2>
<p><span style="color: #888888;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-38" title="JB003562" src="http://lh6.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S_lGif4jfzI/AAAAAAAAANM/cOSABOF0AjQ/mammoth.JPG" alt="JB003562" /></p>
<p style="text-align: justify;">Saya yakin pasti kawan-kawan sudah tidak asing lagi dengan hewan legendaris yang satu ini. Mammoth merupakan salah satu hewan purba  yang begitu populer. Fisiknya menyerupai gajah namun memiliki bulu lebat disekujur tubuhnya. Perawakannya yang besar serta tambahan &#8220;senjata&#8221; berupa gading yang begitu panjang membuatnya begitu sulit untuk ditaklukkan predator manapun. Lukisan-lukisan yang di goreskan pada dinding-dinding gua oleh para manusia purba banyak menggambarkan betapa sulitnya hewan ini untuk ditaklukkan oleh mereka. Mammoth merupakan hewan yang mendiami sekitar pulau Wrangel di pesisir utara Siberia. Banyak Ilmuwan percaya, generasi terakhir Mammoth masih dapat dijumpai sekitar 4000 tahun yang lalu saat konstruksi piramida Khufu di Giza, Mesir telah selesai dibangun.</p>
<h2><span style="color: #888888;"><strong>Harimau Gigi Pedang</strong></span></h2>
<p><span style="color: #888888;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-33" title="10_000_bc-2" src="http://lh5.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S_lGiLerzmI/AAAAAAAAANI/F3OBe2EF8uw/saber-tooth-cat-4.jpg" alt="10_000_bc-2" width="328" height="261" /><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Inilah hewan purba yang bagi saya paling mempesona, Harimau Gigi Pedang. Mereka merupakan salah satu hewan zaman es yang begitu terkenal. Salah satu predator terganas nan mematikan yang pernah menginjakkan kakinya di bumi ini. Harimau Gigi Pedang mendiami wilayah barat Amerika Serikat pada akhir zaman es, tetapi mereka juga tersebar beberapa wilayah Amerika Utara lainnya serta beberapa berdiam di wilayah Amerika Selatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Diketahui, terdapat dua Genus dari hewan ini, yaitu Genus Smilodon dan Genus Homotherium. Pada umumnya jenis dari Genus Smilidon panjang taringnya bisa mencapai lebih dari 18 centimeter, sedangkan untuk genus Homotherium memiliki panjang taring sekitar 10 centimeter. Hewan ini memburu kuda, banteng, antelope sebagai makanannya.(<strong>Dipta</strong>)</p>
<p style="text-align: center;">
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dipta-jurnal.net/hewan-prasejarah-yang-mempesona.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>43</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
