<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dipta Jurnal &#187; Sejarah</title>
	<atom:link href="http://dipta-jurnal.net/category/sejarah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dipta-jurnal.net</link>
	<description>The Personal Blog of Dipta</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Aug 2010 01:25:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
		<item>
		<title>Teka-Teki Manuskrip Voynich Terpecahkan?</title>
		<link>http://dipta-jurnal.net/teka-teki-manuskrip-voynich-terpecahkan.html</link>
		<comments>http://dipta-jurnal.net/teka-teki-manuskrip-voynich-terpecahkan.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Jul 2009 22:44:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dipta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Skeptisme]]></category>
		<category><![CDATA[abad pertengahan]]></category>
		<category><![CDATA[Cardan Grille]]></category>
		<category><![CDATA[Kriptografi]]></category>
		<category><![CDATA[manuskrip Voynich]]></category>
		<category><![CDATA[naskah kuno]]></category>
		<category><![CDATA[voynich manuscript]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dipta-jurnal.net/?p=188</guid>
		<description><![CDATA[Manuskrip Voynich merupakan nama dari sebuah manuskrip tua yang misterius. Sejak ditemukan oleh seorang kolektor barang antik, Wilfrid M Voynic pada tahun 1912, hingga kini tak ada seorang pun yang dapat memecahkan teka-teki manukrip setebal 240 halaman yang diperkirakan berasal dari abad pertengahan tersebut. Manuskrip Voynich ditulis dengan bahasa dan huruf yang tidak pernah dimengerti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_189" class="wp-caption alignleft" style="width: 280px"><img class="size-full wp-image-189 " title="voynich" src="http://lh6.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S_jym6kOq_I/AAAAAAAAAJI/C9vrjnNqcAg/voynich_270.jpg" alt="" width="270" height="165" /><p class="wp-caption-text">Indah namun misterius, teka-teki Manuskrip Voynich tak terpecahkan lebih dari 500 tahun.</p></div>
<p style="text-align: justify;"><strong>Manuskrip Voynich</strong> merupakan nama dari sebuah manuskrip tua yang misterius. Sejak ditemukan oleh seorang kolektor barang antik, Wilfrid M Voynic pada tahun 1912, hingga kini tak ada seorang pun yang dapat memecahkan teka-teki manukrip setebal 240 halaman yang diperkirakan berasal dari abad pertengahan tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Manuskrip Voynich ditulis dengan bahasa dan huruf yang tidak pernah dimengerti hingga saat ini. Siapa penulisnya pun tidak diketahui. Padahal telah banyak studi yang dilakukan oleh para ahli kriptografi untuk memecahkannya, namun hasilnya nihil.<span id="more-188"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Selain didominasi oleh beberapa tulisan dengan huruf dan bahasa yang tak dimengerti, didalamnya juga terdapat beberapa gambar ilustrasi yang tak kalah misteriusnya. Di beberapa halamannya tergambar dengan jelas beberapa jenis tumbuhan yang tidak dikenal. Beberapa gambaran lainnya memperlihatkan gambaran yang sepintas terlihat seperti peta gugusan obyek antariksa seperti planet dan galaksi. Serta terdapat gambaran lainnya,  termasuk beberapa ilustrasi sekumpulan wanita telanjang yang sedang berendam di suatu kolam pemandian.</p>
<p style="text-align: justify;">Melihat isi keseluruhan dari manuskrip, banyak ahli beranggapan bahwa ini merupakan buku resep obat-obatan yang sangat rahasia, sehingga dituliskan dengan huruf dan bahasa yang mungkin hanya dimengerti oleh orang-orang tertentu saja pada saat itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak ada seorangpun yang mengetahui darimana sebenarnya Manukrip Voynich berasal. Namun beberapa ahli menyebutkan manuskrip mungkin berasal dari wilayah Eropa dan ditulis diantara abad 15 -17 Masehi.</p>
<div id="attachment_190" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-190 " title="awr_6vm2" src="http://lh5.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S_kXh0UoJ5I/AAAAAAAAAKw/6Aa9Rx3Ja00/awr_6vm2.jpg" alt="awr_6vm2" width="300" height="242" /><p class="wp-caption-text">Di Manuskrip Voynich, terdapat ilustrasi jenis-jenis tumbuhan yang tak dikenal</p></div>
<div id="attachment_192" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-full wp-image-192 " title="225px-Voynich" src="http://lh6.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S_kUmaijJNI/AAAAAAAAAKk/jlr7NA6RhBE/vm.JPG" alt="225px-Voynich" width="300" height="300" /><p class="wp-caption-text">Manuskrip Voynich ditulis dengan huruf dan bahasa yang tak dikenal</p></div>
<p style="text-align: justify;"><strong>Apakah Manuskrip Voynich Merupakan Suatu Kebohongan?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Karena tak kunjung terpecahkan, beberapa orang beranggapan manuskrip ini merupakan suatu kebohongan / tipuan semata. Ia mungkin ditulis oleh seseorang yang &#8220;iseng&#8221; atau ditulis dengan bahasa dan huruf ciptaan sendiri,  sehingga hanya penciptanya saja yang mengerti.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun bagi Dr. Gordon Rugg &#8211; seorang ahli dari Keele University -, ia tidak percaya pendapat spekulatif seperti diatas sebelum benar-benar membuktikannya sendiri. Dengan beberapa teknik sederhana, ahli ilmu komputer itu mengklaim dapat mengetahui apakah naskah kuno ini benar-benar mengandung suatu arti atau hanya sekedar tipuan.</p>
<div class="mceTemp" style="text-align: justify;">
<dl id="attachment_193" class="wp-caption alignright" style="width: 171px;">
<dt class="wp-caption-dt"><img class="size-full wp-image-193 " title="voynich_180" src="http://lh3.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S_jynP12B2I/AAAAAAAAAJM/WvHvn3oUndk/voynich_180.jpg" alt="voynich_180" width="161" height="158" /></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Metode yang dilakukan Gordon Rugg</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Dengan menggunakan metode Cardan Grille, yaitu cara menulis kode rahasia dengan memanfaatkan kotak-kotak kecil pada kertas, Rugg mencoba menuliskan huruf demi huruf yang membentuk sebuah kalimat pada suatu bagian Manuskrip Voynich. Setiap hurufnya ia letakkan secara berurutan di setiap kotak-kotak kecil yang telah ia bentuk pada kertas. Lalu dengan memanfaatkan potongan kertas yang telah dilubangi membentuk pola garis diagonal, Rugg meletakkannya secara berurutan diatas kertas yang telah dibentuk pola kotak-kotak kecil tadi. Kemudian ia mencatat huruf-huruf yang terbentuk pada lubang-lubang di potongan kertas.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan teknik ini, Rugg mengatakan dapat mengetahui koherensi dari setiap huruf dan pola-pola yang terbentuk. Dari eksperimen simple namun efektif yang ia lakukan, Rugg berkesimpulan bahwa Manuskirp Voynich memang merupakan suatu kebohongan / tipuan. Namun Rugg sendiri mengatakan bisa saja pendapatnya itu salah jika suatu saat nanti teka-teki manuskrip Voynich benar-benar dapat terpecahkan dengan metoda kriptografi yang lebih canggih lagi.(<strong>Dipta</strong>)</p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dipta-jurnal.net/teka-teki-manuskrip-voynich-terpecahkan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Relief Stegosaurus di Kamboja</title>
		<link>http://dipta-jurnal.net/relief-stegosaurus-di-kamboja.html</link>
		<comments>http://dipta-jurnal.net/relief-stegosaurus-di-kamboja.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2009 21:28:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dipta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Skeptisme]]></category>
		<category><![CDATA[Candi Angkor]]></category>
		<category><![CDATA[Dinosaurus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dipta-jurnal.net/?p=84</guid>
		<description><![CDATA[Gambar diatas merupakan salah satu bagian relief di Candi Ta Prohm, Kamboja. Candi yang dikenal juga dengan sebutan Angkor ini didirikan sekitar tahun 1186 M pada masa pemerintahan Jayavarman VII. Ada sesuatu yang menarik pada bangunan kuno peninggalan Kerajaan Khmer tersebut, yaitu dihiasinya dinding candi dengan beberapa relief berbentuk Stegosaurus. Bukankah itu merupakan sesuatu yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-87" title="dinosaursrel" src="http://lh6.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S_kzOforRAI/AAAAAAAAAL8/LOT8YiiQXKs/dinosaursamongusd%20copy.jpg" alt="dinosaursrel" /></p>
<p style="text-align: justify;">Gambar diatas merupakan salah satu bagian relief di Candi <strong>Ta Prohm</strong>, Kamboja. Candi yang dikenal juga dengan sebutan Angkor ini didirikan sekitar tahun 1186 M pada masa pemerintahan Jayavarman VII. Ada sesuatu yang menarik pada bangunan kuno peninggalan Kerajaan Khmer tersebut, yaitu dihiasinya dinding candi dengan beberapa relief berbentuk Stegosaurus. Bukankah itu merupakan sesuatu yang biasa saja?<span id="more-84"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Fakta pertama yang perlu kita ketahui ialah fosil <strong>Stegosaurus</strong> hanya ditemukan di wilayah Colorado, Amerika Serikat pada tahun 1876. Kedua, hewan ini punah sekitar 140 juta tahun yang lalu, jauh sebelum kemunculan manusia di muka Bumi. Lalu dari mana para arsitek candi mengetahui adanya salah satu spesies Dinosaurus ini dan menggambarkannya kedalam bentuk relief?</p>
<p style="text-align: justify;">Hal ini merupakan suatu tanda tanya, mengingat fosil Stegosaurus ditemukan jauh dari wilayah tersebut dan punah sebelum manusia-manusia ini eksis. Mungkinkah Stegosaurus juga pernah hidup di wilayah Asia Tenggara? entahlah. Tapi yang pasti jika memang benar demikian masyarkat Kerajaan Khemer boleh dikatan brilian dalam hal merekonstruksi fosil-fosil sehingga bisa menggambarkan bentuk fisik makhluk ini secara detail.</p>
<p style="text-align: justify;">Pendapat itu sepertinya lebih masuk akal ketimbang mempercayai omongan yang mengatakan bahwa orang-orang Khmer pernah hidup berdampingan dengan spesies Dinosaurus tersebut. Karena manusia dan Dinosaurus pernah hidup berdampingan hanya dalam film kartun <strong>The Flintstones</strong> <img src='http://dipta-jurnal.net/wp-content/plugins/kaskus-smiley/14.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' title='&#58;&#68;' /></p>
<p style="text-align: justify;">Namun beberapa ahli Paleontologi skeptis mengenai pendapat bahwa Stegosaurus pernah eksis di wilayah Kamboja. Ahli Paleontologi, Loren Coleman, lebih mempercayai relief itu sebagai gambaran sosok bintang menyerupai Badak. Atau mungkin benar-benar gambaran seekor badak dengan penambahan ornamen / latar belakang dekoratif sehingga membentuk detail menyerupai tubuh Stegosaurus.</p>
<p style="text-align: justify;">Berikut merupakan analisa foto dengan teknik digital untuk memperkuat pendapat Loren Coleman diatas.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-85" title="stegosaurrhinoo" src="http://lh4.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S_kzOPAm2uI/AAAAAAAAAL4/xYPFiKFCW7o/stegosaurrhino%20copy.jpg" alt="stegosaurrhinoo" /></p>
<p style="text-align: justify;">Setelah membuang apa yang dimaksud sebagai ornamen pada bagian punggung, gambarannya kini memang lebih mirip menyerupai seekor badak. Bagaimana menurut kawan-kawan ? (<strong>Dipta</strong>)</p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dipta-jurnal.net/relief-stegosaurus-di-kamboja.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Monyet-Monyet Penakluk Luar Angkasa</title>
		<link>http://dipta-jurnal.net/monyet-penakluk-luar-angkasa.html</link>
		<comments>http://dipta-jurnal.net/monyet-penakluk-luar-angkasa.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Jun 2009 00:29:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dipta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Astronomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dipta-jurnal.net/?p=48</guid>
		<description><![CDATA[Abad 20 merupakan tonggak sejarah umat manusia dalam pencapaian di bidang penerbangan luar angkasa. Pada abad inilah manusia benar-benar memulai ambisinya untuk dapat terbang menjelajah luar angkasa. Uni Soviet dan Amerika Serikat merupakan negara-negara pelopor dari proyek-proyek ambisius ini. Ketegangan pada masa perang dingin menjadikan salah satu pemicu kedua negara tersebut untuk hanyut dalam kompetisi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Abad 20 merupakan tonggak sejarah umat manusia dalam pencapaian di bidang penerbangan luar angkasa. Pada abad inilah manusia benar-benar memulai ambisinya untuk dapat terbang menjelajah luar angkasa. Uni Soviet dan Amerika Serikat merupakan negara-negara pelopor dari proyek-proyek ambisius ini. Ketegangan pada masa <strong>perang dingin</strong> menjadikan salah satu pemicu kedua negara tersebut untuk hanyut dalam kompetisi sarat gengsi pada berbagai bidang. Tidak hanya pada ideologi dan militer (alutsista), tetapi juga pengembangan teknologi.<span id="more-48"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Pada tanggal 12 April 1961, Uni Soviet memulai menabuh genderang kompetisi teknologi antariksa dengan mengirimkan <strong>Yuri Gagarin</strong> sebagai menusia pertama yang pergi ke luar angksa dengan roket <strong>Vostok 1</strong>. Tak mau dikatakan tertinggal oleh rivalnya Uni Soviet, Amerika serikat juga telah mempersiapkan proyek luar angkasanya yang tak kalah hebatnya yaitu mendaratkan manusia di Bulan. Inilah proyek ambisius Amerika Serikat pada masa pemerintahan Presiden <strong>J.F Kennedy</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Kini penerbangan manusia ke luar angkasa bukanlah menjadi sesuatu hal yang spektakuler lagi. Baru-baru ini kita dapat melihat <strong>NASA</strong> mengirimkan astronot-astronotnya keluar angkasa dalam misi perbaikan <strong>teleskop Hubble</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Sejarah panjang penerbangan luar angkasa jika kita telusuri memiliki banyak hal yang menarik. Salah satunya ialah dikirimnya hewan-hewan keluar angksa dalam berbagai eksperimen jauh sebelum pengiriman manusia itu sendiri. Monyet terbukti menjadi hewan favorit oleh para ilmuwan sebagai kelinci percobaan. Berikut ini merupakan beberapa foto-foto dokumentasi mengenai para monyet &#8220;penakluk&#8221; luar angkasa.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-49" title="able-space-monkey1" src="http://lh5.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S_k6e0lAjOI/AAAAAAAAAMQ/ZieI-HPQt5s/090528-01-able-space-monkey_big.jpg" alt="able-space-monkey1" /><br />
Monyet mungil dalam gambar diatas bernama <strong>Baker</strong>. Foto yang diambil di tahun 1959 ini memperlihatkan Baker sedang berada didalam biokapsul NASA dengan tatapan mata yang saya sangat yakin mengisyaratkan ketidak nyamanan serta rasa takut. Gambar ini diambil sesaat sebelum Baker akan melakukan misi keluar angkasanya. Baker berserta seekor monyet yang lainnya bernama <strong>Able</strong> diterbangkan menggunakan roket Jupiter AM-18 pada 28 Mei 1959.</p>
<div id="attachment_50" class="wp-caption aligncenter" style="width: 471px"><img class="size-medium wp-image-50" title="able-space-monkey2" src="http://lh4.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S_k9lGEq8HI/AAAAAAAAAMk/lu_lHh5lLas/090528-02-able-space-monkey_big.jpg" alt="able-space-monkey2" width="461" height="360" /><p class="wp-caption-text">Able dalam persiapan menjelang takeoff</p></div>
<p style="text-align: center;"><em><span style="color: #ff0000;"> </span></em></p>
<p style="text-align: justify;">Ia kembali ke bumi dalam keadaaan hidup setelah terbang selama 15 menit. Hal ini menjadikannya sebagai perimata pertama yang dapat bertahan hidup selama misi-misi percobaaan semacam ini. Namun sebenarnya, sepuluh tahun sebelum penerbangan Baker, seekor monyet bernama <strong>Albert II </strong>menjadi monyet yang mampu bertahan hidup selama misi di luar angkasa. Namun sayang kehidupannya berakhir setelah roket yang ditumpanginya hancur menabrak bumi karena tidak dapat mendarat dengan sempurna.</p>
<div id="attachment_55" class="wp-caption aligncenter" style="width: 372px"><img class="size-medium wp-image-55" title="space-monkey-sam_big" src="http://lh4.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S_k6fMCe4AI/AAAAAAAAAMU/GaMT7xBKvDg/090528-04-space-monkey-sam_big.jpg" alt="space-monkey-sam_big" width="362" height="258" /><p class="wp-caption-text">Sam saat akan dimasukkan pada sebuah kapsul ruang angkasa pada 4 Desember 1959.</p></div>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-54" title="space-monkey-sam" src="http://lh4.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S_k6e_lrOkI/AAAAAAAAAMM/tD4lynE2_GE/090528-03-space-monkey-sam_big.jpg" alt="space-monkey-sam" width="363" height="363" /></p>
<p style="text-align: justify;">Sam, monyet pemberani ( pemberani yang terpaksa ya?) pada gambar diatas dikirim menggunakan roket Mercury pada bulan Desember 1959. Ia mengikuti jejak pendahulunya Baker dan Able dalam misi luar angkasa di tahun 1959. Sam ditugaskan dalam misi percobaan sistem kemanan dan keselamatan pesawat. Roket Mercury melepaskan biokapsul &#8211; dimana Sam berada didalamnya &#8211; beberapa menit setelah penerbangan. Kapsul yang ditumpangi Sam berhasil mendarat di Samudera Atlantik setelah pada ketinggian 82 km ia dijatuhkan kemudian melayang-layang di udara. Sam berhasil selamat dalam misi ini dan ia hidup hingga tahun 1982.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-51" title="space-chimps-training" src="http://lh6.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S_k6f5HNHAI/AAAAAAAAAMc/bSdhRpK4LNo/090528-05-space-chimps-training_big.jpg" alt="space-chimps-training" width="365" height="276" /></p>
<p style="text-align: justify;">Tiga simpanse bernama Duane, Jim , dan Chu pada foto diatas sedang dibaringkan didalam kapsul saat berada di pangkalan udara Holloman, New Mexico, pada Januari 1961. Mereka dikirim untuk penelitian mengenai tingkat kelelahan saraf serta tekanan psikologis selama di luar angkasa.</p>
<div id="attachment_52" class="wp-caption aligncenter" style="width: 363px"><img class="size-medium wp-image-52" title="space-monkey-ham" src="http://lh6.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S_k9ljEWsqI/AAAAAAAAAMw/yjDuj_DZ2_k/090528-07-space-monkey-ham_big.jpg" alt="space-monkey-ham" width="353" height="394" /><p class="wp-caption-text">Ham tampak dalam perawatan setelah penerbangannya pada 31 Januari 1961 </p></div>
<p style="text-align: justify;">Pada 31 Januari 1961, seekor Simpanse bernama Ham diterbangkan pada ketinggian 185 kilometer ke angkasa dengan kecepatan 7080 km/jam. Ham manaiki roket Mercury-Redstone. Ia juga berhasil selamat setelah mendarat di Samudera Atlantik setelah misi selama 16,5 menit.</p>
<p style="text-align: justify;">Delapan bulan kemudian setelah penerbangan Ham, simpanse lainnya bernama Enos berhasil menjadi simpanse pertama yang terbang hingga ke Orbit Bumi.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-53" title="space-monkey-ham_big-copy" src="http://lh4.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S_k9lOhyl7I/AAAAAAAAAMo/OmFa6gfcQ78/090528-06-space-monkey-ham_big.jpg" alt="space-monkey-ham_big-copy" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-56" title="090529-08-french-space-monkeys_big" src="http://lh3.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S_k6fSFIqXI/AAAAAAAAAMY/maso57T-OZc/090529-08-french-space-monkeys_big.jpg" alt="090529-08-french-space-monkeys_big" width="385" height="252" /></p>
<p style="text-align: justify;">Tidak hanya Amerika serikat dan Uni Soviet saja yang melibatkan hewan sebagai percobaan-percobaan penerbangan keluar angkasa, program luar angkasa Perancis juga melakukannya. Mereka menggunakan jasa ketiga monyet pada gambar di atas. Penerbangan ini dilakukan pada tahun 1967.(<strong>Dipta</strong>)</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Source :</p>
<p style="text-align: justify;">http://nationalgeographic.com</p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dipta-jurnal.net/monyet-penakluk-luar-angkasa.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
