<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dipta Jurnal</title>
	<atom:link href="http://dipta-jurnal.net/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dipta-jurnal.net</link>
	<description>The Personal Blog of Dipta</description>
	<lastBuildDate>Sun, 07 Feb 2010 22:53:05 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Misteri Hangar 18</title>
		<link>http://dipta-jurnal.net/misteri-hangar-18.html</link>
		<comments>http://dipta-jurnal.net/misteri-hangar-18.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Feb 2010 19:06:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dipta</dc:creator>
				<category><![CDATA[UFO & Extraterrestrial life]]></category>
		<category><![CDATA[Alien]]></category>
		<category><![CDATA[Alien Autopsy]]></category>
		<category><![CDATA[Alien Crash]]></category>
		<category><![CDATA[Hangar 18]]></category>
		<category><![CDATA[Lowry Air Force Base]]></category>
		<category><![CDATA[Roswell Alien]]></category>
		<category><![CDATA[Roswell Incident]]></category>
		<category><![CDATA[UFO]]></category>
		<category><![CDATA[Wright-Patterson Air Force Base]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dipta-jurnal.net/?p=405</guid>
		<description><![CDATA[Selama bertahun-tahun setelah dugaan peristiwa jatuhnya sebuah piring terbang (UFO) di sebuah lahan peternakan yang terletak 60 kilometer di utara Roswell, New Mexico, banyak rumor berkembang mengenai mayat alien bertubuh kecil yang (konon) ditemukan di dekat bangkai wahana terbang tersebut merupakan makhluk luar angkasa yang hendak menyerbu bumi. Setidaknya itulah anggapan yang dianut oleh beberapa [...]<p><a href="http://dipta-jurnal.net/misteri-hangar-18.html">Misteri Hangar 18</a> adalah artikel dari: <a href="http://dipta-jurnal.net">Dipta Jurnal</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 170px"><img title="Hangar 18" src="http://lh5.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S28HrrcbzzI/AAAAAAAAAEU/z9hWiKK35es/2r7oxux.jpg" alt="" width="160" height="168" /><p class="wp-caption-text">Benarkah tersimpan jasad Alien di Hangar 18?</p></div>
<p style="text-align: justify;">Selama bertahun-tahun setelah dugaan peristiwa jatuhnya sebuah piring terbang (UFO) di sebuah lahan peternakan yang terletak 60 kilometer di utara Roswell, New Mexico, banyak rumor berkembang mengenai mayat alien bertubuh kecil yang (konon) ditemukan di dekat bangkai wahana terbang tersebut merupakan makhluk luar angkasa yang hendak menyerbu bumi. Setidaknya itulah anggapan yang dianut oleh beberapa pemerhati Ufologi.</p>
<p>Dan konon, mayat alien beserta bangkai UFO-nya itu kini masih tersimpan disuatu tempat yang begitu rahasia. Tempat terlarang bagi para warga sipil yang sering disebut sebagai <strong>Hangar 18</strong>. Namun, benarkah demikian?<span id="more-405"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Hangar 18 merupakan salah satu bagian dari Wright-Patterson Air Force Base, yaitu basis pangkalan udara Amerika Serikat yang terletak di daerah Greene dan Montgomery, 13 km timurlaut dari pusat bisnis Dayton, Ohio, Amerika Serikat. Hangar 18 yang dikatakan memiliki relevansi dengan peristiwa Roswell tersebut memang begitu misterius. Sesuatu yang menjadi misteri ialah benarkah tersimpan jasad alien Roswell di tempat ini?</p>
<p style="text-align: justify;">Kebanyakan peneliti UFO di abad 21 masih mencari potongan benang merah yang hingga kini masih menjadi kontroversi akan peristiwa misterius tersebut. Banyak laporan dari beberapa warga setempat dan personel militer yang mengklaim merupakan saksi mata peristiwa Roswell berbicara mengenai lima jasad asing yang ditemukan di tempat kejadian. Bukan satu jasad alien, tetapi lima. Diantara mereka menambahkan, ada empat jasad diangkut ke Hangar 18, sedangkan mayat kelima dibawa ke salah satu basis USAF (United States Air Force) di Lowry Air Force Base.</p>
<p style="text-align: justify;">Dua tahun sebelum kematiannya pada akhir 1990-an, pilot Oliver &#8220;Pappy&#8221; Henderson pernah bersumpah disuatu reuni bagi para veteran Perang Dunia II, bahwa ia pernah terbang bersama empat jenasah makhluk-makhluk Roswell tersebut keluar dari Roswell Army Field dalam pesawat kargo C-54, Juli 1947.</p>
<p style="text-align: justify;">Don Schmitt dan Kevin Randle menulis didalam buku mereka &#8220;UFO Crash at Roswell&#8221;, dalam satu sesi wawancara bersama Brigjen. Gen Arthur Ekson, mereka mendapatkan beberapa informasi mengenai empat mayat asing yang diterbangkan ke Wright-Patterson Air Force Base. &#8220;Jasad-jasad makhluk asing tersebut semua ditemukan diluar sisa-sisa wahana yang mereka tumpangi, dan keempatnya diterbangkan ke Wright-Patterson&#8221;.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 398px"><img src="http://lh3.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S28Hr-vYFsI/AAAAAAAAAEY/u9VGfdK4KPk/Hangar%2018.jpg" alt="" width="388" height="251" /><p class="wp-caption-text">Hangar 18. (Credit : Peter Brooksmith/Fortean Picture Library)</p></div>
<p style="text-align: justify;">Dalam penyelidikan berikutnya, Randle menuliskan bahwa sebagian besar laporan dari saksi mata mengatakan memang terdapat lima jasad yang ditemukan di lokasi kejadian. Penyelidikannya ini mengkonfirmasi klaim yang dibuat sebelumnya bahwa empat mayat diterbangan ke Hangar 18, Wright-Patterson Air Force Base, sedangkan jasad kelima dibawa ke Lowry Air Force Base.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun terdapat pula laporan lainnya yang mengatakan satu dari lima alien Roswell berhasil diselamatkan dan masih hidup ketika beberapa personel tentara melakukan olah TKP disana. Bahkan beberapa peneliti UFO percaya hingga tahun 1986 entiti asing tersebut masih hidup dan diperlakukan dengan baik sebagai &#8220;tamu&#8221; angkatan udara di Hangar 18, Wright-Patterson.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 333px"><img src="http://lh3.ggpht.com/_BRnmLyhNSUA/S28Hr6l8xhI/AAAAAAAAAEg/lyuoQzV13vw/a-autops4.jpg" alt="" width="323" height="250" /><p class="wp-caption-text">Inilah foto kontroversial salah satu jasad Alien Roswell yang konon tersimpan di Hangar 18.</p></div>
<p style="text-align: justify;">Hingga kini, misteri masih menyelimuti Hangar 18. Teka-teki mengenai keberadaan jasad alien di sana masih belum terjawab. Kasus jatuhnya UFO di Roswell yang merupakan sumber dari lahirnya spekulasi alien di Hangar 18 pun masih banyak disangsikan kebenarannya. Pihak militer Amerika Serikat jauh-jauh hari telah mengklarifikasi bahwa tidak ada UFO jatuh di Roswell. Bangkai-bangkai yang diduga UFO tersebut hanyalah merupakan sebuah balon cuaca yang jatuh, dan jasad yang diduga alien tersebut hanyalah boneka yang ikut diudarakan bersamanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun menurut argumen beberapa penganut Ufologi, banyak kejanggalan pada kasus Roswell dan mereka mengatakan sesuatu yang penting telah ditutup-tutupi pemerintah Amerika Serikat mengenai peristiwa ini. Apabila hanya balon cuaca yang jatuh, mengapa pihak militer terlihat begitu panik, dan apa tujuan mereka mengerahkan begitu banyak personel-nya ke tempat kejadian hanya untuk sebuah balon cuaca? Pertanyaan-pertanyaan seperti inilah yang membuat misteri Roswell dan Hangar 18 tetap hidup hingga saat ini. (<strong>Dipta</strong>)</p>
<p><a href="http://dipta-jurnal.net/misteri-hangar-18.html">Misteri Hangar 18</a> adalah artikel dari: <a href="http://dipta-jurnal.net">Dipta Jurnal</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dipta-jurnal.net/misteri-hangar-18.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keajaiban Arkeologi : Karnak</title>
		<link>http://dipta-jurnal.net/keajaiban-arkeologi-karnak.html</link>
		<comments>http://dipta-jurnal.net/keajaiban-arkeologi-karnak.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Dec 2009 20:18:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dipta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arkeologi]]></category>
		<category><![CDATA[Prasejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Amnehotep]]></category>
		<category><![CDATA[Amon-Ra]]></category>
		<category><![CDATA[Fir'aun]]></category>
		<category><![CDATA[Karnak]]></category>
		<category><![CDATA[Mesir Kuno]]></category>
		<category><![CDATA[Nubia]]></category>
		<category><![CDATA[Ramses]]></category>
		<category><![CDATA[Seti]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Nil]]></category>
		<category><![CDATA[Tutankhamun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dipta-jurnal.net/?p=386</guid>
		<description><![CDATA[


Pilar-Pilar Aula Raksasa, Karnak.


Di tepi sungai Nil, diantara kota kuno Luxor dan Thebes, terletak sisa-sisa Karnak. Karnak disebut-sebut sebagai salah satu kompleks kuil paling megah yang pernah dibangun. Di Mesir Kuno, nama Karnak memiliki arti &#8220;Tempat yang paling terpilih&#8221;, dan itu menjadikannya sebagai pusat keagamaan selama periode yang dikenal sebagai Kerajaan Baru (sekitar 1550 SM).
Didedikasikan [...]<p><a href="http://dipta-jurnal.net/keajaiban-arkeologi-karnak.html">Keajaiban Arkeologi : Karnak</a> adalah artikel dari: <a href="http://dipta-jurnal.net">Dipta Jurnal</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp" style="text-align: center;">
<dl id="attachment_390" class="wp-caption alignright" style="width: 229px;">
<dt class="wp-caption-dt"><img class="size-full wp-image-390" title="118382722_d964f01fe0" src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/uploads/2009/12/118382722_d964f01fe0.jpg" alt="118382722_d964f01fe0" width="219" height="292" /></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Pilar-Pilar Aula Raksasa, Karnak.</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Di tepi sungai Nil, diantara kota kuno Luxor dan Thebes, terletak sisa-sisa <strong>Karnak</strong>. Karnak disebut-sebut sebagai salah satu kompleks kuil paling megah yang pernah dibangun. Di Mesir Kuno, nama Karnak memiliki arti &#8220;Tempat yang paling terpilih&#8221;, dan itu menjadikannya sebagai pusat keagamaan selama periode yang dikenal sebagai Kerajaan Baru (sekitar 1550 SM).</p>
<p style="text-align: justify;">Didedikasikan kepada Dewa Matahari Amon-Ra dan didirikan disekitar 1500 SM, Karnak terdiri dari pilar-pilar besar, menjulang tinggi, dan yang luar biasa ialah Obelisk setinggi 97 meter dengan bobot sekitar 323 ton. Sedangkan aulanya merupakan salah satu ruangan terbesar yang pernah dibangun, dimana luasnya hampir 54.000 meter persegi.</p>
<p style="text-align: justify;">Reruntuhan-reruntuhan bangunan disekitarnya memberi kesan bahwa Karnak telah menjadi tempat yang sakral jauh sebelum berdirinya Kerajaan Baru di Mesir Kuno.</p>
<p style="text-align: justify;">Sisa-sisa kuil yang bertanggal 1971 SM, membuktikan bahwa pendahulu dari para pemuja Amon-Ra juga menemukan area lain yang digunakan sebagai tempat khusus untuk memuja dewa-dewa mereka.<span id="more-386"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Penyembahan Amon-Ra dan pengaruh akan karnak tetap kuat hingga <strong>Akhenaton</strong> memerintah Mesir Kuno pada periode 1379 &#8211; 1362 SM. Raja Akhenaton (disebut juga <strong>Amenhotep IV</strong>), merupakan fir&#8217;aun dinasti ke-18 dan ia merupakan ayah dari Raja muda Tutankahamun/Tutankhamen (Fir&#8217;aun yang terkenal dengan kutukannya itu). Akhenaton merupakan fir&#8217;aun yang membawa perubahan besar bagi sistem kepercayaan Mesir Kuno pada saat itu. Raja ini menganut paham monotheisme, dimana ia hanya memepercayai kepada satu dewa saja. Itu sebabnya ketika ia berkuasa semua patung-patung dewa Mesir Kuno beserta beberapa bangunan yang menggambarkan para dewa dihancurkan kecuali satu dewa tertinggi, Aten/Ra.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain merendahkan dewa-dewa Mesir Kuno, Akhenaton juga memindahkan pusat pemerintahan dari Thebes ke Tel el Amarna. Pada saat itulah Karnak perlahan-lahan mulai tergeser <em>prestise</em>-nya sebagai tempat suci. Kebijakan Akhenaton inilah yang nantinya menimbulkan polemik internal didalam tubuh pemerintahan Mesir Kuno. Para Pendeta Amon yang sangat-sangat kecewa akan kebijakan Akhenaton mulai menebar teror didalam jantung pemerintahan. Ujung-ujungnya, putra Akhenaton yakni Tutankhamun lah yang harus membayar mahal semua kebijakan ayahnya yakni dengan nyawanya. Raja Tutankhamun meninggal secara mendadak disaat usia pemerintahannya yang tergolong singkat. Kemungkinan besar raja muda ini mati diusia 18 tahun akibat dibunuh oleh orang-orang yang tidak suka akan kebijakan ayahnya dulu .</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-389" title="3081468709_0cfc1ec8d7" src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/uploads/2009/12/3081468709_0cfc1ec8d7.jpg" alt="3081468709_0cfc1ec8d7" width="442" height="274" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="3150961106_4e1209f4b5" src="../wp-content/uploads/2009/12/3150961106_4e1209f4b5.jpg" alt="3150961106_4e1209f4b5" width="440" height="268" /></p>
<p style="text-align: justify;">Konstruksi aula raksasa Karnak dimulai pada pemerintahan Ramses I (1320 &#8211; 1318 SM). Kemudian dilanjutkan oleh putranya Seti I (1318 &#8211; 1304 SM) dan diselesaikan oleh Ramses II (1304 &#8211; 1237). Ramses II juga memperluas kuil Amon dengan manambahkan serangkaian halaman dan ruang upacara.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada waktu pemerintahan Ramses III (1198 &#8211; 1166 SM), kuil ini semakin dipercantik dengan hiasan taman yang membentang dari delta Sungai Nil hingga Nubia bagian selatan. Sekitar dalapan puluh ribu pelayan dan budak ditunjuk untuk melayani sang dewa Amon-Ra di Karnak, dan terdapat kurang lebih 5000 patung mencerminkan kemuliaan-Nya. Selain itu sejumlah binatang yang dianggap suci turut dipelihara di kompleks tersebut, termasuk ribuan angsa, domba jantan dan lebih dari 421.000 ekor sapi.</p>
<div id="attachment_396" class="wp-caption aligncenter" style="width: 452px"><img class="size-full wp-image-396" title="3134310357_9a1d433f68" src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/uploads/2009/12/3134310357_9a1d433f68.jpg" alt="3134310357_9a1d433f68" width="442" height="250" /><p class="wp-caption-text">Karnak&#39;s Obelisk.</p></div>
<p style="text-align: justify;">Disekitar 1080 SM hingga seterusnya, Mesir Kuno mengalami serangkaian invansi dari Nubia, Libya, Kushites, dan Asyur. Namun banyak penakluk malah menghormati situs suci Karnak, dan beberapa diantaranya, seperti Kushites, bahkan menambahkan beberapa bangunan mereka sendiri. Seluruhnya, situs kuno ini tetap dalam kondisi yang cukup baik hingga hari ini. Ribuan turis yang berkunjung tiap tahunnya bahkan meyakini bahwa Karnak benar-benar merupakan &#8220;Tempat yang paling terpilih&#8221;.(<strong>Dipta</strong>)</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-388" title="3683022753_88d2736515" src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/uploads/2009/12/3683022753_88d2736515.jpg" alt="3683022753_88d2736515" width="438" height="268" /></p>
<p style="text-align: left;">Sumber gambar : <a href="http://flickr.com">Flickr</a></p>
<p><a href="http://dipta-jurnal.net/keajaiban-arkeologi-karnak.html">Keajaiban Arkeologi : Karnak</a> adalah artikel dari: <a href="http://dipta-jurnal.net">Dipta Jurnal</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dipta-jurnal.net/keajaiban-arkeologi-karnak.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hewan-Hewan Prasejarah Yang Mempesona (Bag 2)</title>
		<link>http://dipta-jurnal.net/hewan-hewan-prasejarah-yang-mempesona-bag-2.html</link>
		<comments>http://dipta-jurnal.net/hewan-hewan-prasejarah-yang-mempesona-bag-2.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 01:41:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dipta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Prasejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Amphicoelias]]></category>
		<category><![CDATA[argentinosaurus]]></category>
		<category><![CDATA[Deinocheirus]]></category>
		<category><![CDATA[Deinotherium]]></category>
		<category><![CDATA[Epidexipteryx]]></category>
		<category><![CDATA[Longisquama]]></category>
		<category><![CDATA[Microraptor]]></category>
		<category><![CDATA[paus biru]]></category>
		<category><![CDATA[Pterodaustro]]></category>
		<category><![CDATA[Sharovipteryx]]></category>
		<category><![CDATA[Therizinosauridae]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dipta-jurnal.net/?p=367</guid>
		<description><![CDATA[Artikel ini saya tulis sebagai kelanjutkan dari artikel sebelumnya (dengan judul yang sama). Karena cukup menarik perhatian pengunjung, terbukti dari jumlah pembacanya yang melebihi artikel lainnya, maka saya lanjutkan saja ke artikel keduanya. Selamat membaca.
*Deinotherium


Deinotherium merupakan salah satu mamalia darat terbesar yang pernah menginjakkan kakinya di Bumi. Makhluk prasejarah yang hidup di kala Miosen tengah [...]<p><a href="http://dipta-jurnal.net/hewan-hewan-prasejarah-yang-mempesona-bag-2.html">Hewan-Hewan Prasejarah Yang Mempesona (Bag 2)</a> adalah artikel dari: <a href="http://dipta-jurnal.net">Dipta Jurnal</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Artikel ini saya tulis sebagai kelanjutkan dari artikel sebelumnya (dengan judul yang sama). Karena cukup menarik perhatian pengunjung, terbukti dari jumlah pembacanya yang melebihi artikel lainnya, maka saya lanjutkan saja ke artikel keduanya. Selamat membaca.</p>
<h3 style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;">*<span style="color: #0000ff;"><em><strong>Deinotherium</strong></em></span></span></h3>
<p style="text-align: justify;"><em><strong><img class="size-medium wp-image-368 alignnone" title="deinotherium_small-tm" src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/uploads/2009/11/deinotherium_small-tm-300x220.jpg" alt="deinotherium_small-tm" width="319" height="234" /><br />
</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Deinotherium</strong></em> merupakan salah satu mamalia darat terbesar yang pernah menginjakkan kakinya di Bumi. Makhluk prasejarah yang hidup di kala Miosen tengah hingga awal Pleistosen ini pada umumnya memiliki tinggi 3,5 &#8211; 4,5 meter (ukuran <em>Deinotherium</em> dewasa) dengan berat berkisar antara 5 &#8211; 14 ton. <span id="more-367"></span><em>Deinotherium</em> yang merupakan kerabat dekat gajah modern pada dahulu kala hidup tersebar di beberapa wilayah Asia, afrika, dan Eropa. Bentuk fisiknya tidak jauh berbeda dengan gajah modern, hanya saja ia memiliki belalai yang lebih pendek dan gading yang terletak di rahang bagian bawah. Gading ini mungkin digunakan sebagai alat untuk menggali tanah untuk mendapatkan akses ke akar-akaran dan sayuran. Genus<em> Deinotherium</em> memiliki tiga spesies yang telah dikenali, dan semuanya memiliki ukuran yang besar. Spesies itu diataranya <em>Deinotherium giganteus</em>, <em>Deinotherium indicum</em>, dan <em>Deinotherium bozasi</em>.</p>
<h3 style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;">*<span style="color: #0000ff;"><strong><em>Therizinosauridae</em></strong></span></span></h3>
<p style="text-align: justify;"><strong><em><img class="alignnone size-medium wp-image-375" title="therizinosaurusJC" src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/uploads/2009/11/therizinosaurusJC-285x300.jpg" alt="therizinosaurusJC" width="285" height="300" /><br />
</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>Therizinosauridae</em></strong> merupakan Dinosaurus dari keluarga Theropoda yang hidup pada akhir periode  Cretaceous (99.6 – 65.5 juta tahun silam). Tidak seperti kebanyakan Theropoda yang merupakan karnivora, <em>Therizinosauridae</em> adalah herbivora (walaupun beberapa diantaranya diketahui sebagai omnivora). Perlu digaris bawahi, <em>Therizinosauridae</em> merupakan nama dari suatu familia dalam klasifikasi ilmiah. Nama ini pertama kali digunakan oleh Evgeny Maleev pada tahun 1954 untuk memasukkan <em>Therizinosaurus cheloniformis</em> &#8211; jenis Theropoda yang masih memiliki banyak teka-teki &#8211; kedalam suatu familia bersama dengan <em>Segnosaurus</em> dan <em>Nothronychus</em>. keluarga <em>Therizinosauridae</em> memiliki bentuk fisik yang eksentrik. Pada umumnya mereka berleher panjang dan memiliki bulu. Selain itu cakar-cakar mereka juga cukup besar, mungkin ada yang lebih dari satu meter panjangnya.<em><strong></strong></em></p>
<h3 style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;"><em><strong>*</strong></em><span style="color: #0000ff;"><em><strong>Epidexipteryx</strong></em></span></span></h3>
<p style="text-align: justify;"><em><strong><img class="alignnone size-full wp-image-371" title="dinocomp-tm" src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/uploads/2009/11/dinocomp-tm.jpg" alt="dinocomp-tm" width="372" height="225" /><br />
</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong> </strong></em><em><strong>Epidexipteryx</strong></em> adalah genus Dinosaurus maniraptorian kecil. Hewan prasejarah yang hidup di wilayah China sekitar 152 &#8211; 168 juta tahun silam ini merupakan salah satu Dinosaurus terkecil yang pernah ada. Ukuran dewasanya hanya mencapai 10 inci (kurang lebih seukuran burung merpati). Salah satu daya tarik dari <em>Epidexipteryx</em> ialah empat bulu panjang yang tumbuh di bagian ekornya. Tidak seperti bulu yang biasa kita temui pada hewan-hewan kelas aves, struktur bulu pada <em>Epidexipteryx</em> ini layaknya seperti satu lembaran pita yang berdiri tegak memanjang ke atas. Namun karena kurangnya remiges (bulu sayap) membuat hewan ini tidak dapat terbang.</p>
<h3 style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;">*<span style="color: #0000ff;"><strong><em>Longisquama insignis</em></strong></span></span></h3>
<p style="text-align: justify;"><strong><em><img class="alignnone size-full wp-image-372" title="longisquama-tm" src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/uploads/2009/11/longisquama-tm.jpg" alt="longisquama-tm" width="292" height="350" /><br />
</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em> </em></strong>Hidup pada pertengahan hingga akhir periode Triassic (230 &#8211; 225 juta tahun silam), <strong><em>Longisquama insignis</em></strong> merupakan kadal purba yang begitu menarik karena ia memiliki serangkaian &#8220;bulu&#8221; panjang yang berdiri tegak disepanjang punggungnya. Struktur &#8220;bulu&#8221; tersebut hingga kini masih menjadi bahan perdebatan dikalangan para peneliti. Beberapa peneliti meyakini bahwa struktur panjang yang tumbuh di punggung <em>Longisquama</em> bukanlah sejenis bulu, melainkan sisik yang umumnya dapat kita temukan pada reptil seperti Iguana. Bedanya sisik pada <em>Lingisquama</em> lebih panjang dan berbentuk sedikit janggal. Namun menurut pendapat ahli paleontologi, N. Frasher didalam bukunya <strong>Dawn of The Dinosaurs: Life in the Triassic</strong>, struktur memanjang tersebut bukanlah bagian dari tubuhnya. Struktur ini kemungkinan hanyalah sejenis tumbuhan pakis yang ikut menjadi fosil bersamanya lalu kemudian disalahtafsirkan. Pendapat Frasher mungkin diperkuat oleh fakta struktur fosil yang ditemukan pada beberapa hewan memang sering tidak ada kaitannya dengan fosil hewan tersebut.</p>
<h3 style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;">*<span style="color: #0000ff;"><strong><em>Sharovipteryx</em></strong></span></span></h3>
<p style="text-align: justify;"><strong><em><img class="alignnone size-full wp-image-373" title="sharovipteryx_bw-tm" src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/uploads/2009/11/sharovipteryx_bw-tm.jpg" alt="sharovipteryx_bw-tm" width="333" height="181" /><br />
</em></strong></p>
<div style="text-align: justify;"><strong><em>Sharovipteryx</em></strong> merupakan reptil yang hidup sejaman dengan <em>Longisquama</em>, yakni pada pertengahan hingga akhir Triassic. Makhluk purba yang memiliki panjang tubuh sekitar delapan inci dengan berat 7,5 gram ini sangat unik karena ia memiliki ukuran kaki belakang yang sangat lebar dibanding kaki depannya. Kaki belakang yang begitu lebar, ditambah dengan adanya membran yang tumbuh diantaranya membuat ia seolah-olah memiliki sayap yang dapat digunakan untuk terbang. Walaupun pada kenyataannya hewan ini memang tidak dapat terbang layaknya burung, namun bukan berarti bentangan selaput sayap pada kakinya itu menjadi tidak berguna. Penelitian terbaru menyebutkan berkat selaput sayap ini <em>Sharovipteryx</em> dapat lebih gesit pada saat meluncur dari suatu tempat ke tempat lainnya dikarenakan mekanisme kerjanya yang sangat mirip dengan <em>delta wing</em> pada pesawat tempur modern. Beberapa peneliti menganggap hewan ini mungkin memiliki hubungan yang erat dengan <em>pterosaurus</em> mengingat meraka sama-sama memiliki membran penerbangan yang tumbuh diantara kedua kakinya, walaupun hal ini masih sangat kontroversial.</div>
<h3 style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;">*<span style="color: #0000ff;"><em><strong>Pterodaustro</strong></em></span></span></h3>
<p style="text-align: justify;"><em><strong><img class="alignnone size-medium wp-image-377" title="picture-1-139-tm" src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/uploads/2009/11/picture-1-139-tm1-300x185.jpg" alt="picture-1-139-tm" width="318" height="203" /><br />
</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Pterodaustro</strong></em> memiliki tengkorak yang sangat panjang, yakni sekitar 29 cm. Moncongnya mendominasi 85% dari total panjang tengkorak. Keanehan bentuk fisiknya yang lain yaitu set gigi yang tidak biasa. Gigi yang tumbuh dirahang bagian bawah bagaikan ribuan sekat bulu yang kemungkinan ia gunakan sebagai alat untuk menyaring plankton, ganggang, maupun makhkluk kecil lainnya dari air. Gigi yang jumlahnya ribuan tersebut tumbuh dalam dua alur panjang yang sejajar dengan tepi rahang. Panjangnya sekitar 3 cm dengan lebar antara 0,2 &#8211; 0, 3 milimeter. Awalnya diduga struktur ini bukanlah gigi, namun setelah dilakukan beberapa penelitian dugaan tersebut akhirnya luntur. Struktur itu benar-benar merupakan gigi normal karena terdapat enamel, dentin dan pulpa.</p>
<h3 style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;">*<span style="color: #0000ff;"><em><strong>Deinocheirus</strong></em></span></span></h3>
<p style="text-align: justify;"><em><strong><img class="alignnone size-full wp-image-374" title="deinoe1-tm" src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/uploads/2009/11/deinoe1-tm.jpg" alt="deinoe1-tm" width="327" height="237" /><br />
</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;">Satu-satunya fosil yang ditemukan dari Dinosaurus ini hanyalah sepasang lengan dan beberapa bagian tulang belakang. Kemungkinan <em><strong>Deinocheirus</strong></em> merupakan kerabat dari <em>Ornithomimosaur</em>, setidaknya itulah anggapan para ahli paleontologi. Ia merupakan genus dari Dinosaurus Theropoda besar yang hidup pada periode Cretaceous akhir dan populasinya tersebar di selatan Mongolia. Lengannya mungkin terlalu panjang untuk tubuhnya dan cakar tangannya itu semakin mengindikasikan bahwa dirinya merupakan salah satu Dinosaurus yang mematikan. Namun sebenarnya, kegunaan &#8220;senjata&#8221; tersebut masih banyak diperdebatkan. Beberapa peneliti mengatakan cakar itu digunakan sebagai alat utama untuk berburu. Beberapa lainnya mengatakan cakar terlalu tumpul, sehingga hanya digunakan sebagai senjata defensif. Bahkan ada pendapat yang mengatakan bahwa Deinocheirus menggunakan lengannya yang besar untuk memanjat pohon, meskipun hipotesis ini secara luas diabaikan.<strong><em></em></strong></p>
<h3 style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;"><strong><em>*<span style="color: #0000ff;">Microraptor</span></em></strong></span></h3>
<p style="text-align: justify;"><strong><em><img class="alignnone size-medium wp-image-378" title="microraptor_3_-tm" src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/uploads/2009/11/microraptor_3_-tm-290x300.jpg" alt="microraptor_3_-tm" width="287" height="298" /><br />
</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em></em></strong>Genus <strong><em>Microraptor</em></strong> merupakan salah satu jajaran Dinosaurus kecil. Mereka hidup sekitar 120 juta tahun yang lalu dan populasinya tersebar di beberapa wilayah China. Jenis ini umumnya memiliki empat buah sayap dengan satu ekor yang memanjang. Kendati memiliki dua pasang sayap, <em>Microraptor</em> tidak dapat terbang. sebaliknya, ia mungkin hanya meluncur dari suatu tempat ke tempat lainnya seperti seekor tupai terbang. Sebagian kalangan evolusionis menganggap hewan ini merupakan makluk peralihan dinosaurus ke burung, dimana dengan kemampuan meluncurnya itu dapat berkembang menjadi sistem penerbangan. Beberapa peneliti berpendapat, hewan ini kemungkinan banyak menghabiskan hidupnya di pepohonan, merujuk fakta bahwa sayap <em>Microraptor </em>menghalangi kemampuan mereka untuk berjalan di atas tanah.</p>
<h3 style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;">*<span style="color: #0000ff;"><em><strong>Amphicoelias fragillimus</strong></em></span></span></h3>
<p style="text-align: justify;"><em><strong><img class="size-full wp-image-370 alignnone" title="800px-human-amphicoelias_size_comparison-tm" src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/uploads/2009/11/800px-human-amphicoelias_size_comparison-tm.jpg" alt="800px-human-amphicoelias_size_comparison-tm" width="400" height="80" /><br />
</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;">Fosil yang sukar dipahami ini ditemukan oleh ahli paleontologi terkenal Edward Drinker Cope. Cope telah banyak menemukan fosil-fosil prasejarah, namun yang satu ini  ialah yang paling aneh. Bagaimana tidak? satu-satunya fosil aneh tersebut ialah potongan tulang belakang yang memiliki panjang keseluruahan diperkirakan 40 &#8211; 60 meter! Apabila ukuran ini benar-benar valid, itu menjadikan <em><strong>Amphicoelias fragillimus</strong></em> mungkin merupakan makhluk terpanjang dan terberat yang pernah ada (bersaing dengan paus biru dan  Argentinosaurus). Namun sekali lagi, fosil tersebut masih banyak menjadi perdebatan karena sulitnya untuk mengidentifikasi dari penemuan fosilnya yang sangat-sangat  minim. Apakah makhluk ini merupakan hewan terbesar yang pernah berjalan di bumi? ataukah hanya kesalah pahaman dan hanya sekedar tipuan?(<strong>Dipta</strong>)</p>
<p><a href="http://dipta-jurnal.net/hewan-hewan-prasejarah-yang-mempesona-bag-2.html">Hewan-Hewan Prasejarah Yang Mempesona (Bag 2)</a> adalah artikel dari: <a href="http://dipta-jurnal.net">Dipta Jurnal</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dipta-jurnal.net/hewan-hewan-prasejarah-yang-mempesona-bag-2.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keajaiban Arkeologi : Para Prajurit Terracotta</title>
		<link>http://dipta-jurnal.net/keajaiban-arkeologi-para-prajurit-terracotta.html</link>
		<comments>http://dipta-jurnal.net/keajaiban-arkeologi-para-prajurit-terracotta.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 08:56:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dipta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arkeologi]]></category>
		<category><![CDATA[Cheops]]></category>
		<category><![CDATA[Khufu]]></category>
		<category><![CDATA[Prajurit Terracotta]]></category>
		<category><![CDATA[Qin Shi Huang]]></category>
		<category><![CDATA[Sima Qian]]></category>
		<category><![CDATA[Tembok Besar China]]></category>
		<category><![CDATA[Terracotta Army]]></category>
		<category><![CDATA[Tiongkok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dipta-jurnal.net/?p=343</guid>
		<description><![CDATA[


Makam Kaisar Tiongkok, Qin Shi Huang.


Makam kaisar Tiongkok, Qin Shi Huang, disebut-sebut sebagai salah satu penemuan arkeologi terbesar abad ke-20. Sejarah mencatat, Qin Shi Huang merupakan kaisar pertama Dinasti Qin yang memimpin Tiongkok diantara periode 221 SM &#8211; 210 SM. Salah satu karya monumentalnya selain penyempurnaan konstruksi bangunan Tembok Besar China ialah pembangunan makam agungnya [...]<p><a href="http://dipta-jurnal.net/keajaiban-arkeologi-para-prajurit-terracotta.html">Keajaiban Arkeologi : Para Prajurit Terracotta</a> adalah artikel dari: <a href="http://dipta-jurnal.net">Dipta Jurnal</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp" style="text-align: justify;">
<dl id="attachment_350" class="wp-caption alignleft" style="width: 283px;">
<dt class="wp-caption-dt"><img class="size-medium wp-image-350" title="525707929_f210d52fd0" src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/uploads/2009/10/525707929_f210d52fd0-300x225.jpg" alt="525707929_f210d52fd0" width="273" height="175" /></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Makam Kaisar Tiongkok, Qin Shi Huang.</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Makam kaisar Tiongkok, <strong>Qin Shi Huang</strong>, disebut-sebut sebagai salah satu penemuan arkeologi terbesar abad ke-20. Sejarah mencatat, Qin Shi Huang merupakan kaisar pertama <strong>Dinasti Qin</strong> yang memimpin Tiongkok diantara periode 221 SM &#8211; 210 SM. Salah satu karya monumentalnya selain penyempurnaan konstruksi bangunan <strong>Tembok Besar China</strong> ialah pembangunan makam agungnya sendiri. Berbeda dengan Fir&#8217;aun Mesir Kuno, <strong>Cheops</strong> (Khufu) yang memilih untuk membangun sebuah Piramida Agung di Giza sebagai tempat peristirahatan terakhirnya, Kaisar Qin Shi Huang lebih memilih menjadikan makamnya bak sebuah Istana dengan penjagaan ribuan patung prajuritnya.<span id="more-343"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Makam sang kaisar memang begitu mempesona. Terdapat kurang lebih 8000 patung yang menggambarkan sosok para prajurit beserta kuda-kuda perang berdiri berjejer disepanjang makam. Yang lebih menarik lagi, semua patung-patung tersebut tidaklah sama antara satu dengan yang lainnya baik itu bentuk pakaian, mimik wajah, model rambut, hingga persenjataan yang mereka bawa. Selain itu, mereka juga dibedakan oleh pangkat kemiliterannya seperti Jendral, perwira, hingga para prajurit biasa. Patung prajurit yang memiliki ukuran tubuh paling tinggi ialah yang berpangkat jendral.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="size-full wp-image-345 aligncenter" title="3698163813_f676bba7ca" src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/uploads/2009/10/3698163813_f676bba7ca.jpg" alt="3698163813_f676bba7ca" width="473" height="308" /></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="size-full wp-image-346 aligncenter" title="149257473_ee3eb3a245" src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/uploads/2009/10/149257473_ee3eb3a245.jpg" alt="149257473_ee3eb3a245" width="473" height="337" /></p>
<p style="text-align: justify;">Patung-patung yang disebut sebagai<strong> Prajurit Terracotta</strong> ini keselururuhan terbuat dari tanah liat yang dibentuk didalam cetakan. Tingginya pun bervariasi antara 183 &#8211; 195 cm. Untuk bagian kepala, dibuat secara terpisah dari bagian badan agar memiliki bentuk dan mimik wajah yang berbeda satu sama lain. Sementara bagian-bagian wajah seperti bibir, mata, dan telinga ditambahkan secara manual dan bentuknya disempurnakan oleh polesan tangan si pematung. Patung yang telah jadi kemudian dibakar agar dihasilkan konstruksi yang lebih keras dan kokoh. Untuk tahap akhir, dilakukan pengecatan walaupun kebanyakan patung kini catnya telah memudar.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="size-full wp-image-347 aligncenter" title="untitled-2" src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/uploads/2009/10/untitled-2.jpg" alt="untitled-2" width="473" height="308" /></p>
<p style="text-align: justify;">Sejak ditemukan oleh beberapa petani lokal diwilayah Xi&#8217;an, Propinsi Shaanxi, China ditahun 1974 silam, hingga kini masih terus dilakukan penggalian di sana. Para Arkelog memperkirakan masih banyak patung dan artifak-artifak lainnya yang masih terpendam. Mereka juga belum dapat memastikan berapa jumlah angka-angka penemuan ini akan terus bertambah. Kalkulasi terbaru menyebutkan, terdapat lebih dari 8000 patung prajurit, 130 kereta perang beserta 520 kudanya, serta 150 pasukan berkuda yang terdapat di tiga terowongan utama makam. Sungguh merupakan pemandangan yang menakjubkan mengingat baru satu persen dari keseluruhan bagian makam yang telah digali!</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="size-full wp-image-351 aligncenter" title="2589550866_e7c3279c4d" src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/uploads/2009/10/2589550866_e7c3279c4d.jpg" alt="2589550866_e7c3279c4d" width="473" height="308" /></p>
<p style="text-align: justify;">Tidak semua harta benda dan perhiasan sang kaisar telah ditemukan. Konon, masih banyak harta benda berharga Kaisar Qin Shi Huang yang tersimpan disuatu bagian makam, dimana ditempat itu terpasang perangkap-perangkap yang dapat menembakkan anak panah secara otomatis kepada siapapun yang berani mengusiknya. Bahkan diyakini para pekerja yang memasang perangkap-perangkap tersebut turut dikuburkan hidup-hidup agar kerahasiannya tetap terjaga. Terdengar cukup menakutkan, bukan?</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="size-full wp-image-356 aligncenter" title="untitled2" src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/uploads/2009/10/untitled2.jpg" alt="untitled2" width="473" height="308" /></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="size-full wp-image-349 aligncenter" title="503483747_ad55c45b60" src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/uploads/2009/10/503483747_ad55c45b60.jpg" alt="503483747_ad55c45b60" width="473" height="308" /></p>
<p style="text-align: justify;">Menurut sejarawan <strong>Sima Qian</strong> (145 &#8211; 90 SM), pembangunan makam agung kaisar Qin Shi Huang dimulai disekitar 246 SM &#8211; disaat usia sang Kaisar baru menginjak 13 tahun &#8211; dengan memperkerjakan kurang lebih 700.000 pekerja. Namun apa tujuan Kaisar Qin Shi Huang membangun semua ini?</p>
<p style="text-align: justify;">Faktanya, makam ini didirikan sebagai gambaran akan sebuah istana bawah tanah yang begitu besar dan mewah. Bahkan dikatakan ia adalah istana bawah tanah dengan struktur paling rumit dalam kemegahan dan fasilitasnya. Tiruan sungai yang terbuat dari air raksa serta langit-langit dengan hiasaan mutiara turut mempercantik istana. Kepercayaan di lingkungan kerajaan menyebutkan bahwa Kaisar Qin Shi Huang akan terus memimpin kerajaan dikehidupan berikutnya (alam baka/akhirat). Untuk itu ia membutuhkan sebuah istana sebagai pusat kerajaan, lengkap beserta para bala tentaranya dan pegawai-pegawai pemerintahan.(<strong>Dipta</strong>)</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="size-full wp-image-344 aligncenter" title="1802725006_97b809db4c" src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/uploads/2009/10/1802725006_97b809db4c.jpg" alt="1802725006_97b809db4c" width="473" height="308" /></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sumber Gambar : </strong><a href="http://www.flickr.com/photos/damgaard/" target="_blank">1</a> | <a href="http://www.flickr.com/photos/purplecloud/" target="_blank">2</a> | <a href="http://www.flickr.com/photos/mseguias/" target="_blank">3</a> | <a href="http://www.flickr.com/photos/59303791@N00/" target="_blank">4</a> | <a href="http://www.flickr.com/photos/chicagolove/" target="_blank">5</a></p>
<p><a href="http://dipta-jurnal.net/keajaiban-arkeologi-para-prajurit-terracotta.html">Keajaiban Arkeologi : Para Prajurit Terracotta</a> adalah artikel dari: <a href="http://dipta-jurnal.net">Dipta Jurnal</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dipta-jurnal.net/keajaiban-arkeologi-para-prajurit-terracotta.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Top 10 Cryptozoology</title>
		<link>http://dipta-jurnal.net/the-top-10-cryptozoology.html</link>
		<comments>http://dipta-jurnal.net/the-top-10-cryptozoology.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 09:39:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dipta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cryptozoology]]></category>
		<category><![CDATA[Bigfoot]]></category>
		<category><![CDATA[Champ]]></category>
		<category><![CDATA[Chupacabra]]></category>
		<category><![CDATA[Kraken]]></category>
		<category><![CDATA[Lake Champlain]]></category>
		<category><![CDATA[Loch Ness]]></category>
		<category><![CDATA[Mokele-mbembe]]></category>
		<category><![CDATA[Mongolian Death Worm]]></category>
		<category><![CDATA[Monster Loch Ness]]></category>
		<category><![CDATA[Mothman]]></category>
		<category><![CDATA[Nessie]]></category>
		<category><![CDATA[Orang Pendek]]></category>
		<category><![CDATA[Sasquatch]]></category>
		<category><![CDATA[Thunderbird]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dipta-jurnal.net/?p=292</guid>
		<description><![CDATA[Cryptozoology merupakan penyelidikan / penelitian terhadap makhluk hidup yang belum dikenal sains. Beberapa diantaranya merupakan makhluk-makhluk yang telah menjadi legenda disuatu wilayah, ataupun &#8220;monster&#8221; misterius yang kerap dilaporkan terlihat oleh manusia namun eksistensi sebenarnya masih merupakan tanda tanya besar.
Berikut merupakan daftar 10 makhluk Cryptozoology yang paling menarik perhatian saya. Daftar urutan makhluk Cryptozoology dibawah disusun [...]<p><a href="http://dipta-jurnal.net/the-top-10-cryptozoology.html">The Top 10 Cryptozoology</a> adalah artikel dari: <a href="http://dipta-jurnal.net">Dipta Jurnal</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_294" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-294" title="ls_top10_cryptozoo_465x261" src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/uploads/2009/10/ls_top10_cryptozoo_465x261-300x168.jpg" alt="ls_top10_cryptozoo_465x261" width="300" height="168" /><p class="wp-caption-text">.</p></div>
<p style="text-align: justify;"><strong>Cryptozoology</strong> merupakan penyelidikan / penelitian terhadap makhluk hidup yang belum dikenal sains. Beberapa diantaranya merupakan makhluk-makhluk yang telah menjadi legenda disuatu wilayah, ataupun &#8220;monster&#8221; misterius yang kerap dilaporkan terlihat oleh manusia namun eksistensi sebenarnya masih merupakan tanda tanya besar.</p>
<p style="text-align: justify;">Berikut merupakan daftar 10 makhluk Cryptozoology yang paling menarik perhatian saya. Daftar urutan makhluk Cryptozoology dibawah disusun berdasarkan opini subjektif saya sendiri. Jadi apabila kawan-kawan memiliki daftar 10 &#8220;monster&#8221; yang berbeda dengan saya itu wajar adanya.<span id="more-292"></span></p>
<h2 style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>10. Mongolian Death Worm</strong></span></h2>
<div id="attachment_295" class="wp-caption aligncenter" style="width: 302px"><img class="size-medium wp-image-295" title="olgoi_horkhoi" src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/uploads/2009/10/olgoi_horkhoi-300x212.jpg" alt="olgoi_horkhoi" width="292" height="206" /><p class="wp-caption-text">Ilustrasi gambar mengenai bentuk fisik Mongolian Death Worm.</p></div>
<p style="text-align: justify;">Diposisi sepuluh saya menempatkan <strong>Mongolian Death Worm</strong>. Monster gurun Gobi yang sudah terlalu lama menjadi buruan para Cryptozoologyst ini mungkin sejenis cacing tanah namun dengan bentuk dan ukuran tubuh yang tak lazim. Menurut beberapa orang yang pernah melihatnya secara langsung, ia memiliki panjang tubuh sekitar 1 &#8211; 1.5 meter dengan bentuk fisik menyerupai usus besar manusia dan berwarna merah darah.</p>
<p style="text-align: justify;">Sesuai dengan namanya, Mongolian Death Worm dikatakan merupakan spesimen yang mematikan. Ia dapat menyemburkan racun dan konon memiliki sengatan listrik yang dapat dengan mudah merobohkan mangsa ataupun siapa saja yang mencoba mengusiknya. Tercatat beberapa ekspedisi pernah dilakukan untuk mencari eksistensi monster yang ditempat asalanya disebut sebagai <strong>allghoi khorkhoi </strong>ini, namun kesemuanya masih jauh dari harapan karena tak seekorpun berhasil ditangkap (jangankan ditangkap, mereka terlihat / menampakkan diri kepada para peneliti pun tidak).</p>
<h2 style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>9. Orang Pendek</strong></span></h2>
<div id="attachment_296" class="wp-caption aligncenter" style="width: 218px"><img class="size-medium wp-image-296" title="2298654-Orang-Pendek-1" src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/uploads/2009/10/2298654-Orang-Pendek-1-214x300.jpg" alt="2298654-Orang-Pendek-1" width="208" height="278" /><p class="wp-caption-text">Orang Pendek dideskripsikan sebagai makhluk serupa kera, Bipedal, dan memiliki tinggi tubuh tak lebih dari 1,5 meter.</p></div>
<p style="text-align: justify;">Saya memasukkan Orang Pendek kedalam daftar Top 10 makhluk Cryptozoology bukan lantaran mereka dikabarkan berdiam disalah satu wilayah Indonesia yakni Taman Nasional Kerinci Seblat, namun lebih kepada anggapan beberapa Cryptozoologyst yang mengatakan ia merupakan bagian dari &#8220;missing link&#8221; dengan kita manusia modern. Banyak yang berspekulasi bahwa Orang Pendek merupakan manusia purba dari spesies <em>Homo Floresiensis</em> -salah satu spesies baru dari genus Homo yang sering disebut &#8220;<strong>Hobbit</strong>&#8221; dan kerangkanya ditemukan pada tahun 2003 lalu diwilayah Flores, NTT- yang masih dapat bertahan hidup hingga sekarang.</p>
<p style="text-align: justify;">Mereka (Orang Pendek) dikabarkan sering terlihat oleh beberapa penduduk setempat. Namun demikian, mereka adalah komunitas yang tertutup dari dunia luar dan tidak pernah berinteraksi dengan manusia. Menurut laporan dari beberapa orang suku Anak Dalam, Orang Pendek mereka sering terlihat membawa semacam tombak yang kemungkinan digunakan untuk berburu.</p>
<h2 style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>8. Mothman </strong></span></h2>
<div id="attachment_297" class="wp-caption aligncenter" style="width: 253px"><img class="size-medium wp-image-297" title="mothman" src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/uploads/2009/10/mothman-273x300.jpg" alt="mothman" width="243" height="268" /><p class="wp-caption-text">Ilustrasi gambar mengenai bentuk fisik Mothman</p></div>
<p style="text-align: justify;">Apa yang ada dibenak sebagian warga Amerika Serikat seandainya kita bertanya mengenai makhluk misterius yang sering disebut Mothman?  Pastilah mereka mengimajinasikannya sebagai makhluk dengan perawakan seperti manusia, bertubuh gelap, bermata bulat dan berwarna merah menyala serta memiliki sayap menyerupai sayap kelelawar. Mothman, makhluk misterius yang telah melegenda diseantero Amerika Serikat ini pertama kali dilaporkan terlihat di West Virginia, 15 November 1966. Ketika itu dua pasangan suami istri, David dan Linda Scarberry serta Steve dan Mary Mallette, yang sedang berkendara melintasi bekas pabrik TNT pada masa perang dunia ke-II merasa tertarik dengan adanya sepasang cahaya bulat merah menyala sedang memandang kearah kendaraan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah menghentikan mobil, mereka kemudian mencoba lebih mendekat kesumber cahaya tersebut berasal. Namun seketika itu juga mereka terperanjat, sepasang bulatan merah menyala itu ternyata merupakan mata dari seekor makhluk berperawakan manusia, berwarna gelap dengan sayap menyerupai kelelawar. Tanpa berpikir panjang lagi tentunya, mereka bergegas mengambil langkah seribu untuk segera pergi meninggalkan tempat tersebut. Hingga kini, mothman memang masih kerap menampakkan dirinya. Beberapa teori mengatakan, kemungkinan mothman memiliki kaitan erat dengan praktek ilmu hitam, beberapa lagi berspekulasi bahwa ia merupakan spesies hewan yang belum dikenal sains / belum teridentifikasi. Namun banyak pula yang skeptis dan menggapnya sebagai kebohongan<a href="http://www.dipta-jurnal.net" target="_blank">.</a></p>
<h2 style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>7. Thunderbird</strong></span></h2>
<div id="attachment_298" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-298" title="Thunderbird" src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/uploads/2009/10/Thunderbird-300x195.jpg" alt="Thunderbird" width="300" height="195" /><p class="wp-caption-text">Konon gambar diatas merupakan jasad Thunderbird yang berhasil ditemukan dan kemudian diawetkan.</p></div>
<p style="text-align: justify;">Nama yang keren saya pikir untuk makhluk Cryptozoology. Makhluk yang dideskripsikan sebagai makhluk terbang dengan ukuran tubuh yang besar. Laporan pertama mengenai Thunderbird datang dari kisah dua orang Cowboy yang mengklaim telah membunuh seekor burung raksasa diwilayah Arizona, April 1890. Menurut mereka, bentuk makhluk tersebut sangatlah aneh karena sama sekali tidak memiliki bentuk tubuh seperti burung pada umumnya. Ia terlalu besar untuk disebut sebagai seekor burung, sayapnya dikatakan mirip sayap kelelawar dengan bentuk wajah menyerupai buaya.</p>
<div id="attachment_299" class="wp-caption aligncenter" style="width: 324px"><img class="size-medium wp-image-299" title="thunderbird_02" src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/uploads/2009/10/thunderbird_02-300x199.jpg" alt="thunderbird_02" width="314" height="208" /><p class="wp-caption-text">Pada gambar diatas terlihat sesosok makhluk menyerupai hewan prasejarah Pterodactyl yang berhasil ditembak mati.</p></div>
<p style="text-align: justify;">Cryptozoologyst Amerika Serikat, Ken Gerhard memiliki teori yang mengatakan bahwa Thunderbird merupakan nenek moyang dari spesies burung hering yang diperkirakan hidup 6000 tahun yang lalu dan masih dapat eksis hingga sekarang. Banyak juga yang beranggapan bahwa Thunderbird merupakan perwujudan dari seekor<strong> Pterosaurus / Pterodactyls</strong>, reptil terbang raksasa yang eksis pada akhir periode Triassic hingga periode Cretaceous ( 220 &#8211; 65.5 juta tahun silam). Namun anggapan bahwa Thunderbird merupakan seekor Pterosaurus sangat diragukan karena ia banyak dilaporkan terlihat memiliki bulu yang menutupi sekujur tubuhnya. Ini tentunya sangat berbeda dengan Pterosaurus yang kulitnya terbentuk dari selaput-selaput halus yang sama sekali tak berbulu layaknya seekor burung.</p>
<h2 style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>6. Kraken</strong></span></h2>
<div id="attachment_300" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-300" title="soc05_kraken" src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/uploads/2009/10/soc05_kraken-300x200.jpg" alt="soc05_kraken" width="300" height="200" /><p class="wp-caption-text">Ilustrasi gambar mengenai bentuk fisik Kraken.</p></div>
<p style="text-align: justify;">Kraken merupakan monster laut berukuran raksasa yang begitu melegenda. Dimasa silam, Ia begitu ditakuti oleh para penjelajah samudera karena banyak cerita rakyat yang berkembang pada masa itu menyebutkan bahwa Kraken merupakan monster laut yang dapat dengan mudah menghancurkan kapal-kapal mereka. Maka tidak heran, makhluk yang dikabarkan sebagai penghuni dasar laut perairan Norwegia dan Islandia ini sering digambarkan dalam peta-peta kuno sebagai perwujudan monster laut yang mematikan dan sebisa mungkin dihindari sewaktu berlayar.</p>
<div id="attachment_301" class="wp-caption aligncenter" style="width: 188px"><img class="size-full wp-image-301" title="180px-alecton_giant_squid_1861" src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/uploads/2009/10/180px-alecton_giant_squid_1861.png" alt="180px-alecton_giant_squid_1861" width="178" height="258" /><p class="wp-caption-text">Kraken kerap dideskripsikan sebagai cumi-cumi raksasa.</p></div>
<p style="text-align: justify;">Legenda Kraken mungkin bersumber dari representasi seekor cumi-cumi raksasa yang memiliki panjang tubuh mencapai 13-15 meter termasuk tentakel-tentakelnya. Dan konon pada jaman dahulu kala hewan-hewan raksasa seperti ini sering dilaporkan menyerang kapal yang sedang berlayar.</p>
<h2 style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>5. Mokele-mbembe</strong></span></h2>
<div id="attachment_302" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-302" title="mokele3_01" src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/uploads/2009/10/mokele3_01-300x223.jpg" alt="mokele3_01" width="300" height="223" /><p class="wp-caption-text">Ilustrasi diatas memperlihatkan beberapa penduduk lokal lembah sungai Congo yang mencoba membunuh makhluk yang kerap disebut sebagai Mokele-mbembe.</p></div>
<p style="text-align: justify;">Jauh dipedalaman Afrika, tersebutlah sosok makhluk raksasa yang telah sekian lama menjadi legenda masyarkat setempat. Ia mendiami suatu tempat yang menjadi salah satu urat nadi kehidupan bagi sebagian penduduk Afrika, <strong>Sungai Congo</strong>. Ya, disungai terpanjang kedua di Afrika setelah sungai Nil inilah makhluk yang bernama <strong>Mokele-mbembe</strong> sering dikabarkan terlihat. Kata Mokele-mbembe berasal dari bahasa Lingala yang memiliki arti <em>Sesuatu yang menghentikan aliran sungai</em><a href="http://www.dipta-jurnal.net" target="_blank">.</a> Menurut cerita turun temurun penduduk asli lembah sungai Kongo, Mokele-mbembe merupakan sosok monster sungai yang ditakuti karena ia berukuran sangat besar dan berbahaya.</p>
<p style="text-align: justify;">Makhluk ini dikatakan berukuran lebih besar dari seekor gajah afrika dewasa, memiliki empat kaki dan berleher panjang dengan ukuran kepala yang kecil. Dari gambaran bentuk fisiknya mengingatkan kita akan jenis-jenis <strong>Dinosaurus Sauropoda</strong> seperti Brontosaurus, Argentinosaurus, dsb. Namun yang pastinya, penggambaran akan bentuk fisiknya sangatlah bervariasi. Menurut Roy Mackal -Cryptozoologyst yang pernah dua kali memimpin ekspedisi pencarian Mokele-mbembe di sungai Kongo-, kemungkinan makhluk yang sering disebut Mokele-mbembe ialah sejenis reptil, seekor herbivora dengan taksiran panjang tubuh keseluruhan mencapai 9 meter. <strong>National Geographic</strong> sendiri pernah mengadakan ekspedisi singkatnya pada Mei 2006 untuk seri acara televisinya <em>Dangerous Encounters</em>. Namun sayangnya makhluk yang bernama Mokele-mbembe tersebut tampaknya terlalu malu untuk diabadikan kedalam kamera, sehingga ekspedisi berkahir dengan tidak ada satupun makhluk misterius yang berhasil ditemukan.</p>
<h2 style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>4. Champ</strong></span></h2>
<div id="attachment_303" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-303" title="champ" src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/uploads/2009/10/champ-300x225.jpg" alt="champ" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Foto amatir yang diambil oleh seorang wisatawan bernama Sandra Mansi ditahun 1977. Inilah foto penampakan Champ yang paling terkenal.</p></div>
<p style="text-align: justify;">Dari pedalaman Afrika, saya mengajak kawan-kawan menyeberangi samudera Atlantik untuk berkunjung kembali ke Amerika Utara. Tujuan kita kali ini ialah kesebuah danau diperbatasan Amerika Serikat &#8211; Kanada yang juga memiliki kisah akan monster danau yang legendaris, <strong>Danau Champlain</strong> namanya. Di Danau sepanjang 201 km inilah konon berdiam seekor monster danau yang sering disebut sebagai <strong>Champ</strong>. Ditahun 1977, seorang wisatawan bernama Sandra Mansi mendadak terkenal karena keberhasilannya mengabadikan sosok monster legendaris yang telah dilaporkan keberadaannya sejak abad ke-19 itu. Dari hasil analisa yang dilakukan oleh beberapa pakar fotografi terhadap gambar yang diambil Sandra, terungkap bahwa foto tersebut bukanlah rekayasa. Gambar itu benar-benar mengabadikan seekor makhluk raksasa yang sedang mucul ke permukaan danau.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa orang percaya bahwa sosok Champ mungkin merupakan seekor Plesiosaurus purba, walaupun ada beberapa pendapat yang mengatakan ia merupakan sejenis mamalia, mungkin merupakan nenek moyang <strong>paus Beluga</strong>. Danau Champlain yang terbentuk pada akhir <a href="http://dipta-jurnal.net/monumen-bawah-laut-yonaguni.html/trackback/" target="_blank">zaman es</a> 10.000 tahun silam memang selalu meyimpan rapat-rapat rahasia Champ dari waktu ke waktu. Tercatat lebih 300 laporan mengenai penampakan Champ, namun hingga saat ini identitas sebenarnya dari sosok monster tersebut masih menjadi tanda tanya besar.</p>
<h2 style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>3. Bigfoot / Sasquatch</strong></span></h2>
<div id="attachment_304" class="wp-caption aligncenter" style="width: 203px"><img class="size-medium wp-image-304" title="bigfoot1977" src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/uploads/2009/10/bigfoot1977-209x300.jpg" alt="bigfoot1977" width="193" height="278" /><p class="wp-caption-text">Ilustrasi gambar mengenai bentuk fisik Bigfoot.</p></div>
<p style="text-align: justify;">Bigfoot digambarkan sebagai makhluk bipedal (berjalan dengan dua kaki), berperawakan tinggi besar (tinggi diperkirakan 1.5 &#8211; 3 meter) dengan bulu lebat yang tumbuh disekujur tubuhnya. Ia dikatakan hampir menyerupai seekor gorila namun berjalan tegak layaknya manusia modern. Makhluk yang dikabarkan menghuni hutan-hutan diwilayah Pacific Northwest, Amerika Utara ini begitu terkenal, tidak hanya diwilayah Amerika Serikat namun diseluruh dunia. Bahkan dibeberapa wilayah lainnya, terdapat legenda mengenai makhluk semacam Bigfoot. Sebut saja Yeti di Tibet, Hibagon di Jepang, hingga Yowie di wilayah Australia.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebuah video kontroversial yang berhasil mengabadikan sosok Bigfoot secara jelas datang dari dua orang pemburu Roger Patterson beserta seorang koleganya Bob Gimlin di tahun 1967. Patterson dan Gimlin merekam makhluk aneh tersebut diwilayah Bluff Creek, California Utara sewaktu mereka berburu. Walaupun banyak diragukan keasliannya, namun video inilah yang membuat banyak orang semakin tertarik akan sosok Bigfoot.</p>
<p style="text-align: center;"><object style="width: 425px; height: 344px;" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="344" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="name" value="Patterson's Film" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/IJjUt2sXo5o&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;" /><embed style="width: 425px; height: 344px;" type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="344" src="http://www.youtube.com/v/IJjUt2sXo5o&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;" name="Patterson's Film"></embed></object></p>
<p style="text-align: justify;">Sejauh ini terdapat beberapa penjelasan yang ditawarkan untuk mengungkap identitas dari makhluk yang sering disebut Bigfoot tersebut. Beberapa peneliti mengatakan bahwa kemungkinan besar Bigfoot lahir akibat salah identifikasi terhadap suatu spesimen. Mungkin mereka hanyalah seekor beruang yang sedang mengangkat kedua kaki depannya keatas sehingga ia terlihat seperti sedang berdiri. Grover Krantz, salah satu peneliti Bigfoot yang begitu antusias, dengan berani berspekulasi bahwa Bigfoot merupakan spesies <strong><em>Gigantopithecus blacki</em></strong> -salah satu spesies kera berukuran besar dari Genus <em><strong>Gigantopithecus</strong></em> ( Subfamily Ponginae )- yang selamat dari kepunahan 300.000 tahun yang lalu. Namun menurut Cryptozoologyst terkemuka, Loren Coleman, hampir 80 % penampakan Bigfoot yang selama ini dilaporkan merupakan rekayasa. Itu terbukti dari banyaknya foto penampakan maupun jejak-jejak kaki yang murni dibuat-buat / direkayasa oleh beberapa orang dengan maksud dan tujuan tertentu.</p>
<h2><span style="color: #0000ff;"><strong>2. Chupacabra</strong></span></h2>
<div id="attachment_306" class="wp-caption aligncenter" style="width: 246px"><img class="size-full wp-image-306" title="chupacabra2" src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/uploads/2009/10/chupacabra2.jpg" alt="chupacabra2" width="236" height="229" /><p class="wp-caption-text">Ilustrasi gambar mengenai bentuk fisik Chupacabra.</p></div>
<p style="text-align: justify;">Diposisi kedua saya menaruh nama Chupacabra. Makhluk misterius yang berasal dari dua kata dalam bahasa Spanyol yakni &#8220;Chupar&#8221; yang berarti hisap / menghisap dan &#8220;Cabra&#8221; yang berarti kambing ini merupakan perwujudan dari seekor makhluk yang begitu menyeramkan. Selain karena bentuk fisiknya yang dideskripsikan menyerupai serigala dengan semacam &#8220;duri&#8221; yang tumbuh berjejer disepanjang tulang punggungnya, Chupacabra adalah makhluk penghisap darah, terutama darah hewan ternak seperti kambing. Ia sering dilaporkan membunuh beberapa hewan ternak pada malam hari, kemudian menghisap darahnya tanpa memakan sedikitpun daging korbannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Chupacabra begitu terkenal diwilayah Amerika Tengah dan Utara, serta beberapa wilayah Amerika Latin. Di tahun 1995, seekor Chupacabra dikabarkan telah membunuh delapan ekor kambing dalam waktu semalam di suatu wilayah di Puerto Rico. Inilah laporan awal mengenai serangan chupacabra yang berhasil didokumentasikan.</p>
<div id="attachment_307" class="wp-caption aligncenter" style="width: 341px"><img class="size-medium wp-image-307" title="100469559_554b9b68f3" src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/uploads/2009/10/100469559_554b9b68f3-300x151.jpg" alt="100469559_554b9b68f3" width="331" height="167" /><p class="wp-caption-text">Konon gambar diatas merupakan kepala seekor Chuacabra yang berhasil dibunuh oleh beberapa penduduk lokal di wilayah Puerto Rico.</p></div>
<p style="text-align: justify;">Kebanyakan orang mendeskripsikan Chupacabra sebagai makhluk dengan tinggi antara 1 &#8211; 1.2 meter, bukan mamalia namun sejenis reptil dengan gaya berdiri dan melompat seperti kanguru. Banyak anggapan yang mengatakan kemungkinan ia hanyalah sejenis anjing liar. Pendapat yang cukup berani mengatakan bahwa Chupacabra merupakan makhluk hasil rekayasa genetika dari suatu lembaga penelitian Amerika Serikat yang kabur dari laboratorium karantina diskitar wilayah El Yungue, Puerto Rico yang porak poranda akibat terjangan angin topan ditahun 1990&#8242;an. Selain itu, adapula yang mengkait-kaitkan Chupacabra dengan eksistensi makhluk-makhluk cerdas luar angkasa dan fenomena UFO.</p>
<h2><span style="color: #0000ff;"><strong>1. Loch Ness Monster </strong></span></h2>
<div id="attachment_308" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-308" title="1230752943wRKYInk" src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/uploads/2009/10/1230752943wRKYInk-300x227.jpg" alt="1230752943wRKYInk" width="300" height="227" /><p class="wp-caption-text">Ilustrasi gambar mengenai Monster penunggu danau Loch Ness, Skotlandia. Makhluk tersebut juga terkenal dengan sebutan Nessie.</p></div>
<p style="text-align: justify;">Tibalah pada monster yang menduduki peringkat pertama dari daftar 10 makhluk Cryptozoology versi saya. Monster Loch Ness atau yang akrab disapa <strong>Nessie</strong>. Saya pertama kali mengenal monster ini dari komik Doraemon yang saya baca semasa kecil. Bermula dari situlah saya mulai tertarik dengan dunia Cryptozoolgy karena secara tidak langsung Nessie telah memperkenalkan saya kepada cabang ilmu ini. Maka inilah manifestasi rasa terima kasih saya kepada Nessie, yaitu dengan menaruhnya pada peringkat pertama.</p>
<p style="text-align: justify;">Nessie, monster penghuni danau Loch Ness, Skotlandia memang begitu melegenda diseantero dunia. Bahkan keberadaannya telah dilaporkan sejak abad ke-7. Puluhan ekspedisi telah dilakukan, serta ratusan sonar pernah diarahkan kedanau Loch Ness untuk mendeteksi keberadaan Nessie, namun semuanya seperti sia-sia. Nessie terlalu pemalu. Ia mungkin hanya berani menampakkan dirinya disaat-saat tertentu saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa laporan serta bukti-bukti berupa foto yang berhasil dikumpulkan dari beberapa saksi mata memperlihatkan bahwa monster penunggu danau Loch Ness memiliki ciri-ciri yang tak jauh berbeda dengan Mokele-mbembe. Ia juga bertubuh besar dan berleher panjang dengan ukuran kepala yang kecil. Namun berbeda dengan Mokele-mbembe yang dideskripsikan sebagai Dinosaurus Sauropoda, Nessie lebih sering dimasukkan kedalam kerabat Plesiosaur.</p>
<div id="attachment_309" class="wp-caption aligncenter" style="width: 262px"><img class="size-medium wp-image-309" title="1266380969_5462a2d02f" src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/uploads/2009/10/1266380969_5462a2d02f-300x278.jpg" alt="1266380969_5462a2d02f" width="252" height="226" /><p class="wp-caption-text">Surgeon&#39;s Photograph</p></div>
<p style="text-align: justify;">Salah satu foto kontroversial yang berhasil mengabadikan sosok Nessie ialah foto yang sering disebut sebagai Surgeon&#8217;s Photograph. Didalam foto yang diambil pada tahun 1934 ini terlihat siluet seekor makhluk berleher panjang yang sedang menyusuri danau Loch Ness diwaktu senja hari. Namun pada kelanjutannya, foto tersebut terbukti merupakan hasil rekayasa.</p>
<p style="text-align: justify;">Di tahun 2007 lalu, kembali beredar video kontroversial mengenai sosok Nessie yang diambil oleh seorang wisatawan bernama Gordon Holmes. Dalam video tersebut dengan jelas terlihat bayangan seekor makhluk yang diperkirakan memiliki panjang tubuh sekitar 14 meter sedang berenang menyusuri danau dengan gerakan yang cepat. Bayangan hitam tersebut dapat dengan jelas terlihat dari permukaan danau. Mungkinkan itu Nessie? silakan kawan-kawan saksikan videonya dan analisa sendiri.</p>
<p style="text-align: center;"><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="350" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="play" value="false" /><param name="loop" value="false" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/aB_c2RwpbXU" /><param name="bgcolor" value="#dadadc" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="350" src="http://www.youtube.com/v/aB_c2RwpbXU" bgcolor="#dadadc" loop="false" play="false"></embed></object></p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa penjelasan yang ditawarkan mengatakan bahwa kemungkinan fenomena Nessie hanyalah merupakan kesalahan identifikasi terhadap suatu makhluk hidup ataupun fenomena alam biasa. Di tahun 1979, ahli biologi, Dennis Power mengatakan bahwa sosok yang terlihat didalam Surgeon&#8217;s Photograph hanyalah seekor gajah yang sedang berenang, dimana kepala dan badannya tenggelam kedalam air dan hanya terlihat belalainya saja yang menjulang keatas. Belalai gajah yang menjulang keatas itulah yang memberi kesan seakan-akan itu bentuk dari leher dan kepala sesosok makhluk penunggu danau yang dikenal sebagai Nessie.</p>
<p style="text-align: justify;">Teori lainnya menyebutkan sosok yang disebut Nessie itu hanyalah merupakan batangan kayu besar yang mengembang di dasar danau. Kayu-kayu ini mungkin mulanya tenggelam didasar danau, namun sewaktu-waktu ia dapat kembali menyembul kepermukaan air. Kesan inilah yang seolah-olah memperlihatkan munculnya seekor monster dari dasar danau.</p>
<div id="attachment_310" class="wp-caption aligncenter" style="width: 326px"><img class="size-medium wp-image-310" title="060309_loch_ness" src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/uploads/2009/10/060309_loch_ness-300x167.jpg" alt="060309_loch_ness" width="316" height="189" /><p class="wp-caption-text">Analisa terhadap Surgeon&#39;s Photograph mengungkapkan, kemungkinan yang ada didalam foto tersebut hanyalah seekor gajah yang sedang berenang dalam posisi badan seperti gambar diatas.</p></div>
<p style="text-align: justify;">Keberadaan Nessie di danau Loch Ness memang selalu menimbulkan perdebatan. Banyak yang skeptis, namun tak sedikit  pula yang meyakini Nessie benar-benar eksis. Mungkinkan monster ini merupakan sosok dari <a href="http://dipta-jurnal.net/hewan-prasejarah-yang-mempesona.html/trackback/" target="_blank">hewan prasejarah</a> Plesiosaurus yang berhasil &#8220;lolos&#8221; dari kepunahan 65 juta tahun silam? Ataukah benar Nessie hanyalah makhluk yang ada dipikiran utopis kita dan tidak akan pernah dibuktikan keberadaannya? Biarlah waktu yang menjawabnya.(<strong>Dipta</strong>)</p>
<p><a href="http://dipta-jurnal.net/the-top-10-cryptozoology.html">The Top 10 Cryptozoology</a> adalah artikel dari: <a href="http://dipta-jurnal.net">Dipta Jurnal</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dipta-jurnal.net/the-top-10-cryptozoology.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Monumen Bawah Laut Yonaguni</title>
		<link>http://dipta-jurnal.net/monumen-bawah-laut-yonaguni.html</link>
		<comments>http://dipta-jurnal.net/monumen-bawah-laut-yonaguni.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Aug 2009 22:04:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dipta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arkeologi]]></category>
		<category><![CDATA[Prasejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Skeptisme]]></category>
		<category><![CDATA[Atlantis]]></category>
		<category><![CDATA[geologi]]></category>
		<category><![CDATA[Gomora]]></category>
		<category><![CDATA[Inca]]></category>
		<category><![CDATA[Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Lemuria]]></category>
		<category><![CDATA[Machu Picchu]]></category>
		<category><![CDATA[Sodom]]></category>
		<category><![CDATA[Taiwan]]></category>
		<category><![CDATA[Tiahuanaco]]></category>
		<category><![CDATA[Yonaguni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dipta-jurnal.net/?p=268</guid>
		<description><![CDATA[


Pulau Yonaguni, Jepang


Terletak kurang lebih 125 kilometer di timur pesisir pantai Taiwan, Yonaguni merupakan sebuah pulau cantik nan eksotis. Lebih dari itu, pantai Yonaguni selalu menjadi magnet bagi para penyelam karena selain terkenal dengan keindahan bawah laut serta populasi hiu hammerhead-nya, ia juga menyimpan keajaiban bawah laut yang mungkin tidak bisa ditemui di tempat lain [...]<p><a href="http://dipta-jurnal.net/monumen-bawah-laut-yonaguni.html">Monumen Bawah Laut Yonaguni</a> adalah artikel dari: <a href="http://dipta-jurnal.net">Dipta Jurnal</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp" style="text-align: justify;">
<dl class="wp-caption alignleft" style="width: 260px;">
<dt class="wp-caption-dt"><img title="yonaguni_mapa(1)" src="../wp-content/uploads/2009/08/yonaguni_mapa1-300x206.jpg" alt="yonaguni_mapa(1)" width="250" height="156" /></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Pulau Yonaguni, Jepang</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Terletak kurang lebih 125 kilometer di timur pesisir pantai Taiwan, Yonaguni merupakan sebuah pulau cantik nan eksotis. Lebih dari itu, pantai Yonaguni selalu menjadi magnet bagi para penyelam karena selain terkenal dengan keindahan bawah laut serta populasi hiu hammerhead-nya, ia juga menyimpan keajaiban bawah laut yang mungkin tidak bisa ditemui di tempat lain oleh para pecinta <em>diving</em>. Ya, dibawah laut pantai ini terdapat suatu bentuk formasi batu raksasa yang begitu luar biasa indah. Khalayak ramai menyebutnya sebagai <strong>Monumen Yonaguni</strong>.<span id="more-268"></span></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="yonaguni" src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/uploads/2009/08/yonaguni.jpg" alt="yonaguni" width="360" height="270" /></p>
<p style="text-align: justify;">Namun dibalik keindahannya, ternyata monumen Yonaguni lebih banyak menyimpan misteri<a href="http://www.dipta-jurnal.net" target="_blank">. </a>Sejak ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang penyelam berkebangsaan Jepang, Kihaciro Aratake di tahun 1987, hingga kini monumen batu yang terkubur pada kedalaman 30 meter tersebut begitu banyak menimbulkan perdebatan. Banyak ahli arkeologi dan geologi mengganggapnya sebagai formasi batu yang terbentuk melalui proses alam, namun tak sedikit pula yang menggapnya sebagai buah tangan manusia. Namun kalau boleh jujur, sulit rasanya mempercayai monumen Yonaguni terbentuk melalui proses alam mengingat kesempurnaan presisi disetiap susunan batu hingga membentuk suatu mahakarya seperti ini. Ciptaan manusia kalau menurut pendapat saya pribadi.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img title="2614515679_765d0e1dcb" src="../wp-content/uploads/2009/08/2614515679_765d0e1dcb.jpg" alt="2614515679_765d0e1dcb" width="300" height="400" /><p class="wp-caption-text">Tangga?</p></div>
<div id="attachment_275" class="wp-caption aligncenter" style="width: 321px"><img class="size-full wp-image-275" title="untitled-12" src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/uploads/2009/08/untitled-12.jpg" alt="untitled-12" width="311" height="261" /><p class="wp-caption-text">Yonaguni symbol</p></div>
<p style="text-align: justify;">Jikalau benar buatan manusia, lalu peradaban manakah yang menciptakannya? Kemungkinan besar, inilah bangunan yang menjadi saksi bisu akan kejayaan peradaban Lemuria yang hilang ditelan masa itu. Peradaban Mu atau yang lebih dikenal dengan sebutan <strong>Lemuria</strong>, merupakan salah satu peradaban hilang yang begitu terkenal selain <a href="http://dipta-jurnal.net/atlantis-ditemukan-google-ocean.html" target="_blank">Atlantis</a>, Sodom-Gomora, Troya, dan <a href="http://dipta-jurnal.net/benarkan-manusia-dan-dinosaurus-pernah-hidup-bersama-bag-1.html" target="_blank">Tiahuanaco</a>. Menurut arkeolog David H Childress, sejarah peradaban ini hanya diketahui oleh beberapa orang tertentu saja. Peradaban Lemuria mungkin telah ada sejak 78.000 tahun yang lalu dan diperkirakan terletak di samudera Pasifik. Sama halnya seperti Atlantis dan Sodom-Gomora, banyak yang mengatakan peradaban Lemuria hancur oleh bencana alam sekitar 26.000 tahun yang lalu. Namun tak sedikit pula yang berpendapat ia adalah salah satu &#8220;korban&#8221; akhir zaman es  sekitar 10.000 tahun yang lalu atau pada awal kala Holosen (akhir Pleistosen).</p>
<p style="text-align: justify;">Namun karena masih sangat minimnya catatan arkeologi akan peradaban Lemuria sehingga banyak yang mengatakannya hanya sebatas legenda, serta adanya beberapa kontradiksi sejarah membuat banyak yang meyakini bangunan monolit bawah laut Yonaguni terbentuk melalui proses geologi yang sebetulnya sulit untuk dijelaskan.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="1413045983_4fe60d2350" src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/uploads/2009/08/1413045983_4fe60d23501.jpg" alt="1413045983_4fe60d2350" width="450" height="295" /></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter" title="2615345342_f32bea974a" src="../wp-content/uploads/2009/08/2615345342_f32bea974a-300x225.jpg" alt="2615345342_f32bea974a" width="450" height="295" /><br />
Terlepas dari perdebatan diatas, saya melihat bangunan ini memiliki banyak kesamaan dalam segi arsitektur dengan beberapa situs peninggalan sejarah di Amerika Latin<a href="http://dipta-jurnal.net/monumen-bawah-laut-yonaguni.html/trackback/" target="_blank">.</a> Monumen Yonaguni sekilas mengingatkan saya akan Machu Picchu, yang sering disebut sebagai kota hilang pada sejarah kerajaan Inca di Peru. Apakah ini merupakan bentuk akulturasi dalam bentuk arsitektur bangunan monolit Amerika Latin &#8211; Lemuria? Sepertinya demikian dan itu sering kita temukan pada bangunan peninggalan sejarah diseluruh dunia.(<strong>Dipta</strong>)</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-273" title="yonag" src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/uploads/2009/08/yonag.jpg" alt="yonag" width="357" height="230" /></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-274" title="728487440_042e3230b5" src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/uploads/2009/08/728487440_042e3230b5.jpg" alt="728487440_042e3230b5" width="450" height="295" /></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Sumber Gambar : <a href="http://flickr.com/photos/21812746@N00/" target="_blank">1</a>|<a href="http://flickr.com/photos/8772408@N06/" target="_blank">2</a>|<a href="http://www.flickr.com/photos/sarmoung/" target="_blank">3</a></p>
<p><a href="http://dipta-jurnal.net/monumen-bawah-laut-yonaguni.html">Monumen Bawah Laut Yonaguni</a> adalah artikel dari: <a href="http://dipta-jurnal.net">Dipta Jurnal</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dipta-jurnal.net/monumen-bawah-laut-yonaguni.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>36</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siapa Yang Menembak Neanderthal?</title>
		<link>http://dipta-jurnal.net/siapa-yang-menembak-neanderthal.html</link>
		<comments>http://dipta-jurnal.net/siapa-yang-menembak-neanderthal.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Jul 2009 16:09:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dipta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arkeologi]]></category>
		<category><![CDATA[Prasejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Skeptisme]]></category>
		<category><![CDATA[bubuk mesiu]]></category>
		<category><![CDATA[Homo Heildelbergensis]]></category>
		<category><![CDATA[Manusia Purba]]></category>
		<category><![CDATA[misteri prasejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Neanderthal]]></category>
		<category><![CDATA[senjata api]]></category>
		<category><![CDATA[skeptis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dipta-jurnal.net/?p=253</guid>
		<description><![CDATA[


Salah satu tengkorak &#8220;berlubang tembak&#8221; -lubang kecil disebelah kiri tengkorak- yang tersimpan di British Museum.


Sesuatu yang sangat menarik tersimpan di Museum Paleontologi Moskow, Rusia. Jika kawan-kawan menganggap sesuatu yang menarik tersebut merupakan peninggalan purbakala berupa arca, menhir, dolmen, atau sejenisnya itu salah, sebab yang saya maksudkan disini hanyalah sebuah tengkorak Neanderthal. Lalu, apa yang menarik [...]<p><a href="http://dipta-jurnal.net/siapa-yang-menembak-neanderthal.html">Siapa Yang Menembak Neanderthal?</a> adalah artikel dari: <a href="http://dipta-jurnal.net">Dipta Jurnal</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp" style="text-align: justify;">
<dl id="attachment_255" class="wp-caption alignright" style="width: 250px;">
<dt class="wp-caption-dt"><img class="size-full wp-image-255" title="6592_med" src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/uploads/2009/07/odd_skull.jpg" alt="6592_med" width="240" height="200" /></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Salah satu tengkorak &#8220;berlubang tembak&#8221; -lubang kecil disebelah kiri tengkorak- yang tersimpan di British Museum.</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Sesuatu yang sangat menarik tersimpan di Museum Paleontologi Moskow, Rusia. Jika kawan-kawan menganggap sesuatu yang menarik tersebut merupakan peninggalan purbakala berupa arca, menhir, dolmen, atau sejenisnya itu salah, sebab yang saya maksudkan disini hanyalah sebuah tengkorak <a href="http://dipta-jurnal.net/meluruskan-mitos-neanderthal.html" target="_blank">Neanderthal</a>. Lalu, apa yang menarik dari sebuah tengkorak Neanderthal? Mungkin bagi kebanyakan orang dan pengunjung Meseum menggapnya hanya sesuatu yang biasa saja. Tengkorak tersebut sebenarnya menyimpan sebuah misteri prasejarah yang membingungkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya tengkorak ini merupakan tengkorak Neanderthal biasa, tidak ada yang aneh dari bentuknya. Namun apabila kita cermati lebih teliti, ia memiliki keganjilan. Jika kita perhatikan pada gambar, tengkorak ini memiliki lubang kecil yang terletak tepat dibelakang telinga.<span id="more-253"></span> Lubang dengan diameter kecil yang menurut para ahli tidak mungkin terbentuk akibat hantaman proyektil semacam anak panah maupun mata tombak. Proyektil yang dikenal dapat meninggalkan lubang bulat mulus semacam ini tanpa menimbulkan retakan pada tengkorak hanyalah sebuah peluru dari senapan / senjata api yang ditembakkan dengan kecepatan tinggi<a href="http://www.dipta-jurnal.net" target="_self">.</a> Yang lebih menarik lagi, menurut penelitian yang dilakukan oleh beberapa ahli forensik terhadap kerangka menunjukkan bahwa kemungkinan besar lubang terbentuk pada saat si Neanderthal masih hidup.</p>
<p style="text-align: justify;">Lubang serupa juga terdapat di sebuah tengkorak sejenis Neanderthal yang ditemukan pada 17 Juni 1921 di wilayah Rhodesia, Zambia oleh seorang buruh tambang bernama Tom Zwiglaar di sebuah gua batu gamping<a href="http://dipta-jurnal.net/siapa-yang-menembak-neanderthal.html" target="_blank">.</a> Tengkorak yang kemudian teridentifikasi sebagai jenis <em>Homo Heidelbergensis</em> itu kini tersimpan di British Museum, London dan diperkirakan berasal dari 40.000 &#8211; 38.000 tahun yang lalu.<em> Homo Heildelbergensis</em> diketahui sebagai nenek moyang Neanderthal yang menetap di Eropa.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya benda macam apakah yang menembus kepala makhluk-makhluk ini? Apakah benar-benar peluru yang ditembakkan dari sebuah benda semacam senjata api?</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak banyak teori ataupun hipotesa yang diajukan oleh beberapa paleontolog sebagai upaya untuk sedikit membuka tabir misteri. Pernyataan ahli forensik mengatakan bahwa lubang seperti ini hanya dapat terbentuk dari sebuah peluru yang dilesahkan dengan kecepatan tinggi merupakan satu-satunya jawaban yang ditawarkan kepada kita. Pernyataan tersebut tentunya juga turut merubah paradigma kita akan kehidupan prasejarah. Apakah manusia purba sudah dapat menciptakan peralatan sejenis senapan dan telah mampu memproduksi bubuk mesiu? Jikalau tidak, lalu siapa yang &#8220;bermain&#8221; senapan seperti ini di kala puluhan ribu tahun silam?</p>
<p style="text-align: justify;">Namun bagi orang-orang yang skeptis, tidak ada senjata api pada masa prasejarah dan tidak mungkin pula manusia-manusia purba dapat menciptakannya. Bagi mereka, lubang pada tengkorak terbentuk tak lain karena suatu penyakit, barangkali abses atau sejenisnya yang timbul akibat infeksi bakteri.(<strong>Dipta</strong>)</p>
<p><a href="http://dipta-jurnal.net/siapa-yang-menembak-neanderthal.html">Siapa Yang Menembak Neanderthal?</a> adalah artikel dari: <a href="http://dipta-jurnal.net">Dipta Jurnal</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dipta-jurnal.net/siapa-yang-menembak-neanderthal.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>39</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fenomena Hewan Yang Terperangkap di Dalam Sebuah Batu</title>
		<link>http://dipta-jurnal.net/fenomena-hewan-yang-terperangkap-di-dalam-sebuah-batu.html</link>
		<comments>http://dipta-jurnal.net/fenomena-hewan-yang-terperangkap-di-dalam-sebuah-batu.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Jul 2009 02:02:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dipta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[Animal Sealed in stone]]></category>
		<category><![CDATA[Etombed Animal]]></category>
		<category><![CDATA[Hewan aneh]]></category>
		<category><![CDATA[Kadal]]></category>
		<category><![CDATA[Katak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dipta-jurnal.net/?p=207</guid>
		<description><![CDATA[Fenomena ini sungguh luar biasa unik dan telah lama menjadi misteri yang sulit dijelaskan oleh para ahli, yaitu kisah mengenai hewan-hewan kecil seperti katak dan kadal yang yang ditemukan terbungkus / terperangkap di dalam sebuah batu keras dalam keadaan hidup. Fenomena ini sungguh-sungguh terjadi dan telah banyak dilaporkan sejak abad ke-18.

Beragam pertanyaan muncul dari fenomena [...]<p><a href="http://dipta-jurnal.net/fenomena-hewan-yang-terperangkap-di-dalam-sebuah-batu.html">Fenomena Hewan Yang Terperangkap di Dalam Sebuah Batu</a> adalah artikel dari: <a href="http://dipta-jurnal.net">Dipta Jurnal</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: justify;">Fenomena ini sungguh luar biasa unik dan telah lama menjadi misteri yang sulit dijelaskan oleh para ahli, yaitu kisah mengenai hewan-hewan kecil seperti katak dan kadal yang yang ditemukan terbungkus / terperangkap di dalam sebuah batu keras dalam keadaan hidup. Fenomena ini sungguh-sungguh terjadi dan telah banyak dilaporkan sejak abad ke-18.<span id="more-207"></span></div>
<p style="text-align: justify;">
<div style="text-align: justify;">Beragam pertanyaan muncul dari fenomena yang dirasa tidak masuk akal ini. Namun yang tak habis dipikir, bagaimana bagaimana cara hewan-hewan ini bisa masuk ke dalam batuan? dan bagaimana cara mereka bertahan hidup diantara sempitnya ruang batuan keras yang sangat sulit ditembus udara? Apa yang mereka makan disana? Tentunya kawan-kawan tahu kan jenis-jenis batuan beku (Igneous Rocks) seperti batu granit, obisidian, dll ? Nah, pada umumnya kasus-kasus &#8220;bertapa-nya&#8221; para katak dan kadal ini memang kerap ditemukan pada batuan jenis tersebut.</div>
<div id="attachment_189" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-full wp-image-189" title="voynich" src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/uploads/2009/07/frog-300x298.jpg" alt="" width="300" height="298" /><p class="wp-caption-text">Seekor katak yang konon ditemukan didalam sebuah batu api pada tahun 1899</p></div>
<div style="text-align: justify;">Disepanjang abad ke-19 hingga awal abad ke-20 laporan mengenai ditemukannya katak dan kadal yang ditemukan terperangkap di dalam batuan begitu banyak.</div>
<p style="text-align: justify;">
<div style="text-align: justify;">Di tahun 1821, Majalah Tilloch Philosopical mengangkat sebuah artikel mengenai seorang tukang batu bernama David Virtue yang membuat sebuah penemuan mengherankan. Ia menemukan seekor kadal yang berdiam di dalam sebuah batuan keras yang baru saja dipecahkannya. Kadal tersebut ia katakan seperti terpatri disana hingga bagian dalam batuan membentuk pola tubuhnya. Uniknya, setelah dicurigai mati, selang beberapa saat setelah dikeluarkan si kadal menunjukkan tanda-tanda kehidupan dan beberapa saat kemudian ia sudah dapat berlari.</div>
<p style="text-align: justify;">
<div style="text-align: justify;">Kemudian di tahun 1899, seekor katak juga ditemukan di dalam sebuah batu api oleh beberapa karyawan tambang di inggris. Selama Perang Dunia ke-II, beberapa tentara Inggris yang sering menggunakan bahan peledak untuk membuat semacam parit perlindungan juga sering mendapati beberapa ekor katak dan kadal yang bersemayam di dalam beberapa batuan yang terpecah akibat ledakan.</div>
<p style="text-align: justify;">
<div style="text-align: justify;">Namun tak hanya di batuan beku saja sebenarnya fenomena ini dapat dijumpai, di tahun 1910 seekor katak juga berhasil ditemukan didalam sepotong batu bara, beberapa kasus lainnya juga ditemukan dijenis batu gamping. Entah bagaimana cara menjelaskan fenomena ini. Barangkali kawan-kawan ada yang mau berteori?(<strong>Dipta</strong>)</div>
<p><a href="http://dipta-jurnal.net/fenomena-hewan-yang-terperangkap-di-dalam-sebuah-batu.html">Fenomena Hewan Yang Terperangkap di Dalam Sebuah Batu</a> adalah artikel dari: <a href="http://dipta-jurnal.net">Dipta Jurnal</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dipta-jurnal.net/fenomena-hewan-yang-terperangkap-di-dalam-sebuah-batu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>42</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Teka-Teki Manuskrip Voynich Terpecahkan?</title>
		<link>http://dipta-jurnal.net/teka-teki-manuskrip-voynich-terpecahkan.html</link>
		<comments>http://dipta-jurnal.net/teka-teki-manuskrip-voynich-terpecahkan.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Jul 2009 22:44:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dipta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Skeptisme]]></category>
		<category><![CDATA[abad pertengahan]]></category>
		<category><![CDATA[Cardan Grille]]></category>
		<category><![CDATA[Kriptografi]]></category>
		<category><![CDATA[manuskrip Voynich]]></category>
		<category><![CDATA[naskah kuno]]></category>
		<category><![CDATA[voynich manuscript]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dipta-jurnal.net/?p=188</guid>
		<description><![CDATA[Manuskrip Voynich merupakan nama dari sebuah manuskrip tua yang misterius. Sejak ditemukan oleh seorang kolektor barang antik, Wilfrid M Voynic pada tahun 1912, hingga kini tak ada seorang pun yang dapat memecahkan teka-teki manukrip setebal 240 halaman yang diperkirakan berasal dari abad pertengahan tersebut.
Manuskrip Voynich ditulis dengan bahasa dan huruf yang tidak pernah dimengerti hingga [...]<p><a href="http://dipta-jurnal.net/teka-teki-manuskrip-voynich-terpecahkan.html">Teka-Teki Manuskrip Voynich Terpecahkan?</a> adalah artikel dari: <a href="http://dipta-jurnal.net">Dipta Jurnal</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_189" class="wp-caption alignleft" style="width: 280px"><img class="size-full wp-image-189" title="voynich" src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/uploads/2009/07/voynich_270.jpg" alt="" width="270" height="165" /><p class="wp-caption-text">Indah namun misterius, teka-teki Manuskrip Voynich tak terpecahkan lebih dari 500 tahun.</p></div>
<p style="text-align: justify;"><strong>Manuskrip Voynich</strong> merupakan nama dari sebuah manuskrip tua yang misterius. Sejak ditemukan oleh seorang kolektor barang antik, Wilfrid M Voynic pada tahun 1912, hingga kini tak ada seorang pun yang dapat memecahkan teka-teki manukrip setebal 240 halaman yang diperkirakan berasal dari abad pertengahan tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Manuskrip Voynich ditulis dengan bahasa dan huruf yang tidak pernah dimengerti hingga saat ini. Siapa penulisnya pun tidak diketahui. Padahal telah banyak studi yang dilakukan oleh para ahli kriptografi untuk memecahkannya, namun hasilnya nihil.<span id="more-188"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Selain didominasi oleh beberapa tulisan dengan huruf dan bahasa yang tak dimengerti, didalamnya juga terdapat beberapa gambar ilustrasi yang tak kalah misteriusnya. Di beberapa halamannya tergambar dengan jelas beberapa jenis tumbuhan yang tidak dikenal. Beberapa gambaran lainnya memperlihatkan gambaran yang sepintas terlihat seperti peta gugusan obyek antariksa seperti planet dan galaksi. Serta terdapat gambaran lainnya,  termasuk beberapa ilustrasi sekumpulan wanita telanjang yang sedang berendam di suatu kolam pemandian.</p>
<p style="text-align: justify;">Melihat isi keseluruhan dari manuskrip, banyak ahli beranggapan bahwa ini merupakan buku resep obat-obatan yang sangat rahasia, sehingga dituliskan dengan huruf dan bahasa yang mungkin hanya dimengerti oleh orang-orang tertentu saja pada saat itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak ada seorangpun yang mengetahui darimana sebenarnya Manukrip Voynich berasal. Namun beberapa ahli menyebutkan manuskrip mungkin berasal dari wilayah Eropa dan ditulis diantara abad 15 -17 Masehi.</p>
<div id="attachment_190" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-190" title="awr_6vm2" src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/uploads/2009/07/awr_6vm2-300x218.jpg" alt="awr_6vm2" width="300" height="218" /><p class="wp-caption-text">Di Manuskrip Voynich, terdapat ilustrasi jenis-jenis tumbuhan yang tak dikenal</p></div>
<div id="attachment_192" class="wp-caption aligncenter" style="width: 235px"><img class="size-full wp-image-192" title="225px-Voynich" src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/uploads/2009/07/225px-Voynich.png" alt="225px-Voynich" width="225" height="223" /><p class="wp-caption-text">Manuskrip Voynich ditulis dengan huruf dan bahasa yang tak dikenal</p></div>
<p style="text-align: justify;"><strong>Apakah Manuskrip Voynich Merupakan Suatu Kebohongan?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Karena tak kunjung terpecahkan, beberapa orang beranggapan manuskrip ini merupakan suatu kebohongan / tipuan semata. Ia mungkin ditulis oleh seseorang yang &#8220;iseng&#8221; atau ditulis dengan bahasa dan huruf ciptaan sendiri,  sehingga hanya penciptanya saja yang mengerti.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun bagi Dr. Gordon Rugg &#8211; seorang ahli dari Keele University -, ia tidak percaya pendapat spekulatif seperti diatas sebelum benar-benar membuktikannya sendiri. Dengan beberapa teknik sederhana, ahli ilmu komputer itu mengklaim dapat mengetahui apakah naskah kuno ini benar-benar mengandung suatu arti atau hanya sekedar tipuan.</p>
<div class="mceTemp" style="text-align: justify;">
<dl id="attachment_193" class="wp-caption alignright" style="width: 190px;">
<dt class="wp-caption-dt"><img class="size-full wp-image-193" title="voynich_180" src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/uploads/2009/07/voynich_180.jpg" alt="voynich_180" width="180" height="133" /></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Metode yang dilakukan Gordon Rugg</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Dengan menggunakan metode Cardan Grille, yaitu cara menulis kode rahasia dengan memanfaatkan kotak-kotak kecil pada kertas, Rugg mencoba menuliskan huruf demi huruf yang membentuk sebuah kalimat pada suatu bagian Manuskrip Voynich. Setiap hurufnya ia letakkan secara berurutan di setiap kotak-kotak kecil yang telah ia bentuk pada kertas. Lalu dengan memanfaatkan potongan kertas yang telah dilubangi membentuk pola garis diagonal, Rugg meletakkannya secara berurutan diatas kertas yang telah dibentuk pola kotak-kotak kecil tadi. Kemudian ia mencatat huruf-huruf yang terbentuk pada lubang-lubang di potongan kertas.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan teknik ini, Rugg mengatakan dapat mengetahui koherensi dari setiap huruf dan pola-pola yang terbentuk. Dari eksperimen simple namun efektif yang ia lakukan, Rugg berkesimpulan bahwa Manuskirp Voynich memang merupakan suatu kebohongan / tipuan. Namun Rugg sendiri mengatakan bisa saja pendapatnya itu salah jika suatu saat nanti teka-teki manuskrip Voynich benar-benar dapat terpecahkan dengan metoda kriptografi yang lebih canggih lagi.(<strong>Dipta</strong>)</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><a href="http://dipta-jurnal.net/teka-teki-manuskrip-voynich-terpecahkan.html">Teka-Teki Manuskrip Voynich Terpecahkan?</a> adalah artikel dari: <a href="http://dipta-jurnal.net">Dipta Jurnal</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dipta-jurnal.net/teka-teki-manuskrip-voynich-terpecahkan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fir&#8217;aun Manakah Yang Tenggelam di Laut Merah?</title>
		<link>http://dipta-jurnal.net/firaun-manakah-yang-tenggelam-di-laut-merah.html</link>
		<comments>http://dipta-jurnal.net/firaun-manakah-yang-tenggelam-di-laut-merah.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2009 19:10:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dipta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arkeologi]]></category>
		<category><![CDATA[Prasejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Skeptisme]]></category>
		<category><![CDATA[Amenhotep]]></category>
		<category><![CDATA[Bani Israel]]></category>
		<category><![CDATA[Fir'aun]]></category>
		<category><![CDATA[Hatshepsut]]></category>
		<category><![CDATA[Laut Merah]]></category>
		<category><![CDATA[mukjizat]]></category>
		<category><![CDATA[Musa]]></category>
		<category><![CDATA[Piramida]]></category>
		<category><![CDATA[Remesses]]></category>
		<category><![CDATA[Seti]]></category>
		<category><![CDATA[Thutmose]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dipta-jurnal.net/?p=156</guid>
		<description><![CDATA[Kisah mengenai Mukjizat Nabi Musa (Moses) yang membelah Laut Merah dengan tongkatnya untuk menghindari kejaran Fir&#8217;aun dan bala tentaranya tentunya sudah tak asing lagi ditelinga kita. Di kitab suci Al-Qur&#8217;an dan Alkitab, kronlogi pengejaran dikisahkan begitu gamblang walaupun terdapat sedikit perberbedaan kisah diatara keduanya. Namun yang pasti, kedua kitab suci tersebut mengisahkan kepada kita mengenai [...]<p><a href="http://dipta-jurnal.net/firaun-manakah-yang-tenggelam-di-laut-merah.html">Fir&#8217;aun Manakah Yang Tenggelam di Laut Merah?</a> adalah artikel dari: <a href="http://dipta-jurnal.net">Dipta Jurnal</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_163" class="wp-caption alignright" style="width: 160px"><strong><strong><img class="size-medium wp-image-163" title="tut-relief" src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/uploads/2009/07/ramses.jpg" alt="Relief Ramesses II, Fir'aun yang kerap digambarkan sebagai sosok yang kerap menyiksa para budak pekerja" width="150" height="150" /></strong></strong><p class="wp-caption-text">Relief Ramesses II</p></div>
<p style="text-align: justify;">Kisah mengenai Mukjizat Nabi Musa (Moses) yang membelah Laut Merah dengan tongkatnya untuk menghindari kejaran Fir&#8217;aun dan bala tentaranya tentunya sudah tak asing lagi ditelinga kita. Di kitab suci Al-Qur&#8217;an dan Alkitab, kronlogi pengejaran dikisahkan begitu gamblang walaupun terdapat sedikit perberbedaan kisah diatara keduanya. Namun yang pasti, kedua kitab suci tersebut mengisahkan kepada kita mengenai akhir yang menggembirakan bagi Musa beserta Kaum Bani Israel karena dapat meloloskan diri dari kejaran Fir&#8217;aun beserta bala tentaranya. Dan bagi sang Fir&#8217;aun, ia justru menemui ajalnya setelah tenggelam bersama pasukannya di Laut Merah.</p>
<p style="text-align: justify;">Walaupun Al-Quran dan Alkitab sudah cukup jelas mengisahkan kronologi peristiwa itu terjadi, namun masih terdapat teka-teki mengenai siapa sebenarnya Fir&#8217;aun yang memimpin pengejaran terhadap Musa beserta kaum Bani Israel? Al-Quran dan Alkitab tidak menyebutkan secara mendetail siapakah Fir&#8217;aun yang dimaksud.<span id="more-156"></span></p>
<p>Fir&#8217;aun (Pharaoh) merupakan gelar yang diberikan kepada raja-raja Mesir kuno. Asal usuI istilah Fir&#8217;aun sebetulnya merujuk kepada nama istana tempat berdiamnya seorang raja, namun lama &#8211; kelamaan digunakan sebagai gelar raja-raja Mesir kuno. Banyak Fir&#8217;aun yang telah memimpin peradaban yang terkenal dengan penginggalan Piramida Khufu-nya itu, mulai dari <strong>Raja Menes</strong> -sekitar 3000 SM, pendiri kerajaan, pemersatu Mesir hulu dan hilir  &#8211; hingga Mesir jatuh dibawah kepemimpinan raja-raja dari Persia.</p>
<p>Sejauh ini telah banyak studi yang dilakukan untuk mengidentifikasi siapakah Fir&#8217;aun yang sedang berkuasa saat peristiwa keluarnya Musa beserta Bani Israel dari tanah Mesir. Berikut beberapa kandidatnya :</p>
<ul>
<li><strong>Ahmose I</strong> (1550 SM &#8211; 1525 SM)</li>
<li><strong>Thutmose I</strong> (1506 SM &#8211; 1493 SM)</li>
<li><strong>Thutmose II</strong> (1494 SM &#8211; 1479 SM)</li>
<li><strong>Thutmose III</strong> (1479 SM &#8211; 1425 SM)</li>
<li><strong>Amenhotep II</strong> (1427 SM &#8211; 1401 SM)</li>
<li><strong>Amenhotep IV</strong>(1352 SM – 1336 SM)</li>
<li><strong>Horemheb</strong> (sekitar 1319 SM &#8211; 1292 SM)</li>
<li><strong>Ramesses I</strong> (sekitar 1292 SM &#8211; 1290 SM)</li>
<li><strong>Seti I</strong> (sekitar 1290 SM &#8211; 1279 SM)</li>
<li><strong>Ramesses II</strong> (1279 SM &#8211; 1213 SM)</li>
<li><strong>Merneptah</strong> (1213 SM &#8211; 1203 SM)</li>
<li><strong>Amenmesse</strong> (1203 SM &#8211; 1199 SM)</li>
<li><strong>Setnakhte</strong> (1190 SM &#8211; 1186 SM)</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Dari daftar beberapa Fir&#8217;aun diatas, nama <strong>Ramesses II</strong> selama ini memang kerap diidentifikasikan sebagai Fir&#8217;aun yang sedang berkuasa pada saat itu. Ia  merupakan sosok Fir&#8217;aun terbesar dan terkuat yang pernah memimpin peradaban Mesir kuno. Ramesses II juga merupakan salah satu Fir&#8217;aun yang paling lama berkuasa, yakni 66 tahun lamanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sifatnya yang kadang tirani terhadap masyarakat kelas bawah, membuat sejarawan banyak yang berspekulasi dengan menyebutkan ia sebagai raja yang memperbudak Bani Israel. Walaupun demikian, tidak ada bukti arkeologi yang benar-benar memperkuat dugaan tersebut. Selain itu periode masa hidupnya juga dikatakan tidak cocok dengan kemungkinan terjadinya peristiwa keluaran.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian menilik ke <strong>Raja Merneptah</strong> &#8211; putra Ramesses II &#8211; yang berkuasa setelah Ramesses II mangkat, ia juga bukan merupakan Fir&#8217;aun yang dimaksud mengingat pada masa pemerintahannya, Merneptah pernah mengatakan bahwa Bangsa Israel telah tiba di tanah Kana&#8217;an. Itu artinya, peristiwa keluarnya Musa beserta Bani Israel telah lama terjadi sebelum ia berkuasa.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu bagaimana dengan <strong>Seti I</strong>, ayah dari Ramesses II ? Bagaimanapun juga, ahli sejarah Alkitab mengatakan peristiwa keluaran ini terjadi disekitar 1400 SM, itu jauh dari masa pemerintahan Seti I.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa Sejarawan yang menggunakan metode penelitian dengan cara mencocokkan kronologi di dalam catatan-catatan peninggalan Mesir Kuno dengan perkiraan waktu keluaran pada kitab suci menyimpulkan, kemungkinan peristiwa itu terjadi saat Mesir kuno dibawah pimpinan Raja-raja Dinasti ke-18.</p>
<p style="text-align: justify;">Dinasti ke-18 mencakup beberapa raja, yakni Thutmose I (1506 SM &#8211; 1493 SM), Thutmose II (1494 SM &#8211; 1479 SM), diselingi oleh kepempinan Fir&#8217;aun wanita yaitu Ratu Hatsepsut (1479 SM -1458 SM) kemudian Thutmose III (1479 SM &#8211; 1425 SM).</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Benarkan Thutmose II Fir&#8217;aun yang tenggelam di Laut Merah?</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<div id="attachment_161" class="wp-caption alignleft" style="width: 224px"><strong><strong><img class="size-medium wp-image-161" title="tut-relief" src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/uploads/2009/07/tut-relief-214x300.jpg" alt="Relief Thutmose II" width="214" height="300" /></strong></strong><p class="wp-caption-text">Relief Thutmose II</p></div>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong>Menurut studi yang dilakukan oleh Sejarawan Alan Gardiner, setelah kematian Thutmose I dan masa persinggahannya selama 40 tahun di Madyan / Midian, Musa memutuskan untuk kembali ke tanah Mesir tempat beliau dibesarkan. Allah menugaskan Musa untuk menyampaikan ajaran agama yang hakiki kepada Fir&#8217;aun. Pada saat itu, Mesir dipimpin oleh Raja Thutmose II yang memperistri Ratu Hatshepsut.</p>
<p style="text-align: justify;">Thutmose II, menurut sejarah bukanlah sosok Fir&#8217;aun yang hebat, sebaliknya istrinya Hatshepsut yang banyak berperan penting bagi kemajuan kerajaan. Walaupun bukan merupakan sosok pemimpin yang dikatakan berpengaruh, Gardiner tetap meyakini Thutmose II merupakan kandidat terkuat fir&#8217;aun yang melakukan pengejaran terhadap Musa beserta kaum Bani Israel. Hal itu dikarenakan banyaknya kecocokan dengan studi sejarah yang ia lakukan.</p>
<p style="text-align: justify;">Garnier juga menambahakan bahwa di pusara tempat berdiamnya mummi Thutmose II, hampir tidak ditemukan ornamen-ornamen dan benda-benda berharga &#8220;semewah&#8221; pusara raja-raja Mesir kuno yang lainnya. Ada kesan bahwa raja ini tidak begitu disukai dan dihormati oleh rakyatnya, sehingga mereka tak peduli dengan kematian sang Raja. Selain itu, kematiannya yang mendadak juga menjadi salah satu alasannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Penelitian terhadap Mummi Thutmose II yang ditemukan di situs Deir el-Bahri pada tahun 1881 mengungkapkan bahwa terdapat banyak bekas cidera di tubuhnya, dan Mummi-nya ditemukan tidak dalam kondisi yang bagus. Hal ini mungkin menandakan Thutmose II mati secara tidak wajar. Apakah cidera di tubuhnya itu akibat hempasan kekuatan gelombang Laut Merah yang secara tiba-tiba tertutup kembali? Wallahu &#8216;alam Bishawab</p>
<p style="text-align: justify;">Al-Quran sendiri mengisahkan detik-detik terakhir kehidupan Sang Fir&#8217;aun :</p>
<blockquote><p><em>Dan Kami memungkinkan Bani Israel melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir&#8217;aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir&#8217;aun itu telah hampir tenggelam berkatalah ia ;&#8221; Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israel, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)&#8221;. ( QS Yunus 90).</em></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Dari ayat diatas kita dapat mengetahui bahwa Fir&#8217;aun mencoba memohon kepada Allah agar ia diselamatkan ketika air mengenggelamkan raganya. Namun sangatlah jelas bahwasannya tindakan Fir&#8217;aun hanyalah suatu kebohongan semata sebagai alasan untuk menyelamatkan dirinya sendiri dari maut.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah sang Fir&#8217;aun tewas pada periode pemerintahannya yang tergolong singkat, besar kemungkinan jalannya roda pemerintahan diambil alih sementara oleh sang Ratu yang tak lain ialah Hatshepsut sebelum akhirnya Thutmose III naik tahta.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika benar Thutmose II merupakan Fir&#8217;aun yang dimaksud, ada suatu kemungkinan kronologi sejarahnya menjadi demikian :</p>
<p style="text-align: justify;">Pertama, Musa dibesarkan dilingkungan kerajaan Mesir saat Thutmose I berkuasa, dan istri Thutmose I yang menemukan bayi Musa saat hanyut di Sungai Nil.</p>
<p style="text-align: justify;">Kedua,  selang puluhan tahun setelah Musa melarikan diri dari tanah Mesir karena ancaman hukuman mati akibat peristiwa terbunuhnya seorang prajurit kerajaan olehnya, ia kembali untuk menyampaikan ajaran Allah kepada Fir&#8217;aun. Namun pada saat itu mungkin Thutmose I telah meninggal dan digantikan putranya Thutmose II.</p>
<div id="attachment_162" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-162" title="totmes2_1" src="http://dipta-jurnal.net/wp-content/uploads/2009/07/totmes2_1-300x244.jpg" alt="Mummi Thutmose II" width="300" height="244" /><p class="wp-caption-text">Mummi Thutmose II</p></div>
<p style="text-align: justify;"><strong>Mengapa Thutmose II Diyakini Sebagai Firaun Yang Tenggelam di Laut Merah Sedangkan Mummi-nya Sendiri Berhasil Ditemukan?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pertanyaan diatas memang kerap ditanyakan. Mereka yang bertanya kebanyakan beranggapan bahwa Jasad Fir&#8217;aun tidak mungkin berhasil ditemukan apalagi dalam bentuk Mummi, sebab telah tenggelam di Laut Merah bersama bala tentaranya.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi kawan-kawan muslim, Al-Quran mengisahkan kepada kita sebagai berikut :</p>
<blockquote><p><em>Apakah sekarang (kamu baru percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesunguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuatan Kami.</em> ( QS Yunus 91-92).</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Tentunya ayat diatas sudah cukup menjelaskan mengapa Allah dengan sengaja menyelamatkan jasad sang Fir&#8217;aun.(<strong>Dipta</strong>)</p>
<p><a href="http://dipta-jurnal.net/firaun-manakah-yang-tenggelam-di-laut-merah.html">Fir&#8217;aun Manakah Yang Tenggelam di Laut Merah?</a> adalah artikel dari: <a href="http://dipta-jurnal.net">Dipta Jurnal</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dipta-jurnal.net/firaun-manakah-yang-tenggelam-di-laut-merah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
